Skip to content

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti Milah mereka

July 23, 2010
tags:


وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
QS. al-Baqarah (2) : 120

Sering sekali orang-orang Yahudi dan Nasrani, mengadakan gangguan yang menyakitkan hati. Seperti menghina Rasul mereka dan mengadakan upaya dengan mulut-mulut mereka untuk memadamkan cahaya Allah. Mereka tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti milah mereka.

Segala puji bagi Allah. Telah datang kepada kita petunjuk yang benar. Banyak sekali ajaran-ajaran yang keliru, yang ditulis oleh tangan-tangan mereka. Maka janganlah kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu.

Perhatikanlah kisah nabi Syuaib. Allah mengutus beliau kepada kaum Madyan dengan membawa bukti yang nyata. Namun pemuka-pemuka dari kaum Syuaib yang menyombongkan diri malah berniat akan mengusir beliau dan orang-orang beriman yang bersamanya dari kota mereka, atau mereka mengembalikan Nabi Syuaib kembali kepada milah mereka. Tidakkah mereka memperhatikan orang-orang yang dibinasakan sebelum mereka?

Tatkala Syuaib berkata:

وَيَا قَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِي أَن يُصِيبَكُم مِّثْلُ مَا أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَالِحٍ ۚ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِّنكُم بِبَعِيدٍ

Wahai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak jauh dari kamu.
QS. Hud (11) : 89

Namun, seperti kepada nabi Muhammad, Allah pun Memberikan pertolongan kepada Rasul-rasul yang datang sebelum beliau. Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, setelah kaumnya mendustakannya. Allah menyelamatkan Nabi Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari-Nya. Begitu pula kepada nabi Shaleh, dan nabi Luth.

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُ ۖ قَدْ جَاءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ۚ ذَ‌ٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan kepada penduduk Mad-yan saudara mereka Syuaib. Ia berkata: ” Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman “.
QS. al-A’raf (7) : 85

وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ كُنتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu (berjumlah) sedikit, lalu Allah memperbanyak (jumlah) kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
QS. al-A’raf (7) : 86

وَإِن كَانَ طَائِفَةٌ مِّنكُمْ آمَنُوا بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ وَطَائِفَةٌ لَّمْ يُؤْمِنُوا فَاصْبِرُوا حَتَّىٰ يَحْكُمَ اللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ

Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya..
QS. al-A’raf (7) : 87

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِن قَوْمِهِ لَنُخْرِجَنَّكَ يَا شُعَيْبُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَارِهِينَ

Pemuka-pemuka dari kaum Syuaib yang menyombongkan diri berkata:” Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada milah (agama) kami “. Berkata Syuaib: “Dan apakah kendatipun kami tidak menyukainya? “
QS. al-A’raf (7) : 88

قَدِ افْتَرَيْنَا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِي مِلَّتِكُم بَعْدَ إِذْ نَجَّانَا اللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَا أَن نَّعُودَ فِيهَا إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ

Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki (nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
QS. al-A’raf (7) : 89

وَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَّخَاسِرُونَ

Dan pemuka-pemuka kaum Syuaib yang kafir berkata: “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syuaib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi “.
QS. al-A’raf (7) : 90

فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.
QS. al-A’raf (7) : 91

الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۚ الَّذِينَ كَذَّبُوا شُعَيْبًا كَانُوا هُمُ الْخَاسِرِينَ

Orang-orang yang mendustakan Syuaib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syuaib mereka itulah orang-orang yang merugi.
QS. al-A’raf (7) : 92

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَا قَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ آسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَافِرِينَ

Maka Syuaib meninggalkan mereka seraya berkata:” Wahai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir? “
QS. al-A’raf (7) : 93

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman. kita harus bertawakkal kepada Allah dan berdo’a.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.

Amin


38 Comments leave one →
  1. September 16, 2012 3:29 am

    ayat al baqoroh ayat 120 ini menunjukan keadaan pada waktu nabi Mummad SAW masih hidup, karena yahudi dan nasrani pada waktu itu memang membenci kaum muslim, namun ayat ini tidak lah bersifat kekal/selamanya atau seluruhnya, karena pada jaman sekarang kalau ada orang bersifat seperti itu hanyalah segelintir orang, karena pada zaman sekarang orang sudah tidak mau pusing dengan urusan orang lain, seperti ayat yang menjelaskan watak kaum quraisy hanya menjelaskan keadaan pada jaman nabi masih hidup , karena jaman sekarang kaum qurais sudah tidak ada lagi , pada nabi masih hidup, pamannya abu thalib yang beragama nasrani justru mendukung dan melindungi nabi, berarti ayat tersebut tidak ditujukan untuk semua orang tapi hanya untuk kaum yang memusuhi nabi. Ayat ini sering diterjemahkan secara sempit oleh kaum muslim sehingga mereka mudah membenci orang yang beragama lain tanpa sebab yang jelas karena salah menafsirkan ayat ini, tentu akan menciptakan citra yang buruk terhadap kaum muslim sendiri karena orang muslim mudah membenci dan memusuhi kaum lain tanpa sebab yang jelas hanya karena kurang mendalami ayat ini, karena citra agama apapun sangat dipengaruhi oleh akhlaq dan watak kaumnya, kalau kaumnya mudah membenci tanpa sebab temtu citra agama juga kurang baik

    • asmaraningtyas permalink
      July 17, 2013 7:21 am

      woowww..perlukah alquran kita edit? cobalah yg paling ringan baca komenta komentar di forum forum terbuka seperti yahoo dll di internet. ente akan merakan betapa kebencian itu masih ada. cobalah pelajari lagi semua ajaran liberalisme, pandangagn mereka ttg hak asasi, feminimism, toleransi ala mereka, kebebasan yang mereka tuntut dan bman kata mereka kalau muslim tidak ikut arus yang mereka buat…semu kental dgn usaha untuk memberangus islam dan agar ilsma ikut dg pandangan hidup mereka….jongan sok pintar…ente pikir Allah berpandangan sempit dlam berfirman? bertobatlah..

      • Abbas permalink
        August 19, 2014 6:32 pm

        Setuju mbak!
        Walaupun orang-orang itu sudah berbuat baik (bahkan kalau dilihat sekilas, mngkin lbih baik dari kita), misal:
        -Dermawan
        -Hidup rukun dgn kita, tak pernah ada masalah
        -Diberi kekuasaan, mereka profesional (kerjaannya bagus) (Ahok, mungkin?)
        -dan lain2, yg sepertinya mereka sama sekali tidak mempedulikan apapun agama kita.

        Tapi ada satu hal yg tidak ada dalam diri mereka: Iman.
        Sungguh, jauh didalam hari mereka, akibat ajaran agama mereka, mereka masih menyimpan ketidaksukaan pada kita.

        Setuju dengan mbak asmaraningtyas, mereka yg diberi kekuasaan membuat kebijakan atau pendapat2 yg sebenarnya mengarah pada agama mereka. Memang tidak terlihat secara jelas, apalagi bagi orang yg imannya masih kurang. Tapi usah2 mereka itu pasti ada, Allah Maha Mengetahui.

        Buat Anda yg merasa tersinggung, mohon maaf, kami muslim berkata begini karena peringatan Tuhan kami. Lagipula, Anda tahu persis apa isi hati Anda. Kalau memang Anda sama sekali tidak benci pada kami, masih ada bibit benci yg siap tumbuh itu dalam hati Anda. Itu karena Anda tetap berpegang pada agama Anda.
        Sudahlah, “untukmu agamamu, untukku agamaku”. Tapi Anda harus tau kenapa kami selalu berpikir atau berburuk sangka begini. Tuhan kami yang memperingatkannya.

        Buat kita yg muslim, janganlah habis membaca ini kita langsung nujuk muka mereka dan bilang: “Oi, kafir!” Gk gitu jg kali! Cukup waspada dan simpan aja didalam hati.

        Menurut saya (koreksi kalau salah), Islam memang melarang berburuk sangka, kecuali terhadap orang kafir. Itupun pada hal2 tertentu.

        Allah Maha Mengetahui isi hati hambanya yg beriman maupun yg tidak.
        Maha Benar Allah dalam Segala Firman-Nya, sehingga tidak perlulah kita edit lagi firman-Nya itu.

      • gamalizyur bin phedakshya azurkivdo'od permalink
        August 31, 2014 5:28 am

        >>Agama Kristen diteliti oleh seluruh dunia , dapat dilihat secara jelas dan terbuka mulai dari latar belakangnya, kemurnian tokoh-tokohnya, IMANnya, perjuangannya, mukjizatnya, psikoanalisis pada tokohnya, kesaksian dari para keluarga mereka yang hidup hingga sekarang, rentetan jaman yang terukur , terbilang dalam sejarah, bahkan dalam segi tertentu tersimpan awal mula berdirinya agama islam dan latar belakang gerakan islam yang tercatat pada masyarakat timur tengah.
        >>Mengenai ayat di atas ‘orang yahudi dan nasrani tidak akan senang sebelum kamu mengikuti kemauan….. jika dilihat dari pendapat yahudi dan kristiani : bukan kehendak yang menjadi pangkal permasalahan, >> tetapi sejarah dan kenyataan isi kitab suci yahudi-kristen dituduh palsu…. tidak pernah dipalsukan.
        >>ingat banyak cara dari islam untuk meyakinkan kepalsuan kitab yang tidak berhasil.
        contoh : kata munhamana, dalam teks araami, yang langsung dianggap muhammad adalah contoh penyesatan dan fitnah kepada alkitab. munhamana sendiri artinya (Roh)penghiburan yaITU ROH Yesus atau Tuhan/ Allah sendiri.
        >>Jadi, untuk agama islampun perlu dipelajari segala unsurnya mulai dari sisi tokoh-tokohnya, sampai pada isi dan keakuratan sejarah pada kitabnya.
        Jika agama yahudi dan kristen selalu dipandang mau sebagai agama yang asli, yang tidak pernah jadi palsu , yang merupakan pengalaman manusia bersama Tuhan yang telah dicatat dan diresapi secara turun temurun.
        Satu yang jelas bagi seluruh dunia tentang islam saat ini. Islam bukan tentang iman atau agama tetapi sebuah kekuasaan yang dibungkus seperti agama.
        Yang dikehendaki oleh orang kristiani dn yahudi adalah yang terbaik, Yang berasal dari Allah sendirilah yang adanya, Jadi PANTASLAH ika ada yang mengatakan kitab yahudi dan kristen palsu, orang kristen dan yahudi pantas memberi jawaban: KITAB SUCI YAHUDI DAN KRISTIANI TIDAK PERNAH DIPALSUKAN, KEBENARAN INTI IMAN KRISTIANI BISA DIBUKTIKAN DENGAN CARA APAPUN SECARA SASTRA, SEJARAH, JASMANI MAUPUN ROHANI ,DAN SECARA GAIB MAUPUN SPIRITUAL.

  2. September 17, 2012 4:28 am

    Seseorang memberi komentar kepada masternya yang masih se-agama, “bahwa menurut kitab suci kita mengatakan agama itu dan ini tidaklah rela sebelum orang – orang dari agama kita berpindah ke agama mereka”.

    Sang master dengan tenang menjawab. “Apakah kamu tidak memperhatikan, orang – orang dari agama kita pun sama agar semua manusia harus se-agama dengan kita. Kita pun tidak ikhlas sebelum orang yang beragama lain pindah ke agama kita.”

    • September 18, 2012 3:07 am

      vm2insert, kalo saya pribadi tentu mau mengikuti ajaran yang benar, dan setelah mengetahui kebenarannya, saya ingin memberitahu yang lain.
      begitu pula dengan orang yang mengajarkan ajaran agama selain islam. mereka ingin agar orang yang beriman kembali kufur seperti mereka.

      • gamalizyur bin phedakshya azurkivdo'od permalink
        August 31, 2014 6:05 am

        “Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” (Mat 10:28) adalah salah satu pernyataan Yesus yang menjiwai kehidupan Joseph dan dia mengucapkannya saat berhadapan dengan ancaman pembunuhan.

        Buku Le Prix à Payer telah diterjemahkan dari bahasa Prancis ke bahasa Inggris dan diterbitkan oleh Ignatius Press dengan judul The Price to Pay: A Muslim Risks All to Follow Christ.

        nama asli orang dalam buku ini muhamad musawi of irak

    • asmaraningtyas permalink
      July 17, 2013 7:26 am

      muslim senang kalau ada yg dapat hidayah dan masuk islam tapi tidak membenci orang yg bergama lain, krn dalam pandangan muslim orang yg bergama lain itu bakal masuk neraka jd kita tidak benci tapi kasihan….umat lain sya lihat sangat membenci muslim dan mereka melancarkan anyak jurus dan fitnah untuk hancurkan islam, disetiap kasus ham yg melbatkan mereka coba selidiki sceramamedalam pada orang orang terdekat dan bukan dr berita yg diwartakan media. ente akan tahu betapa jahatnya mereka…

    • Khrl permalink
      August 25, 2013 5:52 pm

      Si vm2insert yth, anda muslim / tdk? Baru sekali sy baca komen anda, sy langsung mengambil hipotesis bahwa anda bukan muslim. Is it?
      Kalo anda benar muslim, sedari TPA anda pasti diajari ustad anda bahwa pada ayat albaqarah diatas sudah jelas tidak merujuk kepada kepercayaan dimana Yahudi dan Nasrani namun ada pengartian khusus di dalamnya. Yahudi di maksdkan yang kasar dan sering berbuat kerusakan dan Nasrani di maksdkan kepada yg saling mengasihi satusamalain.
      Dan firman Allah swt tdk pernah ingkar, kt liat kasus2 pemurtadan sekarang. Banyak pihak2 yang mencoba merusak islam dunia dengan cara di hancurkan (mesir, syria, palestin dll) dan pemurtadan yg lain yg dilakukan dgn seolah2 kasihsayang misalnya melakukan pengobatan gratis, pemberian sembako, atau apalah kepada umat muslim yang imannya mereka lemah krn berada pada garis kemiskinan.
      Saya harap sebagai islam yg baik, jagalah islam agar tetap di hati. Assalamu alaikum!

    • Abbas permalink
      August 19, 2014 6:41 pm

      Tapi Allah juga berfirman: “Untukmulah agamamu dan untukmulah agamaku” Kita memang berharap mereka jga beriman seperti kita, tapi kita tidak ngotot untuk itu. Berharapnya biasa2 saja. Lagipula, tidak semua manusia bisa beriman, Allah berfirman (kira-kira begini): “Dan telah Kami tetapkan diantara mereka orang-orang yang tidak akan beriman” Menurut saya itu artinya: Ada manusia yg memang Allah ciptakan dia untuk tidak beriman selama-lamanya. Sungguh Allah Maha Berkehendak, lagi Maha Mengetahui.

  3. September 17, 2012 4:30 am

    وَ لَنْ تَرْضَى عَنكَ الْيَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الْهُدَى وَ لَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيْر
    (120) Dan sekali-kali tidaklah ridha terhadap engkau orang-orang Yahudi dan Nasrani itu, sehingga engkau mengikut agama mereka. Katakanlah : Sesungguhnya petunjuk Allah, itulah dia yang petunjuk. Dan sesungguhnya jika engkau turuti kemauan-kemauan mereka itu, sesudah datang kepada engkau pengetahuan, tidaklah ada bagi engkau selain Allah akan pelindung dan tidak pula akan penolong.

    Surat al baqarah ayat 120 menjelaskan keadaan ketika nabi Mummad S.A.w masih hidup, pada waktu itu baginda nabi Muhammad S.A.W sedang getir menghadapi orang – orang yang membencinya, beliau berusaha menasehati orang – orang yang memusuhinya namun tidak berhasil, maka turunlah ayat ini yang menjelaskan watak dan karakter dari orang – orang yang memusuhinya itu.
    Tetapi ayat itu bukanlah ditujukan kepada semua orang yang berbeda keyakinan dengan nabi Muhammad S.AW, tapi maksudnya ditujukan kepada orang – orang yang memusuhi nabi saja, karena faktanya pamanya sendiri Abu Thalib yang beragama nasrani justru membela dan melindungi nabi Muhammad, Abu Thalib juga mendukung apa yang dilakukan oleh nabi Muhammad.
    Sementara pada jaman sekarang apabila ada orang yang memiliki watak seperti yang dijelaskan dalam surat al baqarah ayat 120 hanyalah sebagian kecil saja, karena masyarakat pada jaman sekarang sifat teloransinya sudah lebih tinggi, apalagi banyak kelompok orang yang tidak mau “pusing” dengan urusan kepercayaan orang lain, yang penting tidak saling mengganggu, bagimu agamu bagiku agamaku, bagimu pendapatmu bagiku pendapatku.
    Surat al baqoroh ayat 120 ini memang sering ditafsirkan secara sempit oleh sebagian kaum muslim, sehingga beberapa orang muslim mudah membenci dan mudah berprasangka buruk kepada orang yang beragama lain setelah membaca ayat ini, padahal secara fakta yang dibencinya kadang tidak pernah melakukan kesalahan ataupun kejahatan kepada yang membencinya, seolah-olah ayat ini menjadi provokator untuk menimbulkan rasa benci di hati kaum muslimin terhadap agama lain jika penafsirannya kurang tepat.
    Perhatikan pula ayat sebelumnya, yaitu al baqarah ayat 119 :
    إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَ نَذِيْرًا وَلاَ تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيْم
    (119) Sesungguhnya telah Kami utus engkau dengan kebenaran, pembawa berita gembira dan peringatan ancaman. Dan tidaklah engkau akan ditanya dari hal ahli-ahli neraka.
    Dari ayat 119 ini jelaslah bahwa firman Allah ini ditujukan secara pribadi kepada nabi Muhammad S.A.W , selanjutnya diteruskan lagi dalam ayat berikutnya yang masih berhubungan, jadi ayat 120 dari surat al baqarah menunjukan keadaan ketika ayat ini turun, dan keadaan serta watak suatu kaum bisa berbeda setiap zamannya, termasuk watak kaum yang ada di tempat lain.
    Jika sebagian kaum muslim yang salah menafsirkan ayat ini mudah membenci atau mudah berprasangka buruk kepada orang yang berkepercayaan lain, tentunya akan mempengaruhi i image dan citra agama islam sendiri di dunia internasional, seolah-olah agamanyalah yang mengajarkan kebencian kepada kaumnya. Padahal agama seharusnya dapat membersihkan jiwa manusia dari sifat – sifat “kotor” seperti kebencian, iri, serakah, fitnah, mementingkan hawa nafsu, insting suka membunuh seperti binatang buas, dan berbagai sifat “kotor lainnya, agar jiwa kita menjadi bersih ketika menghadap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bila sudah waktunya nanti.

    http://kongaji.tripod.com/myfile/al-baqoroh_ayat_119-123.htm

    • November 21, 2012 4:28 pm

      lah kalau memang Ayat Al Baqarah :120 cuma untuk di jaman Nabi Muhammad berarti Al Qur’an bukan kitab sampai akhir zaman dong.

      Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
      [1] Alif, Laam, Miim.
      [2] Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertakwa;
      [3] Iaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
      [4] Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab “Al-Quran” yang diturunkan kepadamu (Wahai Muhammad) dan Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya).
      [5] Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang berjaya.

      Sekadar tazkirah :

      1. Al-Quran mukjizat terbesar yang diturunkan tuhan untuk manusia.
      2. Salah satu rukun iman ialah setiap orang islam wajib percaya kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi iaitu Taurat kepada Nabi Musa a.s, Injil kepada Nabi Isa a.s, Zabur kepada Nabi Daud dan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW.
      3. Penurunan kitab atau wahyu menunjukkan sifat Rahman (Pemurah) dan Rahim (Pengasihani) kepada manusia.
      4. Tujuan Allah menurunkan kitab-kitab melalui nabi dan rasul-Nya adalah sebagai petunjuk kepada manusia dalam menjalani kehidupan didunia ini serta memberitahu tentang hari kebangkitan selepas mati.
      5. Wahyu diturunkan untuk memberi khabar gembira dan peringatan kepada manusia.
      6. Khabar gembira bagi orang yang percaya dengan apa yang diturunkan oleh Allah iaitu orang-orang yang beriman dan beramal soleh yang meraka akan mendapat balasan syurga.
      7. Peringatan kepada orang yang ingkar, tidak mahu percaya (kafir) dengan apa yang diturunkan oleh Allah serta orang yang melakukan kerosakan di muka bumi yang mereka akan mendapat azab neraka.
      8. Turunnya kitab-kitab menjelaskan kembali tugas serta tanggungjawab yang patut ditunaikan oleh manusia sebagai khalifah di bumi.
      9. Manusia telah diberi tanggungjawab oleh Allah sebagai pencipta dan manusia tidak dapat memilih untuk mengelak dari menerima tanggungjawab tersebut.
      10. Penurunan kitab adalah sunnah sejak dahulu lagi, tuhan yang mencipta manusia dan tuhanlah juga memberi petunjuk kepada manusia.
      11. Al-Quran menyatakan kitab-kitab yang pernah diturunkan kepada Nabi-nabi sebelum nabi Muhammad adalah benar, yang datang dari Allah walaubagaimanapun telah diubah oleh orang-orang yang derhaka sehingga hilang keasliannya sebagai kitab Allah.
      12. Allah telah menyempurna agama-Nya melalui Al-Quran sebagai petunjuk dan sunnah yang patut diikuti oleh manusia untuk kesejahteraan manusia.
      13. Semua nabi-nabi membawa seruan agama yang sama sejak dari zaman Nabi Adam a.s sehingga Nabi terakhir junjungan besar Nabi Muhammad SAW iaitu TIADA TUHAN SELAIN ALLAH YANG ESA (Satu) dan TIADA SUATU PUN YANG BERSEKUTU DENGANNYA.
      14. Seruan yang sama telah bergema sejak azali dan terus berkekalan hingga ke hari kiamat.
      15. Perkara yang berbeza antara nabi-nabi adalah syari’at. Syari’at berbeza kerana Allah sebagai pencipta Maha Mengetahui ajaran terbaik untuk sesuatu ummat.
      15. Tiada yang berbeza antara orang-orang Yahudi, Kristian dan Islam selain dari mengikut wahyu terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan dan penerus kesinambungan agama Allah di muka bumi ini.
      16. Sekiranya masih ragu-ragu, CARILAH KEBENARAN ITU, Allah pasti akan memberi petunjuk kepada mereka yang mahukan kebenaran.
      17. Pintu rahmat tuhan sentiasa terbuka, pohonlah rahmat itu selama hayat dikandung badan dan sebelum nafas terhenti.
      18. Tiada pilihan lain, HANYALAH JALAN ITU, TIADA YANG LAIN…..

  4. muzammil.aceh permalink
    November 26, 2012 4:29 am

    buktikan agama mana yang benar…..? ( seungguhnya agama yang benar adalah ISLAM)

  5. renno permalink
    November 28, 2012 9:38 am

    izin share …….

  6. Yuki permalink
    July 29, 2013 11:08 pm

    QS. al-Baqarah (2) : 120 memang ayat terkonyol yg digunakan untuk memfitnah kaum lain,.
    mereka lupa bagaimana merka menyebut ‘subhanallah’ berulang2 ketika ada alien yg jadi mualaf,.ayat yg paling tidak toleran dan sangat duniawi sekali,.ibarat virus di seberang laut tampak tapi pantat gajah di pelupuk mata tidak tampak,menjijikan..

    • Khrl permalink
      August 25, 2013 5:58 pm

      Sy harap umat islam lain tidak perlu show off, nasrani memang kebanyakan mau merusak islam dengan bagaimana mereka bertutur lembut penuh kasih sayang sampai akhirnya mereka memurtadkan kita. Begitu pula yahudi. Sebaliknya. Sama dengan Yuki ini, entah khidupan setelah ini Yuki jadi apa di alam sana. Di alam Sorga yg di janjikan Tuhannya. Wassalam

      • Yuki permalink
        September 1, 2013 10:45 pm

        bener kan? jadi toleransi beragama yg digaung2kan muslim sesungguhnya adalah semu karena dilandasi kecurigaan,dan msh bnyk ajarn lain baik di alq atw haditz yg memusuhi agama lain.org muslim awam yg ga tau apa2 atau yg tlalu moderat mungkin bisa bilang muslim toleran,.mash untung ada pancasila jd msh ‘terlindungi’, tp ntah sampai kpn pancasila ini bertahan,wallahualam,.

      • September 7, 2013 6:42 am

        Dari pada menandingin tuhan cap yesus vs allah cap arab bikin pusing, mending bahas nyawa kita. Naon eta? Setiap yg bernyawa pasti mati, katanya. Apakah nyawa itu bisa mati juga? Di sini ada diskusi sama Fanya, sambung-menyambung nyawa. Cing!

        http://tertiga.wordpress.com/tertiga-guide-tubuh-jiwa-roh/#comment-2379

        Salam Damai!

  7. August 22, 2013 7:18 am

    Reblogged this on Dey Faith Fully and commented:
    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti Milah mereka

  8. September 10, 2013 1:03 pm

    Orang-orang Yahudi dan Nasrani
    tidak akan senang kepadamu
    hingga kamu mengikuti Milah mereka

    Apa ada Muslim dan Kristen masuk Yahudi?
    Aku belum pernah tau adanya, sebaliknya.

    Yahudi dan Islam banyak masuk Kristen
    Juga yg Kristen masuk masuk Islam.
    Tapi Yahudi masuk Islam tidak.

    Yahudi terpaksa terus berperang,
    Keknya ini diakibatkan dosa Daud.
    Dan ini Firman Tuhan kpd Raja Daud:
    “… pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.”

    Apa saja kemungkinan mereka terus berperang?
    Karena mereka hanya ingat pd Firman (Mat.5:43b)
    Walau sunggu tau apa inti dari Taurat (Luk.10:25-37)

    Dari Lukas itu, ahli Taurat tak sudi berkata:
    “Org Samaria lah yg telah berbelaskasih itu”, (Luk.10:37)
    Karena org Samaria dianggap bukan manusia bagi Yhudi.

    Bagi Yahudi,
    Sesama manusia hanya yg sebangsa saja,
    Di luar bangsanya direken bukan manusia.

    http://hbis.wordpress.com/2009/01/28/tulisan-gembong-jaringan-isalam-liberaljil-yang-menghebohkandari-luthfie-asyaukanie-untuk-israel/#comment-8148

    Bangsa Yahudi udah nggak bisa diharapkan, keknya.
    Sebab itu mungkin, ditetapkan 144.000 saja yg selamat.
    Selebihnya diberikan kpd suatu bangsa yg berpanjikan Yesus.

    Dari Mateus itu, (… bencilah musuhmu):
    Yang tadinya mata ganti mata dan gigi ganti gigi,
    Di-down grade jadi satu mata ganti tujuh mata,
    Dan satu gigi pun hrs dgn diganti tujuh gigi,
    Maka dah lebih caok dari pada carok, kan?
    Dgn kata lain, Yahudi kini telah menjadi:
    “Revenge Specialist” saja.

    Salam Damai.

    • September 14, 2013 9:49 am

      Apa saja kemungkinannya mereka itu jadi “Revenge Specialist”?
      Kemungkinan utamanya adalah soal tanah, Tanah Perjanjian.
      Tanah itu menyatukan mereka, itu juga yg memberaikannya.

      Kita tau perjalan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.
      Kononnya dari Mesir itu hrs ke Tanah Penjanjian,
      Yg mana tanahnya?

      Kej.28:13: Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman:
      “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak;
      tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu
      dan kepada keturunanmu.

      +++

      TEMPO Interaktif, Roma – Uskup Agung Umat Katolik menyatakan Israel bukan Tanah Perjanjian. Demikian kesimpulan konferensi Uskup Agung yang berlangsung di Tahta Suci Vatikan.

      “Israel tidak bisa menggunakan alasan Tanah Perjanjian untuk mengklaim teritori Palestina,” ujar Cyril Salim Bustros, Uskup Gereja Melkite Yunani, seperti dikutip CNN, Senin (25/10).

      Pascaperang Dunia II, kaum Yahudi berkumpul di tepi barat Laut Tengah, dan mengklaim wilayah itu sebagai Tanah yang Dijanjikan Tuhan dalam kitab suci mereka, Taurat.

      Wilayah itu merupakan tempat leluhur Yahudi, yang dipimpin Nabi Musa, tinggal setelah lari dari kejaran Firaun dan menyeberang Laut Merah. Kaum Yahudi, yang menganggap diri sebagai Umat Terpilih, tidak memandang 1,5 juta bangsa Palestina yang sudah berada di sana sebelumnya.

      Bustros mengatakan tidak dapat menerima penggunaan “Perintah Tuhan” untuk melakukan ketidakadilan. Menurutnya, Umat Kristiani tidak lagi memandang Tanah Perjanjian bagi kaum Yahudi. “Karena ‘Perjanjian’ sudah terhapus dengan hadirnya Kristus,” ujarnya.

      Para Uskup Agung menyatakan “Kerajaan Tuhan” meliputi seluruh dunia. “Tidak ada ‘Umat Terpilih’, semua laki-laki dan perempuan di setiap negara adalah ‘Orang-orang Terpilih’,” kata Bustros.

      Konferensi dua pekan ini berlangsung atas permintaan dunia internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk membahas pendudukan Israel di Tanah Palestina. Synoda atau konferensi ini berakhir setelah sidang terakhir yang dipimpin langsung Paus Benedictus XVI, Sabtu lalu.

      Pernyataan itu mengundang kemarahan Israel. “Konferensi itu dibajak gerakan anti-Israel,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon. “Ini adalah serangan politik, bagian dari Proganda Arab.”

      Ayalon menuding pernyataan Bustros sebagai fitnah. Dia menegaskan komentar itu bukan pernyataan resmi Vatikan.

    • September 19, 2013 8:04 pm

      Jadi, orang-orang Yahudi tidak mengharapkan kita mengikuti milah mereka, karena agama mereka berkait erat dgn adat dan budaya mereka. Pun tidak ada himbauan “Marilah …!” dari agama atau adat budaya mereka. Dan sesungguhnya kita pun tak sudi masuk mengikuti milah mereka itu.

      Kalau pernyataanku benar,
      Maka judul poster ini keliru,.
      Atau ada salah sebelumnya.

      Salam Damai!

  9. September 25, 2013 9:12 am

    ana bkn ahli agama..
    mengenai surat albaqarah : 120
    sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yg tidak kamu (manusia) ketahui (seperti isi hati manusia, pikiran manusia bahkan masa yg akan datang) allah maha mengetahui baik yg ghaib maupun tidak..
    lalu kenapa ada tentang perdebatan arti ayat tersebut? kembalikanlah semuanya kpd allah (wallahu alam) ambil makna yg baik, dan buang makna yg buruk..intinya berbaik sangkalah kpd allah, sesungguhnya allah swt menyayangi hamba2 nya
    Al-Qur’an kn petunjuk dan peringatan untuk manusia agar tidak jatuh dalam kesesatan.

    • September 25, 2013 4:32 pm

      QS. al-Baqarah (2) : 120

      Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu
      xxx
      Kita pun tidak senang kpd mereka.
      Mereka mengaku sbg bangsa pilihan,
      Di luar bangsa mereka bukan manusia,
      Coba!

      hingga kamu mengikuti agama mereka.
      xxx
      Kalau kita tidak senang,
      Apakah mereka senang
      Kita masuk milah mereka?
      Ah!
      Hanya Allah yg mengetahui!

      Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”.
      xxx
      Ya,
      Petunjuk itu sudah diberikan.
      Dan petunjuk itu sudah ditinggikan,
      Supaya semua orang dapat melihatnya.
      Kita tak usah lagi ngemis2 “Tunjukanlah!”

      Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka
      setelah pengetahuan datang kepadamu,
      maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
      xxx
      Bukan hanya kemauan kita yg tak ada,
      Mereka pun tak mau menerima kita.
      Maka kukatakan judulnya keliru.

      Salam Damai!

      • September 26, 2013 10:59 am

        Sebagai pertimbangan kita,
        Org Yahudi tak bergaul dgn org Samaria,
        Walau org Samaria itu keturunan Yakub juga.

        Nah, apalah kita yg bukan apa-apa pun bagi mereka.
        Apa mungkin mereka senang jika kita jadi Yahudi?

        Manusia bagi mereka hanyalah
        Yg sebangsa, yaitu bangsa Yahudi,
        Yg menjaga ketat adatnya, adat Yahudi,
        Yg memelihara budayanya, budaya Yahudi,
        Yg patuh beragama Yahudi, agama Yahudi..
        Hanya mereka saja sbg sesama manusia itu.

        Salam Damai!

  10. Bang Uddin permalink
    October 26, 2013 1:11 am

    Kita sebagai umat muslim harus tau cara kelicikan kristen terhadap islam…

  11. October 26, 2013 6:01 am

    @Bang
    Kita sebagai umat muslim harus tau cara kelicikan kristen terhadap islam…
    xxx
    Cara kelicikan?
    Maksudmu cerdik lah seperti ular,
    Dan tulus lah seperti merpati, gitu?

    Waspadalah kita thp para penyesat,
    Cerdik lah spt ular tulus lah spt merpati.
    Kalimat ini dari Yesus, bukan dari sapa2.

    Salam Damai!

  12. fateh permalink
    November 12, 2013 2:17 am

    Baca la surah al kafirun
    Bg kamu agma kmu,bg ak agama ak..

    • November 12, 2013 5:58 pm

      Utk mu agama mu,
      untuk ku agama ku?

      Aku lebih suka berkata:
      Tuhan ku ada pada mu,
      Tuhan mu ada pada ku,
      Walau Tuhan Hanya Satu
      Dan di Surga pula ada-Nya.

      Aku tampak tak elehan (tulis: elegan) berkata:
      Utk mu lah agamamu, dan untukku agamaku,
      Karna segala yg utk mu dan yg utk ku beda.

      Oksigen yg untuk mu
      Bukan lah utk ku
      Misalnya.

      Hehe!
      Surat non kafir tak hanya sekitab,
      Tanya juga rumput yg bergoyang.
      Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya.

      Salam Damai!

      • November 29, 2013 2:31 pm

        Jadi,
        Bukan hanya agama, tapi segalanya
        Segala yg utk mu bukan lah utk ku
        Segala yg utk ku bukan utk mu

        Salam Untuk!

      • July 25, 2014 11:49 am

        Jadi,
        Bukan ada yg hrs diperebutkan,
        Walau segalanya hanya satu,
        Tapi semua kita kebagian.

        Salam Damai!

  13. benbrian permalink
    January 1, 2014 5:57 am

    SURAT AL-BAQARAH (2) Ayat 120
    Muhammad Rusli Malik
    وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
    [Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepadamu (Muhammad) hingga kamu mengikuti millah (pola hidup atau agama) mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan jika seandainya kamu benar-benar mengikuti hawa nafsu (kehendak) mereka setelah datang ilmu kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.]
    [And the Jews will not be pleased with you, nor the Christians until you follow their religion. Say: Surely Allah's guidance, that is the (true) guidance. And if you follow their desires after the knowledge that has come to you, you shall have no guardian from Allah, nor any helper.]
    1). Upaya sejak dini memisahkan risalah dan pembawa risalah-nya terungkap jelas melalui ayat ini. Yaitu dengan cara memalingkan Rasul dari risalah yang dibawanya. Agen utama mereka ialah orang-orang Yahudi dan Nashrani. Pertama-tama mereka datang membujuk Rasul, tetapi karena gagal, mereka kemudian melakukannya dengan menyebarkan intrik dan indoktrinasi. Pertama-tama mereka menyebarkan berita yang diakuinya sebagai ajaran yang bersumber dari Kitab Suci mereka. “Dan mereka (kaum Yahudi) berkata: ‘Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.’ (2:80). Tujuannya, menjustifikasi supremasi mereka terhadap Rasul dan pengikutnya tanpa harus meninggalkan kebiasan-kebiasaan lama mereka seperti ajaran baru Nabi Muhammad. Paling tidak, kalau umat Rasul sudah mau berpandangan bahwa “semua agam sama saja”, sudah cukuplah. Tidak perlu mereka pindah agama, cukup mengakui supremasi agama-agama lain. Lalu, mereka (yahudi dan Nashrani) sama-sama datang kepada Rasul dan berkata:“Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nashrani.” (2:111). Harapannya, Rasul ‘memakan’ pancingan mereka. Dan dengan begitu mereka memalingkan Rasul ke pihak mereka, bersekutu dengan mereka, menjalankan agenda-agenda mereka, membiarkan mereka mengeksplorasi dan mengeksploitasi kekayaan negara dan bangsanya, menggelontorkan investasi dengan cara membeli aset-aset yang berada di bawah kontrol Madinah; kendati—secara de-facto—Rasulullah tetap sebagai ‘Kepala Pemerintahan’ yang sah dan dipanuti oleh umat, bangsa, dan negaranya. Itu sebabnya, di sini, Allah tidak menggunakan kata الدِّينِ (ad-dĭyn, aturan hidup), tapi kata مِلّة (millah, pola hidup, cara berfikir). Artinya Rasul tidak perlu mengganti الدِّينِ (ad-dĭyn, aturan hidup), gelar kerasulan, dan baju keagamaannya. Mereka (Yahudi dan Nashrani) juga tidak perlu muncul ke permukaan. Mereka cukup berada di balik layar saja. Yang kelihatan memimpin tetap Rasul. Tetapi yang Rasul musti lakukan ialah melaksanakan rencana-rencana kerja mereka. Apakah Rasul termakan oleh muslihat seperti itu? Tidak. Karena Beliau adalah Khalifah Ilahi yang sah, yang dikontrol langsung oleh Allah sebagai Mursil-nya, yang tak pernah lagi berfikir tentang kepentingan pribadi dan dunianya, maka perangkap politik seperti itu tidak mempan baginya. “Dan betapa banyaknya negeri-negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu, yang (tekita) Kami membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (syaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (47:13-14)
    2). Anak kalimat لَن تَرْضَى عَنكَ [lan tardhā ‘anka, sekali-sekali tidak akan pernah redha kepadamu (Muhammad)] menarik untuk diselami. Tiga kata yang ada di anak kalimat ini masing-masing memiliki maknanya yang dalam, kaitannya dengan masa depan Islam (terhitung sejak zaman Rasul hingga kini dan di masa-masa mendatang). Pertama, kata لَن (lan) adalah huruf nafĭ (negasi) yang termasuk jenis taukĭd (kata penguat atau penegas), untuk menegaskan bahwa negasi yang terjadi di situ sifatnya berkelanjutan, seterusnya, selama-lamanya, sama lamanya dengan usia keberlakuan al-Qur’an. Karena Kitab Suci samawi terakhir ini berlaku hingga Hari Kiamat, maka fungsi لَن (lan) sebagai negasi taukĭd di ayat ini juga berlaku sampai Hari Kiamat. Kedua, kata تَرْضَى (tardhā) yang kata dasarnya رضى (ra-dhi-ya), oleh al-Mawrid al-Qareeb Dictionary diartikan dengan “to be satisfied (with), content (with); to content oneself (with), to be pleased (with); to accept (to), agree (to), approve (of)”. Sedangkan penulis Kamus Kontemporer Arab-Indonesia mengartikannya dengan “merestui, meridhai, senang”. Makanya penulis Kamus al-Munawwir menyebutnya sebagai lawan dari kata سَخِطَ (sa-khi-tha) yang berarti “marah, murka, benci”. Ketiga, kata عَنكَ (‘anka), yang aslinya berasal dari dua penggal kata: عَن (‘an) dan كَ (ka). Kata عَن (‘an) sebetulnya adalah bagian dari kata تَرْضَى (tardhā), sehingga lengkapnya harus berbunyi تَرْضَى عَن (tardhā ‘an). Sehingga yang paling penting di dalam kata عَنكَ (‘anka) ini ialah huruf كَ (ka)-nya yang merupakan dhamĭr mukhathab mufrad (kata ganti orang kedua tunggal) untuk Rasulullah. Disinilah menariknya, huruf كَ (ka)-nya untuk Rasulullah, sementara Rasulullah manusia biasa (secara bilogis) yang kematiannya juga pasti. Padahal tadi dikatakan bahwa kata لَن (lan) menunjukkan negasi taukĭd yang sifatnya berkelanjutan, selama-lamanya. Kalau huruf كَ (ka)-nya hanya dibatasi pada Rasulullah saja, secara otomatis makna yang dikandung kata لَن (lan) menjadi terbatas, bahkan masa berlakunya sangat-sangat singkat dibanding usia keberlakuan al-Qur’an, keberlakuan risalah kenabian. Agar ayat لَن تَرْضَى عَنكَ (lan tardhā ‘anka) terus berlaku, seperti disifati oleh kata لَن (lan), sepanjang keberlakuan al-Qur’an dan risalah kenabian, maka yang bisa difahami di situ ialah bahwa ayat ini memberikan indikasi yang begitu jelas tentang mustinya selalu ada satu sosok ilahi di setiap masa yang mengganti posisi Rasul di huruf كَ (ka)-nya. Sosok-sosok inilah yang akan menerima keberlakuan ayat 120 ini pada dirinya. Kalau sekiranya yang dituju bukan satu sosok khusus, maka ayatnya akan seperti ini: “Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kalian ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kalian ridha kepada mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.” (9:96)
    3). Menurut al-Wahidi, ayat ini turun berkenaan dengan permintaan cease-fire (gencatan senjata) orang-orang Yahudi dan Nashrani kepada Rasul dalam suatu peperangan. Mereka berharap bahwa dengan cease-fire (gencatan senjata) dan waktu tangguh yang diberikan kepada mereka itu, Rasul sekaligus ridha dan sepakat dengan مِلّة (millah, pola hidup, cara berfikir) mereka. Sedangkan menurut as-Suyuthi, mengutip Ibnu Abbas, ayat ini turun berkenaan dengan pemindahan kiblat salat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram, yang membuat orang Yahudi dan Nashrani kecewa dan berputus asa dalam mengusahakan agar Nabi ridha dengan مِلّة (millah, pola hidup, cara berfikir) mereka. Baik salah satunya atau kedua-duanya benar, tetap tidak bertentangan dengan fakta bahwa melalui ayat ini Allah swt meyakinkan kita melalui Rasul bahwa إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى [inna ɦudallaɦ ɦuwal ɦudā, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)], sehingga bagaimanapun canggih, rapih, indah, dan sistematisnya cara mereka menarik perhatian kita untuk ridha kepada مِلّة (millah, pola hidup, cara berfikir) mereka, kita tetap harus berkeyakinan bahwa Islam sebagai هُدَى اللّهِ (ɦudallaɦ,Petunjuk Allah)-lah yang benar. Dengan modal keyakinan seperti itu, kita boleh bergaul dengan siapapun dan dengan agama atau keyakinan apapun, dengan penuh percaya diri, dan dengan prinsip-prinsip yang tak mudah melorot. Penggunaan frase هُدَى اللّهِ (ɦudallaɦ,Petunjuk Allah) menjelaskan dua hal. Satu, risalah yang dibawa Nabi Muhammad bukanlah inisiatif dan kreasi pribadinya, bahkan bukan produk kejeniusan manusia atau makhluk manapun. Risalah Islam adalah Risalah Allah, yang merupakan bukti Kasih Sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya dari kalangan jin dan manusia. Allah tidak ingin membiarkan mereka tersesat. Allah tidak ingin membiarkan mereka menderita dunia-akhirat. Maka Dia mengutus Rasul-Nya untuk membimbing mereka menerapkan risalah tersebut, tanpa perhitungan untung-rugi. Maka kalau manusia menolaknya, manusia itu sendirilah yang merugi. Dua, selain dari yang dibawah oleh Nabi Muhammad, dipastikan bukan هُدَى اللّهِ (ɦudallaɦ), bukan Petunjuk Allah. Sehingga sampai kapan pun dan dengan formula intelektual apapun tetap tidak mampu membawa manusia keluar dari belitan problem hidupnya (individu dan masyarakat). “…Barangsiapa yang menjadikan syaitan (dari kalangan manusia) menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata” (4:119).
    4). Bahkan bukan hanya merugi. Siapa yang mengikuti مِلّة (millah, pola hidup, cara berfikir) mereka, dengan meninggalkan risalah Islamnya, maka Allah memastikan akan menarik diri sebagai Pelindung dan Penolong mereka: وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ [wa lainit-taba’ta aɦwā-aɦum ba’dalladzĭy jā-aka minal-‘ilmi mā laka minallaɦi min waliyyin wa lā nashĭyr, dan jika seandainya kamu benar-benar mengikuti hawa nafsu (kehendak) mereka setelah datang ilmu kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu]. Ada dua jenis pernyataan yang dikandung ayat ini: pernyataan yuridis dan pernyataan logis. Pertama, pernyataan yuridis. Ialah bahwa apabila Nabi atau sosok ilahi pelaksana risalah mengikuti kehendak (hawa nafsu) mereka (Yahudi dan Nashrani), maka Nabi sekalipun, sosok ilahi sekalipun, tidak akan dapat perlindungan dan pertolongan dari Allah. Ini adalah hukum takwini (hukum alam) dan tasyri’i (hukum syariat) yang sangat jelas yang perlu difahami oleh kita semua, pengikut Rasulullah, yang mencita-citakan risalah Islam sebagai landasan hidup berbangsa dan bernegara. Kedua, pernyataan logis. Apabila kita menjadi mangsa bangsa-bangsa lain, menjadi pecundang, menjadi korban ipoleksosbudhan, menjadi bahan mainan, menjadi korban represi dan opresi, menunjukkan kita tidak mendapatkan pertolongan dan perlindungan-Nya. Dan tidak mendapatkan pertolongan dan perlindungan-Nya, logikanya, kita mengikuti kehendak (hawa nafasu) mereka, masuk dalam perangkap yang mereka pasang.
    Pertanyaannya, apakah ayat ini menunjukkan bahwa Rasul sekalipun ‘nyaris’ masuk ke dalam perangkap mereka sehingga diingatkan oleh ayat ini? Tidak. Karena penggalan ayat ini dimulai dengan sebuah pengandaian: وَلَئِنِ (wa lain, dan jika seandainya). Pengandaian bukanlah kejadian. Ayat ini hanya bersifat tarbiyah (pendidikan) kepada kita agar tetap berpegang teguh dan patuh kepada sosok ilahi pelaksana risalah. Begitu lepas dari sosok ilahi ini, kita pun dengan serta-merta diterkam oleh pukat harimau mereka (bangsa Yahudi dan Nashrani). “Dan demikianlah, Kami telah menurunkan (al-Qur’an) itu sebagai hukum (peraturan yang benar) dalam Bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (13:37)
    AMALAN PRAKTIS
    Hidup adalah interaksi. Islam adalah sumber segala kebaikan. Selayaknya, dalam interaksi itu, umat Islamlah yang paling banyak memberi kebaikan. Tetapi faktanya, justru sebaliknya. Dimana letak masalahnya? Kita mengalami kekosongan sosok ilahi sebagai pelaksana risalah yang berfungsi sebagai ‘ibu’ terhadap anak-anaknya. Kita adalah anak-anak yatim yang terlantar, yang menunggu belas kasihan bangsa lain.

  14. Riki R permalink
    July 11, 2014 7:50 am

    وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
    QS. al-Baqarah (2) : 120

    Ayat tersebut memang benar adanya, buktinya aja udah ada di komentar-komentar diatas… jangan sampai terkecoh dengan komentar yang memojokan, biarlah mereka berpendapat apa yang mereka inginkan, itu memang sudah sifat mereka, jangan dipermasalahkan yang penting tidak merugikan… jangan terlalu masukan kehati…

  15. Johne443 permalink
    August 2, 2014 10:26 pm

    Wow, awesome blog layout! How long have you been blogging cdbcdfkfagad

  16. FREDERIK permalink
    October 11, 2014 7:31 am

    AYAT TERSEBUT BERLAKU SAMPAI AKHIR ZAMAN (KIAMAT)…………!!!

    COBA BUKTIKAN DALIL HADITS DAN
    DARI AHLI TAFSIR “TERNAMA”
    (semisal Ibn Tirmidzi, Ibn Ahmad, Bukhari, Muslim, dll)

    ……….BAHWA AYAT ITU HANYA BERLAKU pada zaman Rasulullah saja………!!!!!

    HUKUM & KETENTUAN ALLAH SWT itu adalah MUTLAK………..!!!

  17. FREDERIK permalink
    October 11, 2014 7:33 am

    KESEPAKATAN & PERJANJIAN DAMAI ANTARA YAHUDI/NASRANI
    DENGAN UMMAT ISLAM…………………….pastilah tidak akan lama (abadi)……..

    dan pasti akan dikhianati (oleh mereka)……………!!!!

  18. FREDERIK permalink
    October 11, 2014 7:34 am

    ALLAHU AKBAR……………….3x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: