Beberapa Petunjuk Dalam Menggapai Cita-cita
بسم الله الر حمن الر حيم
Sodara-sodara, sebagai muslim seharusnya kita punya suatu cita-cita. Yaitu dengan tujuan agar keadaan kita di masa depan lebih baik dari pada sekarang ini. Dan ketahuilah, seseorang hari ini disebut sukses apa bila hari ini dia lebih baik dari hari kemaren.
Contoh: “Iedul-Adha kemaren saya tidak Qurban karena saya tidak punya dan tidak mampu membeli hewan Qurban. Maka saya punya cita-cita bahwa saya akan melaksanakannya pada Iedul Adha yang akan datang.”
Contoh lainnya: “Tahun ini saya ingin punya toko untuk jualan di pinggir jalan raya”
Kita bisa memiliki cita-cita seperti itu atau yang lebih besar dari itu. Maka yang harus kita ketahui adalah bagai mana cara kita menggapainya?
Karena apa yang mereka sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepada mereka; maka yang harus kita lakukan dalam menggapainya ialah:
1. Carilah rezki disisi Allah, karena Allah-lah yang menciptakan manusia dan Allah-lah yang memberi rezki kepada mereka
2. Beribadahlah kepada Allah.
Perhatikanlah ayat berikut:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa jika kita memohon sesuatu kepadaNya maka kita harus memenuhi segala perintahnya. Makanya kita harus beribadah pada-Nya. karena tidaklah Allah menciptakan kita kecuali untuk beribadah.
3. Bersyukurlah kepada-Nya.
Setelah kita berusaha mencari rezki disisi-Nya dan beribadah pada-Nya maka yang ketiga bersyukur kepada-Nya.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Demikianlah, dan dalam menggapai cita-cita ini, kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh. Harus berusaha mencari Rezki dan beribadah agar Allah mengabulkan keinginan kita dan bersyukur kepada-Nya agar Allah menambah ni’mat kepada kita.
Hadirin, namun sebelumnya kita harus berfikir terlebih dahulu tentang keinginan kita. Apakah kita hanya bercita-cita agar mendapatkan kebaikan dunia, atau agar mendapat kebaikan di akhirat?
مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِندَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا
Apakah ada orang yang beribadah kepada Allah karena menginginkan kebaikan di dunia ini?
Mari kita perhatikan contoh Do’a orang yang menginginkan kebaikan dunia ini setelah melaksanakan ibadah haji dalam ayat berikut:
فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ
Hanya memberi tahu bahwa jika cita-cita kita adalah mengharapkan kebaikan dunia maka hasilnya akan seperti ini:
مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ
أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Demikianlah bahwa, jika kita ingin pahala di dunia ini maka Allah akan mendatangkannya. Dan jika kita ingin mendapatkan pahala di Akhirat maka Allah pun akan mendatangkannya. Maka fikirkanlah terlebih dahulu tentang apa sebenarnya yang kita harapkan?!.
Dan hadirin, tentu yang lebih baik adalah kita mengharapkan kebaikan di dunia ini dan juga kebaikan di akherat. Yaitu dengan cara berjuang di jalan Allah, seperti para Nabi yang Allah anugerahkan kepada mereka pahala mereka di dunia dan kelak di akherat karenanya.
perhatikanlah ayat berikut:
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَن قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Terima kasih pelajarannya,…salam dari pekalongan.
@Bpk Teguh Sama2
Salam juga dari saya
jika keinginan tercapai\gagal solatnya jangan berhenti ya!. Pak Teguh, salam juga dari saya.
thank’s untuk
ilmunya…:)
@Budi
Ini salah satu kiat kita supaya tak gampang di PHK:
“Siapapun yg memaksa mu berjalan sejauh satu mil,
Berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.”
Salam Damai!