Skip to content

Dengan Karunia Allah dan Rahmat-Nya maka dengan itu bergembiralah. itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan

September 17, 2016

Bismillah,

Hadirin, orang yang kurang tidur karena bekerja keras demi mengumpulkan kekayaan, atau meraih jabatan yang tinggi dan lain sebagainya, tentunya mereka ingin hidup di dunia ini dengan bahagia. bekerja bekerja dan terus bekerja. kalaulah para pekerja keras ini jauh dari tuntunan agama bisa jadi pekerjaan yang tidak baik pun mereka kerjakan. seperti mengurangi timbangan saat berdagang, memfitnah teman di tempat kerja, korupsi dan lain2. dan bisa jadi mereka akan menjadi orang yang kikir. tidak suka bersedekah, kalau bersedekah pun mereka menyakiti perasaan orang yang menerimanya. mudah2 an kita terhindar dari sipat tersebut.

sebenarnya Allah telah menurunkan  al-Quran yang isinya adalah petunjuk menuju jalannya orang2 yang telah diberi ni’mat. hanya saja kebanyakan mereka tidak mau percaya atau ada juga mereka yang percaya tapi tidak mau mengamalkannya.

karunia dan rahmat dari Allah ini dapat diraih dengan mengerjakan perintah2Nya. seperti berinfaq di jalan Allah, yang balasannya seperti menanam satu benih yg menumbuhkan 7 bulir pada tiap tiap bulir seratus biji.contoh lain seperti  membaca dan mengajarkan al-Qur’an mendengarkannya. dan amalan2 lain yang termasuk kedalam amal soleh.

dalam al baqarah ayat 64. yaitu tentang bani israel setelah mereka berpaling, Allah berfirman kalau lah tidak ada karunia Allah dan rahmatNya pasti kamu akan termasuk orang2 yg rugi.

oleh karena itu dengan Karunia Allah dan Rahmat-Nya maka dengan itu bergembiralah. itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan

bentuk karunia yg Allah berikan kepada kita bisa berbeda2, pengalaman ustadz Yusuf mansur tentang karunia yang diperoleh setelah bersedekah, itu pun bisa kita jadikan sebagai contoh. yaitu saat mereka di uji dan di timpa masalah2 berat, setelah beramal soleh maka Allah memberi rejeki kepada mereka dari jalan yang tidak disangka2, dan Allah  memudahkan urusan mereka.

 

 

Bertawakkal kepada Allah, selain Allah hanyalah jalan

June 13, 2016

Hadirin, inti ajaran Islam yang disampaikan para Rasul adalah tauhid. kalimatnya pendek tapi makna yang terkandung didalamnya sangat besar kalimatnya adalah “laa ilaaha illa Allah” tidak ada Tuhan kecuali Allah. Kalimatnya pendek hadirin tapi ingatlah Allah itu memiliki Nama-Nama yang baik yaitu al-Asmaaul Husna. Maha Pengampun, Maha Pemberi rezeki, Maha Menyembuhkan, dan lain lain. dan jika kita sandarkan al-asmaaul Husna kepada kalimat tauhid maka artinya seperti berikut:

Allah Maha Pemberi rezeki, artinya tidak ada yang dapat memberi rezeki kecuali Allah.

Allah Maha Menyembuhkan, artinya tidak ada yang dapat menyembuhkan kecuali Allah

Allah Maha Pemberi petunjuk, tidak ada yang Memberi petunjuk kecuali Allah.

Jadi jelas bahwa tidak ada tempat bagi kita untuk mengabdi kecuali kepada Allah. dan bagaimana dengan selain Allah? selain Allah hanyalah jalan. Allah Maha pemberi Rezeki, perusahaan, majikan, kios toko adalah jalannya. Allah Maha Menyembuhkan, Dokter adalah jalannya. Allah Maha Pemberi Petunjuk, sekolah adalah jalannya

Hadirin, maka dari itu hendaklah orang2 yang bertawakkal itu bertawakkal kepada Allah. supaya orang yang dipecat dari perusahaan atau orang yang tidak punya biaya sekolah tidak berputus asa dalam menjalani kehidupan ini. Yakin bahwa Allah Maha kuasa atas segala sesuatu

 

doa baik yg bisa di gunakan oleh semua umat beragama

July 13, 2015

“Wahai Sang pencipta langit dan bumi, Engkau maha mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui. Maafkanlah jika hambaMu ini salah atau lupa. tunjukkanlan kepadaku jalan yg lurus. yaitu jalan orang yg Engkau beri nikmat kepada mereka. bukan jalan mereka yg dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.”
Hadirin saya muslim jika anda saat ini bingung atau ragu. maka yakinlah bahwa Sang Pencipta itu tidak tidur. Dia mendengar perkataan makhlukNya dan mengetahui apa yg kita sembunyikan.

Allah akan menguji anda untuk mengetahui apakah anda orang yang benar atau pendusta?

October 13, 2012

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadirin, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berkata “saya beriman” sedangkan mereka tidak diuji, dan nanti akan ketahuan siapa diantara kita yang benar dan siapa diantara kita yang berdusta.

Adapun ujian yang akan diberikan kepada kita itu ada dua. Pertama Ujian yang “baik” seperti dikaruniai istri, anak-anak, harta yang banyak, perhiasan dari emas dan perak, kendaraan pilihan, hewan ternak  dan sawah ladang. dan yang kedua adalah ujian yang “buruk” seperti diiuji dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan dengan ujian inilah nanti ketahuan siapa diantara kita yang benar dan siapa diantara kita yang berdusta.

Contohnya adalah ujian yang diterima Nabi Sulaiman. Allah menguji Nabi sulaiman dengan memberi kekayaan, kekuasaan kekuatan dan kepintaran. maka apakah Nabi sulaiman bersyukur atas apa yang telah Allah anugerahkan baginya, atau kufur seperti Qorun dan firaun?. Jika bersyukur akan ditambah dan jika kufur maka azab Allah sangatlah pedih. Dan alhamdulillah, Nabi sulaiman adalah Nabi yang taat dan patut menjadi contoh bagi siapapun diantara kalian yang saat ini sedang diuji dengan diberi kekuasaan.

Contoh lainnya adalah ujian yang diterima nabi Ayyub. Allah menguji Nabi Ayyub dengan penyakit. Dan Allah menyembuhkan beliau setelah berdo’a. Dan kisah Nabi Ayyub ini dapat menjadi contoh bagi siapa saja diantara kalian yang saat ini sedang sakit. Agar kita bersabar.

Hadirin, baik dan buruk adalah ujian bagi kita. Tentunya diantara kita ada yang lulus, dan ada yang gagal dalam menghadapinya.

Orang-orang yang berhak mendapatkan keamanan

July 23, 2011

بسم الله الر حمن الر حيم

Allah berkuasa menimpakan 2 hal. Dan jika 2 hal tersebut menimpa kita, maka sebahagian diantara kita tidak akan aman hidup di dunia ini:

1.  Allah berkuasa mengirimkan azab dari atas dan dari bawah kaki kita

Apa dan seperti apakah azab yang datang dari atas dan datang dari bawah kaki kita?

Azab adalah suatu balasan dari Tuhan kepada jin dan manusia, karena mereka kufur. sebagai contohnya adalah azab yang menimpa kaum Nabi Nuh, dan kaum para nabi yang datang setelahnya. Maka diantara mereka ada yang binasa oleh azab yang datang dari atas mereka dan ada juga yang binasa oleh azab yang datang dari bawah telapak kaki mereka.

Azab dari atas contohnya adalah air hujan yang dengannya kaum nabi nuh yang kafir binasa. Atau hujan batu yang membinasakan kaum Luth. Azab seperti ini juga terjadi di zaman ketika ka’bah mau dihancurkan oleh tentara bergajah baca kisahnya dalam al-Quran surat al-Fiil. Dan adapun azab yang datangnya dari bawah kaki contohnya adalah gempa yang membinasakan kaum Hud, Soleh dan Suaib.

2.  Allah berkuasa mencampurkan kita dalam golongan-golongan dan merasakan kepada sebahagian kita keganasan sebahagian yang lain.

Perpecahan yang menyebabkan pembunuhan ini telah terjadi pada orang-orang dahulu. mereka berselisih setelah datang kepada mereka beberapa macam keterangan.

Sebelum saya lanjutkan, ada suatu pertanyaan; apakah bercerai-berai dan berselisih adalah suatu perbuatan salah, dan karenanya manusia akan menerima azab? Pertanyaan ini jawabannya ada dalam ayat berikut:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَـٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

  • Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat, (QS. 3:105)

Hadirin Itulah dua hal yang sanggup Allah timpakan kepada kita sebagai manusia. Dan jelas bahwa sebahagian di antara kita akan merasa tersiksa karenanya. Maka dari itu, dalam hidup ini kita membutuhkan keamanan; aman dari azab Allah yang pedih. Dan sekarang, bagaimanakah agar kita termasuk diantara orang-orang yang aman?

Apakah ada diantara anda yang mengira bahwa harta yang anda kumpulkan itu akan mengekalkan anda?

Perhatikan gambar-gambar tersebut. Membuktikan bahwa orang yang memiliki rumah yang kokoh dan harta itu bukanlah orang yang dijamin akan aman hidup di dunia ini. Maka pertanyaannya: siapakah orang-orang yang berhak mendapatkan keamanan jika kamu mengetahui?

الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 6:82)

Hadirin, demikianlah bahwa kunci agar kita memperoleh keamanan adalah kita harus beriman, yaitu dengan ke imanan yang tidak dicampuri oleh kezaliman, dan sebagai contoh adalah kisah2 yang saya bahas tadi. Allah menyelamatkan nabi Nuh, dan orang-orang yang beriman yang bersamanya di dalam bahtera, dan Allah juga menyelamatkan para Rasul yang datang setelahnya bersama orang-orang yang beriman yang bersama Rasul2 mereka, dan Allah membinasakan yang lain.

Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki

March 1, 2011

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadirin, pada tulisan sebelumnya saya telah membahas mengenai beberapa petunjuk dalam menggapai cita-cita. Dan yang akan saya bahas disini adalah apa yang akan kita lakukan dan bagaimana sikap kita, jika kita berhasil atau tidak berhasil mendapatkan apa yang kita cita-citakan?!.

Manusia dalam menerima suatu keputusan itu bermacam-macam. contohnya adalah orang-orang yang berhasil memperoleh apa yang mereka inginkan setelah berupaya dengan kemampuan mereka. Maka diantara mereka ada yang bersyukur kepada Tuhannya dan diantara mereka ada yang bangga dan kufur kepada Tuhannya. dan diantara mereka yang sombong berkata: “saya mendapatkan semua ini karena kepintaran saya”. Begitu pula jika mereka gagal dalam memperoleh apa yang mereka inginkan. Di antara mereka ada bersabar dan diantara mereka ada yang putus asa dan tidak berterima kasih.

Apakah rezeki yang anda peroleh hari ini tidak sesuai dengan yang anda harapkan?

Bisa jadi anda kecewa, putus-asa dan tidak berterima kasih kepada Tuhan anda. Dan yang lebih buruk lagi ialah anda menyalahkan Allah dan berkata: “kenapa saya gagal? Padahal saya rajin shalat dan saya telah berdo’a agar Allah mengabulkannya untuk saya! ”

Hadirin, jika ternyata kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan di dunia ini, maka yang pertama adalah kita harus beriman. Yakin bahwa rezeki itu bukan kita yang ngatur. Allah-lah yang mengatur kita, bukan kita yang mengatur-Nya. Allah lebih tahu apa yang baik bagi kita.

Bisa jadi kita menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kita, dan bisa jadi kita membenci sesuatu padahal itu baik bagi kita.

Dan setelah kita beriman kepada ketetapan Allah dengan menerima apa yang Allah berikan bagi kita, maka yang harus kita lakukan selanjutnya adalah bertawakal, dan mensyukurinya. Karena Allah suka dengan orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya, dan jika kita bersyukur maka Allah akan menambahnya.

Dalam hal ini ada suatu ayat yang harus kita yakini bahwa, Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Karena itu bersabarlah, dan bersyukurlah.

Beberapa Petunjuk Dalam Menggapai Cita-cita

January 22, 2011

بسم الله الر حمن الر حيم

Sodara-sodara, sebagai muslim seharusnya kita punya suatu cita-cita. Yaitu dengan tujuan agar keadaan kita di masa depan lebih baik dari pada sekarang ini. Dan ketahuilah, seseorang hari ini disebut sukses apa bila hari ini dia lebih baik dari hari kemaren.

Contoh: “Iedul-Adha kemaren saya tidak Qurban karena saya tidak punya dan tidak mampu membeli hewan Qurban. Maka saya punya cita-cita bahwa saya akan melaksanakannya pada Iedul Adha yang akan datang.”

Contoh lainnya: “Tahun ini saya ingin punya toko untuk jualan di pinggir jalan raya”

Kita bisa memiliki cita-cita seperti itu atau yang lebih besar dari itu. Maka yang harus kita ketahui adalah bagai mana cara kita menggapainya?

Karena apa yang mereka sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepada mereka; maka yang harus kita lakukan dalam menggapainya ialah:

1.  Carilah rezki disisi Allah, karena Allah-lah yang menciptakan manusia dan Allah-lah yang memberi rezki kepada mereka

2. Beribadahlah kepada Allah.

Perhatikanlah ayat berikut:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

  • Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. 2:186)
  •  

    Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa jika kita memohon sesuatu kepadaNya maka kita harus memenuhi segala perintahnya. Makanya kita harus beribadah pada-Nya. karena tidaklah Allah menciptakan kita kecuali untuk beribadah.

    3. Bersyukurlah kepada-Nya.

    Setelah kita berusaha mencari rezki disisi-Nya dan beribadah pada-Nya maka yang ketiga bersyukur kepada-Nya.

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

  • Dan takala Rabbmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. 14:7)
  •  

    Demikianlah, dan dalam menggapai cita-cita ini, kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh. Harus berusaha mencari Rezki dan beribadah agar Allah mengabulkan keinginan kita dan bersyukur kepada-Nya agar Allah menambah ni’mat kepada kita.

    Hadirin, namun sebelumnya kita harus berfikir terlebih dahulu tentang keinginan kita. Apakah kita hanya bercita-cita agar mendapatkan kebaikan dunia, atau agar mendapat kebaikan di akhirat?

    مَّن كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِندَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

  • Barangsiapa yang menghendaki pahala dunia, maka disisi Allah-lah pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. 4:134)
  • Apakah ada orang yang beribadah kepada Allah karena menginginkan kebaikan di dunia ini?

    Mari kita perhatikan contoh Do’a orang yang menginginkan kebaikan dunia ini setelah melaksanakan ibadah haji dalam ayat berikut:

    فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

  • Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang mendo’a: “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (QS. 2:200)
  • Hanya memberi tahu bahwa jika cita-cita kita adalah mengharapkan kebaikan dunia maka hasilnya akan seperti ini:

    مَن كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

  • Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. (QS. 11:15)
  • أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

  • Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan (QS. 11:16)
  • Demikianlah bahwa, jika kita ingin pahala di dunia ini maka Allah akan mendatangkannya. Dan jika kita ingin mendapatkan pahala di Akhirat maka Allah pun akan mendatangkannya. Maka fikirkanlah terlebih dahulu tentang apa sebenarnya yang kita harapkan?!.

    Dan hadirin, tentu  yang lebih baik adalah kita mengharapkan kebaikan di dunia ini dan juga kebaikan di akherat. Yaitu dengan cara berjuang di jalan Allah, seperti para Nabi yang Allah anugerahkan kepada mereka pahala mereka di dunia dan kelak di akherat karenanya.

    perhatikanlah ayat berikut:

    وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

  • Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. 3:145)
  • وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

  • Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. 3:146)
  • وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَن قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

  • Tidak ada do’a mereka selain ucapan: “Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-berlebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (QS. 3:147)
  • فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

  • Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 3:148)