Skip to content

Perumpamaan Kehidupan Dunia

August 22, 2010
tags:

بسم الله الر حمن الر حيم

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ ۚ كَذَ‌ٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman di bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir. (QS. 10:24)


وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Dan Allah menyeru ke Darus-salam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (QS. 10:25)

Demikianlah Perumpamaan kehidupan dunia. Dan Allah menjelaskan pula tentang perhiasan dunia ini dalam Surat Kahf yang artinya:

  1. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya. (QS. 18:7)
  2. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus. (QS. 18:8)

Ayat-ayat tersebut sangat bagus bagi kita, sebagai peringatan jangan sampai kita celaka karenanya. Mari kita perhatikan ayat-ayat berikut:

إِنَّا بَلَوْنَاهُمْ كَمَا بَلَوْنَا أَصْحَابَ الْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ

Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari, (QS. 68:17)

وَلَا يَسْتَثْنُونَ

dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin), (QS. 68:18)

فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ

lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Rabbmu ketika mereka sedang tidur, (QS. 68:19)

فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ

maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita, (QS. 68:20)

فَتَنَادَوْا مُصْبِحِينَ

lalu mereka panggil memanggil di pagi hari. (QS. 68:21)

أَنِ اغْدُوا عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَارِمِينَ

“Pergilah di waktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya”. (QS. 68:22)

فَانطَلَقُوا وَهُمْ يَتَخَافَتُونَ

Maka pergilah mereka saling berbisik-bisikan. (QS. 68:23)

أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ

“Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun yang masuk ke dalam kebunmu”. (QS. 68:24)

وَغَدَوْا عَلَىٰ حَرْدٍ قَادِرِينَ

Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya). (QS. 68:25)

فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوا إِنَّا لَضَالُّونَ

Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan), (QS. 68:26)

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ

bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)”. (QS. 68:27)

قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ

Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih” (QS. 68:28)

قَالُوا سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

Mereka mengucapkan: “Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”. (QS. 68:29)

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَاوَمُونَ

Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela-mencela. (QS. 68:30)

قَالُوا يَا وَيْلَنَا إِنَّا كُنَّا طَاغِينَ

Mereka berkata: “Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampui batas”. (QS. 68:31)

عَسَىٰ رَبُّنَا أَن يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِّنْهَا إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا رَاغِبُونَ

Mudah-mudahan Rabb kita memberi ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Rabb kita. (QS. 68:32)

كَذَ‌ٰلِكَ الْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

Seperti itulah azab. Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui. (QS. 68:33)

Semoga kita dapat mensyukuri atas ni’mat yang telah Allah berikan bagi kita.

Salam.

12 Comments leave one →
  1. August 22, 2010 1:41 pm

    Subhanallah,…

    • Budi Muhammad Natsir permalink*
      August 22, 2010 2:41 pm

      @kang Hanifa
      Subhanallah

  2. اسوب سوبرييادي permalink
    August 23, 2010 6:12 am

    lantas Allah heran kepada orang-orang beriman (tepatnya mungkin yang ngaku beriman), “belum datangkah waktunya bagi orang yang beriman untuk tunduk patuh kepada Allah?” (QS. Al-Hadiid : 16)

    Sungguh, O Allah, sudah datang waktuku. dari sini, aku sadar!

    nice share…

    salaam kenal

    • August 23, 2010 7:22 am

      Salam kenal juga. Senang berkenalan dengan anda. Sahabat, bagaimana saya memanggil nama anda dalam aksara latin?

      • اسوب سوبرييادي permalink
        August 23, 2010 7:35 am

        Nami Pribados, Usup Supriyadi😀

  3. August 24, 2010 2:24 pm

    postingan yang menarik, dan benar… hidup ini hanya permainan belaka, jadi jangan larut dan terlena.

    • Budi Muhammad Natsir permalink*
      August 24, 2010 2:56 pm

      Teman, katanya anda berada di perusahaan perkebunan besar disana, saya suka sekali dengan perkebunan yang luas. Itu adalah sebahagian perhiasan dunia; dan Taman di akhirat yg mengalir di bawahnya sungai-sungai itu lebih baik dan kekal.

      • adi isa permalink
        August 25, 2010 3:27 pm

        mencari penghidupan itu dimana saja, baik diperkebunan atau dihiruk-pikuknya perkotaan, dan semua itu agar kita bisa bertahan hidup didunia. alam begitu luas, karena tuhan memberi lebih dari yang kita mau. mungkin taman akherat adalah taman impian semua orang, namun kadang jalannya banyak godaanx

  4. August 24, 2010 2:56 pm

    salam .

    sungguh tulisan yang kerent dan sangat bermakna …hidup hanya lah sebuah wayang yang gimana sangdalang untuk memainkannya .

  5. October 18, 2010 7:04 am

    YA, dan adapun manusia Tuhan mereka adalah Allah yang memberi petunjuk kepadanya.

  6. Koyung permalink
    April 26, 2013 12:02 am

    Mantab sob, jajakumullah khairan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: