Skip to content

Muhammad Adalah Rasul yang diberitakan Dalam Kitab-kitab Terdahulu; Maka Ikutilah

August 26, 2010

بسم الله الر حمن الر حيم

Allah adalah Tuhan yang menciptakan kita dan orang-orang sebelum kita. Sebagai manusia, tentunya kita membutuhkan petunjuk dari-Nya. Agar kita mendapatkan ampunan-Nya, dan agar kita berjalan di jalan orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh-Nya.

Dan segala puji bagi Allah. Dia telah mengutus Nabi Muhammad dan menurunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Allah telah berfirman kepadanya:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Karena itu, kita harus mengikutinya. Walau pun beliau sudah tidak ada bersama kita di dunia ini. ingatlah ayat berikut:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul 234. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. 3:144)

Berikut adalah ayat-ayat yang memberitakan bahwa Nabi Muhammad adalah benar-benar Rasul yang Allah utus, yang kedatangannya telah dikabarkan dalam kitab-kitab Allah sebelumnya.

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri 97. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. (QS. 2:146)

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka 574. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:157)

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُم بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَـٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

Dan ketika Isa putera Maryam berkata:” Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad”. Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata:” Ini adalah sihir yang nyata “. QS. ash-Shaff (61) : 6

Untuk membuktikannya kita harus membaca kitab-kitab tersebut. Namun masalahnya, saat ini warga muslim yang beriman dengan kitab-kitab tersebut, walaupun mereka beriman tapi mereka meragukan isinya dengan alasan kitab-kitab tersebut sudah tidak asli lagi. Diantaranya karena dalam kitab-kitab tersebut terdapat banyak kontradiksi, dan tidak adanya naskah Taurat dan Injil yang terdahulu, yang diterima Nabi Musa dan Nabi Yesus(Isa).

Walau pun demikian, berita tentang Nabi Muhammad tersebut samar-samar masih ada dalam kitab-kitab tersebut dalam versi yang sekarang. bahkan ditemukan juga dalam kitab-kitab lain, seperti dalam kitabnya Umat Hindu dan Budha, seperti berikut:


Prophet Muhammad in Christians’ Scripture

Old Testament

The Qur’an mentions in Surah Al-Araf chapter 7 verse 157: “Those who follow the Messenger, the unlettered Prophet, whom they find mentioned in their own (scriptures) in the law and the Gospel”.

  1. Prophet Muhammad, prophesised in the Book of Deuteronomy:
    Almighty God speaks to Moses in Book of Deuteronomy chapter 18 verse 18: “I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and I will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.”
    The Christians say that this prophecy refers to Jesus (pbuh) because Jesus (pbuh) was like Moses (pbuh). Moses (pbuh) was a Jew, as well as Jesus (pbuh) was a Jew. Moses (pbuh) was a Prophet and Jesus (pbuh) was also a Prophet.

    If these two are the only criteria for this prophecy to be fulfilled, then all the Prophets of the Bible who came after Moses (pbuh) such as Solomon, Isaiah, Ezekiel, Daniel, Hosea, Joel, Malachi, John the Baptist, etc. (pbut) will fulfill this prophecy since all were Jews as well as prophets.

    However, it is Prophet Muhammad (pbuh) who is like Moses (pbuh):

    • Both had a father and a mother, while Jesus (pbuh) was born miraculously without any male intervention.
      [Mathew 1:18 and Luke 1:35 and also Al-Qur’an 3:42-47]
    • Both were married and had children. Jesus (pbuh) according to the Bible did not marry nor had children.
    • Both died natural deaths. Jesus (pbuh) has been raised up alive. (4:157-158)

    Muhammad (pbuh) is from among the brethren of Moses (pbuh). Arabs are brethren of Jews. Abraham (pbuh) had two sons: Ishmail and Isaac (pbut). The Arabs are the descendants of Ishmail (pbuh) and the Jews are the descendants of Isaac (pbuh).

    Words in the mouth:

    Prophet Muhammad (pbuh) was unlettered and whatever revelations he received from Almighty God he repeated them verbatim.

    “I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.” [Deuteronomy 18:18]

    • Both besides being Prophets were also kings i.e. they could inflict capital punishment. Jesus (pbuh) said, “My kingdom is not of this world.” (John 18:36).
    • Both were accepted as Prophets by their people in their lifetime but Jesus (pbuh) was rejected by his
      people. John chapter 1 verse 11 states, “He came unto his own, but his own received him not.”
    • Both brought new laws and new regulations for their people. Jesus (pbuh) according to the Bible did not bring any new laws. (Mathew 5:17-18).

  2. It is Mentioned in the book of Deuteronomy chapter 18:19 “And it shall come to pass, that whosoever will not harken unto my words which he shall speak in my name, I will require it of him.”

New Testament

Al-Qur’an Chapter 61 Verse 6: “And remember, Jesus, the son of Mary, said, ‘O Children of Israel! I am the messenger of Allah (sent) to you, confirming the Law (which came) before me and giving glad tidings of a messenger to come after me, whose name shall be Ahmed.’ But when he came to them with clear signs, they said, ‘This is evident sorcery!’ ”

All the prophecies mentioned in the Old Testament regarding Muhammad (pbuh) besides applying to the Jews also hold good for the Christians.

  1. John chapter 14 verse 16: “And I will pray the Father, and he shall give you another Comforter, that he may abide with you forever.”
  2. Gospel of John chapter 15 verse 26: “But when the Comforter is come, whom I will send unto you from the Father, even the Spirit of truth, which proceedeth from the Father, he shall testify of me.”
  3. Gospel of John chapter 16 verse 7: “Nevertheless I tell you the truth; it is expedient for you that I go away: for if I go not away, the Comforter will not come unto you; but if I depart, I will send him unto you”.
    “Ahmed” or “Muhammad” meaning “the one who praises” or “the praised one” is almost the translation of the Greek word Periclytos. In the Gospel of John 14:16, 15:26, and 16:7. The word ‘Comforter’ is used in the English      translation for the Greek word Paracletos which means advocate or a kind friend rather than a comforter.

    Paracletos is the warped reading for Periclytos. Jesus (pbuh) actually prophesised Ahmed by name. Even the Greek word Paraclete refers to the Prophet (pbuh) who is a mercy for all creatures.

  4. Some Christians say that the Comforter mentioned in these prophecies refers to the Holy Sprit. They fail to realise that the prophecy clearly says that only if Jesus (pbuh) departs will the Comforter come. The Bible states that the Holy Spirit was already present on earth before and during the time of Jesus (pbuh), in the womb of Elizabeth, and    again when Jesus (pbuh) was being baptised, etc. Hence this prophecy refers to none other than Prophet Muhammad (pbuh).

  5. Gospel of John chapter 16 verse 12-14: “I have yet many things to say unto you, but ye cannot bear them now. Howbeit when he, the Spirit of truth is
    come, he will guide you unto all truth: for he shall not speak of himself; but whatsoever he shall hear, that shall he     speak: and he will shew you things to come. He shall glorify me”.

The Sprit of Truth, spoken about in this prophecy refers to none other than Prophet Muhammad (pbuh).

NOTE: All quotations of the Bible are taken from the King James Version.

Prophet Muhammad in Jews’ Scripture

Book of Deuteronomy

  1. God Almighty speaks to Moses in Book of Deuteronomy chapter 18 verse 18:”I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.”
  2. Prophet Muhammad (pbuh) is like Moses (pbuh):
    1. Both had a father and a mother.
    2. Both were married and had children.
    3. Both were accepted as Prophets by their people in their lifetime.
    4. Both besides being Prophets were also kings i.e. they could inflict capital punishment.
    5. Both brought new laws and new regulations for their people.
    6. Both died a natural death.
  3. Muhammad (pbuh) is from among the brethren of Moses (pbuh). Arabs are brethren of Jews. Abraham (pbuh) had two sons: Ishmail and Isaac. The Arabs are the descendants of Ishmail (pbuh) and the Jews are the descendants of Isaac (pbuh).
  4. Words in the mouth:Prophet Muhammad (pbuh) was unlettered and whatever revelations he received from God Almighty he repeated it verbatim. Deuteronomy (18:18):“I will raise them up a Prophet from among their brethren, like unto thee, and will put my words in his mouth; and he shall speak unto them all that I shall command him.”

Book of Isaiah

It is mentioned in the book of Isaiah chapter 29 verse 12:

“And the book is delivered to him that is not learned saying, ‘Read this, I pray thee’; and he saith, ‘I am not learned’.

“When Archangel Gabriel commanded Muhammad (pbuh) by saying ‘Iqra’, he replied “I am not learned”.

All the prophecies mentioned in the Old Testament regarding Muhammad (pbuh) besides applying to the Jews also hold good for the Christians (H Q. 61:6).

Prophet Muhammad in Hindus’ Scripture

Bhavishya Purana

  1. According to Bhavishya Purana in the Prati Sarag Parv III Khand 3 Adhay 3 Shloka 5 to 8.

    “A malecha (belonging to a foreign country and speaking a foreign language) spiritual teacher will appear with his companions. His name will be Mohammad. Raja (Bhoj) after giving this Maha Dev Arab (of angelic disposition) a bath in the Panchgavya and the Ganga water (i.e. purifying him of all sins) offered him the present of his sincere devotion and showing him all reverence said, “I make obeisance to thee. O ye! The pride of mankind, the dweller in Arabia, Ye have collected a great force to kill the Devil and you yourself have been protected from the malecha opponents.”
    The Prophecy clearly states:

    1. The name of the Prophet as Mohammad.
    2. He will belong to Arabia. The Sanskrit word Marusthal means a sandy track of land or a desert.
    3. Special mention is made of the companions of the Prophet, i.e. the Sahabas. No other Prophet had as many companions as Prophet Muhammad (pbuh).
    4. He is referred as the pride of mankind (Parbatis nath). The Glorious Qur’an reconfirms this”And thou (standest) on an exalted standard of character” [Al-Qur’an 68:4]”Ye have indeed in the Messenger of Allah, a beautiful pattern (of conduct)”. [Al-Qur’an 33:21]
    5. He will kill the devil, i.e. abolish idol worship and all sorts of vices.
    6. The Prophet will be given protection against his enemy.

    Some people may argue that ‘Raja’ Bhoj mentioned in the prophecy lived in the 11th century C.E. 500 years after the advent of Prophet Muhammad (pbuh) and was the descendant in the 10th generation of Raja Shalivahan. These people fail to realise that there was not only one Raja of the name Bhoj. The Egyptian Monarchs were called as Pharaoh and the Roman Kings were known as Caesar, similarly the Indian Rajas were given the title of Bhoj. There were several Raja Bhoj who came before the one in 11th Century C.E.

    The Prophet did not physically take a bath in the Panchgavya and the water of Ganges. Since the water of Ganges is considered holy, taking bath in the Ganges is an idiom, which means washing away sins or immunity from all sorts of sins. Here the prophecy implies that Prophet Muhammad (pbuh) was sinless, i.e. Maasoom.

  2. According to Bhavishya Purana in the Pratisarag Parv III Khand 3 Adhay 3 Shloka 10 to 27 Maharishi Vyas has prophesised:“The Malecha have spoiled the well-known land of the Arabs. Arya Dharma is not to be found in the country. Before also there appeared a misguided fiend whom I had killed; he has now again appeared being sent by a powerful enemy. To show these enemies the right path and to give them guidance, the well-known Muhammad (pbuh), is busy in bringing the Pishachas to the right path. O Raja, You need not go to the land of the foolish Pishachas, you will be purified through my kindness even where you are. At night, he of the angelic disposition, the shrewd man, in the guise of Pishacha said to Raja Bhoj, “O Raja! Your Arya Dharma has been made to prevail over all religions, but according to the commandments of Ishwar Parmatma, I shall enforce the strong creed of the meat eaters. My followers will be men circumcised, without a tail (on his head), keeping beard, creating a revolution announcing the Aadhaan (the Muslim call for prayer) and will be eating all lawful things. He will eat all sorts of animals except swine. They will not seek purification from the holy shrubs, but will be purified through warfare. On account of their fighting the irreligious nations, they will be known as Musalmaans. I shall be the originator of this religion of the meat-eating nations.”The Prophecy states that:
    1. The evil doers have corrupted the Arab land.
    2. Arya Dharma is not found in that land.
    3. The Indian Raja need not go the Arab land since his purification will take place in India after the musalmaan will arrive in India.
    4. The coming Prophet will attest the truth of the Aryan faith, i.e. Monotheism and will reform the misguided people.
    5. The Prophet’s followers will be circumcised. They will be without a tail on the head and bear a beard and will create a great revolution.
    6. They will announce the Aadhaan, i.e. ‘the Muslim call for prayer’.
    7. He will only eat lawful things and animals but will not eat pork. The Qur’an confirms this in no less than 4 different places:In Surah Al-Baqarah chapter 2 verse 173
      In Surah Al-Maidah chapter 5 verse 3
      In Surah Al-Anam chapter 6 verse 145
      In Surah Al-Nahl chapter 16 verse 115″Forbidden to you for food are dead meat, blood, flesh of swine, and that on which hath been invoked the name of other than Allah”.

    8. They will not purify with grass like the Hindus but by means of sword they will fight their irreligious people.
    9. They will be called musalmaan.
    10. They will be a meat-eating nation.The eating of herbivorous animals is confirmed by the Qur’an in Surah Maidah, chapter 5 verse 1 and in Surah Muminun chapter 23 verse 21
  3. According to Bhavishya Purana, Parv – III Khand 1 Adhay 3 Shloka 21-23:“Corruption and persecution are found in seven sacred cities of Kashi, etc. India is inhabited by Rakshas, Shabor, Bhil and other foolish people. In the land of Malechhas, the followers of the Malechha dharma (Islam) are wise and brave people. All good qualities are found in Musalmaans and all sorts of vices have accumulated in the land of the Aryas. Islam will rule in India and its islands. Having known these facts, O Muni, glorify the name of thy lord”.The Qur’an confirms this in Surah Taubah chapter 9 verse 33 and in Surah Al Saff chapter 61 verse 9:“It is He who hath sent His Messenger with Guidance and the Religion of Truth, to proclaim it over all religion, even though the Pagans may detest (it)”.A similar message is given in Surah Fatah chapter 48 verses 28 ending with, “and enough is Allah as a witness”.

Atharvaveda

  1. In the 20th book of Atharvaveda Hymn 127 Some Suktas (chapters) are known as Kuntap Sukta. Kuntap means the consumer of misery and troubles. Thus meaning the message of peace and safety and if translated in Arabic means Islam.Kuntap also means hidden glands in the abdomen. These mantras are called so probably because their true meaning was hidden and was to be revealed in future. Its hidden meaning is also connected with the navel or the middle point of this earth. Makkah is called the Ummul Qur’a the mother of the towns or the naval of the earth. In many revealed books it was the first house of Divine worship where God Almighty gave spiritual nourishment to the world. The Qur’an says in Surah Ali-Imran chapter 3, verse 96:“The first house (of worship) appointed for men was that at Bakkah (Makkah) full of blessings and of guidance and for all kinds of beings”. Thus Kuntap stands for Makkah or Bakkah.Several people have translated these Kuntap Suktas like M. Bloomfield, Prof. Ralph Griffith, Pandit Rajaram, Pandit Khem Karan, etc.The main points mentioned in the Kuntap Suktas i.e. in Atharvaveda book 20 Hymn 127 verses 1-13 are:
    1. Mantra 1
      He is Narashansah or the praised one (Muhammad). He is Kaurama: the prince of peace or the emigrant, who is safe, even amongst a host of 60,090 enemies.
    2. Mantra 2
      He is a camel-riding Rishi, whose chariot touches the heaven.
    3. Mantra 3
      He is Mamah Rishi who is given a hundred gold coins, ten chaplets (necklaces), three hundred good steeds and ten thousand cows.
    4. Mantra 4
      Vachyesv rebh. ‘Oh! ye who glorifies’.

      1. The Sanskrit word Narashansah means ‘the praised one’, which is the literal translation of the Arabic word Muhammad (pbuh).The Sanskrit word Kaurama means ‘one who spreads and promotes peace’. The holy Prophet was the ‘Prince of Peace’ and he preached equality of human kind and universal brotherhood. Kaurama also means an emigrant. The Prophet migrated from Makkah to Madinah and was thus also an Emigrant.
      2. He will be protected from 60,090 enemies, which was the population of Makkah. The Prophet would ride a camel. This clearly indicates that it cannot be an Indian Rishi, since it is forbidden for a Brahman to ride a camel according to the Sacred Books of the East, volume 25, Laws of Manu pg. 472. According to Manu Smirti chapter 11 verse 202, “A Brahman is prohibited from riding a camel or an ass and to bathe naked. He should purify himself by suppressing his breath”.
      3. This mantra gave the Rishi’s name as Mamah. No rishi in India or another Prophet had this name Mamah which is derived from Mah which means to esteem highly, or to revere, to exalt, etc. Some Sanskrit books give the Prophet’s name as ‘Mohammad’, but this word according to Sanskrit grammar can also be used in the bad sense. It is incorrect to apply grammar to an Arabic word. Actually shas the same meaning and somewhat similar pronunciation as the word Muhammad (pbuh).He is given 100 gold coins, which refers to the believers and the earlier companions of the Prophet during his turbulent Makkan life. Later on due to persecution they migrated from Makkah to Abysinia. Later when Prophet migrated to Madinah all of them joined him in Madinah.The 10 chaplets or necklaces were the 10 best companions of the Holy Prophet (pbuh) known as Ashra-Mubbashshira (10 bestowed with good news). These were foretold in this world of their salvation in the hereafter i.e. they were given the good news of entering paradise by the Prophet’s own lips and after naming each one he said “in Paradise”. They were Abu Bakr, Umar, Uthman, Ali, Talha, Zubair, Abdur Rahman Ibn Auf, Saad bin Abi Waqqas, Saad bin Zaid and Abu Ubaidah (May Allah be well-pleased with all of them).The Sanskrit word Go is derived from Gaw which means ‘to go to war’. A cow is also called Go and is a symbol of war as well as peace. The 10,000 cows refer to the 10,000 companions who accompanied the Prophet (pbuh) when he entered Makkah during Fateh Makkah which was a unique victory in the history of mankind in which there was no blood shed. The 10,000 companions were pious and compassionate like cows and were at the same time strong and fierce and are described in the Holy Quran in Surah Fatah:”Muhammad is the Messenger of Allah; and those who are with him are strong against unbelievers, (but) compassionate amongst each other.” [Al-Qur’an 48:29]
      4. This mantra calls the Prophet as Rebh which means one who praises, which when translated into Arabic is Ahmed, which is another name for the Holy Prophet (pbuh).
  2. Battle of the Allies described in the Vedas. It is mentioned in Atharvaveda Book XX Hymn 21 verse 6, “Lord of the truthful! These liberators drink these feats of bravery and the inspiring songs gladdened thee in the field of battle. When thou renders vanquished without fight the ten thousand opponents of the praying one, the adoring one.”

    1. This Prophecy of the Veda describes the well-known battle of Ahzab or the battle of the Allies during the time of Prophet Muhammed. The Prophet was victorious without an actual conflict which is mentioned in the Qur’an in Surah Ahzab:”When the believers saw the confederate forces they said, “This is what Allah and His Messenger had promised us and Allah and His Messenger told us what was true.” And it only added to their faith and their zeal in obedience.” [Al-Qur’an 33:22]
    2. The Sanskrit word karo in the Mantra means the ‘praying one’ which when translated into Arabic means ‘Ahmed’, the second name of Prophet Muhammed (pbuh).
    3. The 10,000 opponents mentioned in the Mantra were the enemies of the Prophet and the Muslims were only 3000 in number.
    4. The last words of the Mantra aprati ni bashayah means the defeat was given to the enemies without an actual fight.

  3. The enemies’ defeat in the conquest of Makkah is mentioned in Atharvaveda book 20 Hymn 21 verse no 9:”You have O Indra, overthrown 20 kings and 60,099 men with an outstripping Chariot wheel who came to fight the praised one or far famed (Muhammad) orphan.”
    1. The population of Makkah at the time of Prophet’s advent was nearly 60,000
    2. There were several clans in Makkah each having its own chief. Totally there were about 20 chiefs to rule the population of Makkah.
    3. An Abandhu meaning a helpless man who was far-famed and ‘praised one’. Muhammad (pbuh) overcame his enemies with the help of God.

Prophet Muhammad in Buddhists’ Scripture

Buddha prophesised the advent of a Maitreya

  1. Almost all Buddhist books contain this prophecy. It is in Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76:

    “There will arise in the world a Buddha named Maitreya (the benevolent one) a holy one, a supreme one, an enlightened one, endowed with wisdom in conduct, auspicious, knowing the universe:”What he has realized by his own supernatural knowledge he will publish to this universe. He will preach his religion, glorious in its origin, glorious at its climax, glorious at the goal, in the spirit and the letter. He will proclaim a religious life, wholly perfect and thoroughly pure; even as I now preach my religion and a like life do proclaim. He will keep up the society of monks numbering many thousands, even as now I keep up a society of monks numbering many hundreds”.

  2. According to Sacred Books of the East volume 35 pg. 225:

    “It is said that I am not an only Buddha upon whom the leadership and order is dependent. After me another Buddha maitreya of such and such virtues will come. I am now the leader of hundreds, he will be the leader of thousands.”
  3. According to the Gospel of Buddha by Carus pg. 217 and 218 (From Ceylon sources):Ananda said to the Blessed One, ‘Who shall teach us when thou art gone?’ And the Blessed one replied, ‘I am not the first Buddha who came upon the earth nor shall I be the last. In due time another Buddha will arise in the world, a holy one, a supremely enlightened one, endowed with wisdom in conduct, auspicious, knowing the universe, an incomparable leader of men, a master of angels and mortals. He will reveal to you the same eternal truths, which I have taught you. He will preach his religion, glorious in its origin, glorious at the climax and glorious at the goal. He will proclaim a religious life, wholly perfect and pure such as I now proclaim. His disciples will number many thousands while mine number many hundreds.’Ananda said, ‘How shall we know him?’ The Blessed one replied, ‘He will be known as Maitreya’.”
    1. The Sanskrit word ‘Maitreya’ or its equivalent in PaliMetteyya’ means loving, compassionate, merciful and benevolent. It also means kindness and friendliness, sympathy, etc. One Arabic word which is equivalent to all these words is ‘Rahmat’. In Surah Al-Anbiya:”We sent thee not, but as a mercy for all creatures.”
      [Al-Qur’an 21:107]Prophet Muhammad (pbuh) was called the merciful, which is ‘Maitri’.

    2. The words Mercy and Merciful are mentioned in the Holy Qur’an no less than 409 times.
    3. Every chapter of the Glorious Qur’an, except Chapter 9, i.e. Surah Taubah begins with the beautiful formula, ‘Bismillah Hir-Rahman Nir-Rahim‘, which means ‘In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful’.
    4. The Word Muhammad is also spelt as ‘Mahamet’ or ‘Mahomet’ and in various other ways in different languages. The word ‘Maho’ or ‘Maha’ in Pali and Sanskrit mean Great and Illustrious and ‘Metta’ means mercy. Therefore ‘Mahomet’ means ‘Great Mercy’.

Buddha’s doctrine was Esoteric and Exoteric

According to Sacred Books of the East, volume 11, pg. 36 Maha-Parinibbana Sutta chapter 2 verse 32:

“I have preached the truth without making any distinction between exoteric and esoteric doctrine, for in respect of truths, Ananda, the Tathagata has no such thing as the closed fist of a teacher, who keeps something back”.

Muhammad (pbuh) on the commandment of Almighty God delivered the message and doctrine without making any distinction between esoteric and exoteric. The Qur’an was recited in public in the days of the Prophet and is being done so till date. The Prophet had strictly forbidden the Muslims from hiding the doctrine

Devoted Servitors of the Buddhas

According to Sacred Books of the East volume 11 pg. 97 Maha-Parinibbana Sutta Chapter 5 verse 36:

“Then the Blessed one addressed the brethren, and said, ‘Whosoever, brethren have been Arahat-Buddhas through the long ages of the past, they were servitors just as devoted to those Blessed ones as Ananda has been to me. And whosoever brethren shall be the Arahat-Buddhas of the future, there shall be servitors as devoted to those Blessed ones as Ananda has been to me’.”

The Servitor of Buddha was Ananda. Muhammad (pbuh) also had a servitor by the name Anas (r.a.) who was the son of Malik. Anas (r.a...) was presented to the Prophet by his parents. Anas (r.a...) relates: “My mother said to him, ‘Oh Messenger of God, here is your little servant’.” Further Anas relates, “I served him from the time I was 8 years old and the Prophet called me his son and his little beloved”. Anas (r.a...) stayed by the Prophet in peace and in war, in safety as well as in danger till the end of his life.

  1. Anas (r.a.), even though he was only 11 years old stayed beside the Prophet during the battle of Uhud where the Prophet’s life was in great danger.
  2. Even during the battle of Honain when the Prophet was surrounded by the enemies who were archers, Anas (r.a...) who was only 16 years old stood by the Prophet.Anas (R) can surely be compared with Ananda who stood by Gautam Buddha when the mad elephant approached him.

Six Criteria for Identifying Buddha

According to the Gospel of Buddha by Carus pg. 214:

“The Blessed one said, ‘There are two occasions on which a Tathagata’s appearance becomes clear and exceedingly bright. In the night Ananda, in which a Tathagata attains to the supreme and perfect insight, and in the night in which he passes finally away in that ultra passing which leaves nothing whatever of his earthly existence to remain.’ “

According to Gautam Buddha, following are the six criteria for identifying a Buddha.

  1. A Buddha attains supreme and perfect insight at night-time.
  2. On the occasion of his complete enlightenment he looks exceedingly bright
  3. A Buddha dies a natural death.
  4. He dies at night-time.
  5. He looks exceedingly bright before his death.
  6. After his death a Buddha ceases to exist on earth.
  1. Muhammad (pbuh) attained supreme insight and Prophethood at night-time.According to Surah Dukhan: “By the books that makes thing clear – We sent it down during a blessed night.” [Al-Qur’an 44:2-3]According to Surah Al-Qadar: “We have indeed revealed this (message) in the night of power.” [Al-Qur’an 97:1]
  2. Muhammad (pbuh) instantly felt his understanding illumined with celestial light.
  3. Muhammad (pbuh) died a natural death.
  4. According to Ayesha (r.a.), Muhammad (pbuh) expired at night-time. When he was dying there was no oil in the lamp and his wife Ayesha (r.a.) had to borrow oil for the lamp.
  5. According to Anas (r.a.), Muhammad (pbuh) looked exceedingly bright in the night of his death.
  6. After the burial of Prophet Muhammad (pbuh) he was never seen again in his bodily form on this earth.

Buddhas are only Preachers

According to Dhammapada, Sacred Books of East vol 10 pg. 67:

“The Jathagatas (Buddhas) are only Preachers.”
The Qur’an says in Surah Ghashiya:
“Therefore do thou give admonition, for thou art one to admonish. Thou art not one to manage (men’s) affairs.”
[Al-Qur’an 88:21-22]

Identification of Maitreya by Buddha

According to Dhammapada, Mattaya Sutta, 151:

“The promised one will be:

  1. Compassionate for the whole creation
  2. A messenger of peace, a peace-maker
  3. The most successful in the world

The Maitreya as a Preacher of morals will be:

  1. Truthful
  2. Self-respecting
  3. Gentle and noble
  4. Not proud
  5. As a king to creatures
  6. An example to others in deeds and in words”.

Prophet Muhammad in Parsis’ Scripture

Prophet Muhammad in Zend Avesta

It is mentioned in Zend Avesta Farvardin Yasht chapter 28 verse 129
(Sacred Books of the East, volume 23, Zend Avesta Part II pg. 220):

“Whose name will be the Victorious, Soeshyant and whose name will be Astvat-ereta. He will be Soeshyant (The Beneficent one) because he will benefit the whole bodily world. He will be Astvat-ereta (he who makes the people, bodily creatures rise up) because as a bodily creature and as a living being he will stand against the destruction of the bodily (being) creatures to withstand the drug of the two footed brood, to withstand the evil done by the faithful (idolaters and the like and the errors of the Mazdaynians)”.

This Prophecy applies to no other person more perfectly than it does to Muhammad (pbuh):

  1. The Prophet was not only victorious at Fatah Makkah but was also merciful when he let go the blood thirsty opponents by saying:“There shall be no reproof against you this day”.
  2. Soeshyant means the ‘praised one’ (refer Haisting’s Encyclopedia), which translated in Arabic means Muhammad (pbuh).
  3. Astvat-ereta is derived from the root word Astu which in Sanskrit as well as in Zend means ‘to praise’. The infinitive Sitaudan in present day Persian means praising. It can also be derived from the Persian root word istadan which would mean ‘one who makes a thing rise up’. Therefore Astvat-ereta means the one who praised, which is the exact translation of the Arabic word ‘Ahmed’ which is another name for Prophet Muhammad (pbuh). The Prophecy clearly mentions both the names of the Prophet i.e. Muhammad (pbuh) and Ahmed (pbuh).
  4. The Prophecy further says that he will benefit the whole bodily world and the Qur’an testifies this in Surah Al-Anbiya chapter 21 verse 107:“We sent thee not, but as a mercy for all creatures.” [Al-Qur’an 21:107]

Sanctity of Prophet’s Companions

In Zend Avesta Zamyad Yasht chapter 16 verse 95 (Sacred Books of the East, volume 23 Zend Avesta Part II pg. 308):

“And there shall his friends come forward, the friends of Astvat-ereta, who are fiend-smitting, well thinking, well-speaking, well-doing, following the good law and whose tongues have never uttered a word of falsehood.”

  1. Here too Prophet Muhammad (pbuh) is mentioned by name as Astvat-ereta.
  2. There is also a mention of the Prophet’s friends as companions who will be fighting the evil; pious, holy men having good moral values and always speaking the truth. This is a clear reference to the Sahabas – the prophet’s companions.

Prophet Muhammad in Dasatir

The sum and substance of the prophecy mentioned in Dasatir is, that when the Zoroastrian people will forsake their religion and will become dissolute, a man will rise in Arabia, whose followers will conquer Persian and subjugate the arrogant Persians. Instead of worshipping fire in their own temples, they will turn their faces in prayer towards Kaaba of Abraham (pbuh) which will be cleared of all idols. They (the followers of the Arabian Prophet), will be a mercy unto the world. They will become masters of Persia, Madain, Tus, Balkh, the sacred places of the Zoroastrians and the neighbouring territories. Their Prophet will be an eloquent man telling miraculous things.

This Prophecy relates to no other person but to Muhammad (pbuh)

Muhammad will be the Last Prophet

It is mentioned in Bundahish chapter 30 verses 6 to 27 that Soeshyant will be the last Prophet implying that Muhammad (pbuh) will be the last Prophet. The Qur’an testifies this in Surah Ahzab.

“Muhammad is not the father of any of your men, but (he is) the Messenger of Allah, and the Seal of the Prophets: and Allah has full knowledge of all things.” [Al-Qur’an 33:40]

sumber: http://www.ilovezakirnaik.com/index.htm

Allah lebih mengetahui.

salam


59 Comments leave one →
  1. August 27, 2010 4:16 am

    Semoga kita semua dapat syafaatNya di hari Kemudian, Amin

    • Budi Muhammad Natsir permalink*
      August 27, 2010 7:15 am

      Amin.

      Bpk Teguh, Selamat ibadah saum.

    • Pantun3 permalink
      April 29, 2015 8:08 am

      Masalah utamanya= bnyk nabi2 PALSU, terutama nabi yg EGOIS – yg tdk memperbolehkan kehadiran nabi2 selanjutnya dng ‘KLAIM SEPIHAK sbg nabi yg terakhir’.

      Ciri2 nabi palsu:

      1) TIDAK BISA melakukan hal2 yg GHOIB/MUKJIZAT (yg bisa dibuktikan, dan bisa diulang2)

      2) TERCEMAR dng peperangan (ie: TAK SUCI)

      Kok nabi meMERINTAHkan pengikutnya untuk berperang FISIK? Nabi yg baik itu cukup mendoakan saja, ngak perlu hasut2/beri perintah untuk berperang.

      3) MUNAFIK/INKONSISTEN/DOUBLE STANDARD – Omongan/Ajarannya tdk sesuai dng PERBUATANNYA SENDIRI

      Contoh: nabi yg mengajarkan unt ‘boleh menikah dng MAXIMUM 4 istri’, tp dia sendiri ‘menikah dng LEBIH DARI 4 istri’.
      Jd nabi tsb jg TIDAK SUCI krn KEMUNAFIKANnya.

      TELADAN YG TAK BAIK tidak layak unt diikuti!!!!

      Masih mau mengikuti TELADAN YG TAK BAIK?
      Masih mau mengikuti nabi palsu?
      Masih mau mengikuti ajaran yg TAK RASIONAL?
      Masih mau mengikuti ajaran yg TERCEMAR (oleh KEMUNAFIKAN)?
      Masih mau mengikuti agama yg TAK SEMPURNA (krn tercemar oleh KEMUNAFIKAN)?

      • Eric permalink
        July 10, 2015 9:14 am

        anak singkong berkomentar @pantun 3

      • July 13, 2015 4:42 am

        ?

      • wildan permalink
        August 13, 2015 10:50 pm

        Pantun3 .Apakah anda pernah hidup dijaman nabi muhammad sehingga anda bisa mengatakan bahwa nabi muhammad menikah lebih dari empat. Anda seorang nasrani klo mau belajar islam jangan mebaca buku karangan misionaris kristen yg tidak bisa menerima bahwa nabi muhammad adalah seorang nabi. Sampe kiamat pun mereka tidak akan beriman pda Allah dan nabi muhammad mereka hanya belajar mencari ksalahan2 dlm alquran dan mereka tidak pernah bisa menemukan kesalahan dan mereka tdk akan bsa merubah alquran. Karena Alquran adalah firman Allah dan Allah sendiri yg akan menjaga kemurnian dan kesucian dri Alquran. Pantun3 klo anda mau belajar islam,belajarlah pda orang yg mengerti dan faham tentang islam.

      • August 13, 2015 11:25 pm

        Dunia ini telah tercemar
        Sejarah berdarah-darah
        Semua merasa benar

        Ujilah segala sesuatu
        Ambil yg baik2nya
        Tuhan itu baik

        Salam Damai!

  2. September 25, 2010 8:36 pm

    nice post. Thank you.

  3. October 5, 2010 7:29 pm

    I am curious exactly what Ryan thinks about that!!

    Katherine

  4. October 24, 2010 12:36 pm

    Subhanallah…

  5. AbuRazziq permalink
    November 2, 2010 5:54 am

    nice post…

    salam kenal…

    http://muslimmagz.com/component/k2/itemlist/user/73-aburazziq.html

  6. December 16, 2010 11:19 pm

    Kami sekelompok relawan dan memulai inisiatif merek baru dalam sebuah komunitas. weblog Anda diberikan kepada kita informasi berharga untuk bekerja pada. Anda telah melakukan pekerjaan yang menakjubkan!

  7. December 17, 2010 4:58 pm

    great post, thanks for sharing

  8. December 19, 2010 7:02 am

    I have been back here 3 times now and am absolutely loving the energy on this discussion. Thanks for a fantastic outlet to read high quality information.

  9. December 21, 2010 6:54 am

    Maintained by the General Service Office of Alcoholics Anonymous (Great Britain) Ltd.

  10. April 21, 2011 9:08 am

    I know this is really boring and you are skipping to the next comment, but I just wanted to throw you a big thanks – you cleared up some things for me!

  11. April 25, 2011 5:57 pm

    Excellent info it is surely. My father has been searching for this update

  12. April 25, 2011 8:10 pm

    hey there did you shell out money for this particular wordpress theme you are working with or did you to obtain it free someplace and if thats the case could you please tell me exactly where thanks

  13. April 28, 2011 7:14 am

    There are some interesting points in time on this article but I don’t know if I see all of them center to heart. There’s some validity however I will take maintain opinion till I look into it further. Good article , thanks and we would like extra! Added to FeedBurner as nicely

  14. April 30, 2011 7:56 pm

    I must say that overall I am really impressed with this blog.It is easy to see that you are passionate about your writing. If only I had your writing ability I look forward to more updates and will be returning.

  15. May 1, 2011 11:18 pm

    I must say that overall I am really impressed with this blog.It is easy to see that you are passionate about your writing. If only I had your writing ability I look forward to more updates and will be returning.

  16. natasha atira permalink
    May 2, 2011 12:35 pm

    best lah cerita ni

  17. May 2, 2011 9:27 pm

    Terima kasih atas posting ini, cukup membantu dan mengatakan banyak

    • Budi Muhammad Natsir permalink*
      May 24, 2011 10:37 am

      sama2 anda mengerti bahasa Indonesia?

  18. May 2, 2011 10:10 pm

    woww.. your article is good. its helpful me.. keep posting buddy🙂

    • Budi Muhammad Natsir permalink*
      May 24, 2011 10:35 am

      insya Allah.

  19. September 3, 2011 5:05 am

    I think this is one of the most significant information for me. And i am glad reading your article. But want to remark on some general things, The site style is wonderful, the articles is really nice : D. Good job, cheers

  20. September 7, 2011 12:05 pm

    I live in London

  21. September 10, 2011 6:08 pm

    I’d like to appreciation for the work you’ve made in writing this publish. This has been an encouragement in my opinion. I’ve passed this on to a friend. thankyou

  22. mayang permalink
    November 19, 2011 2:39 pm

    Coba bandingkan dengan yang ini:
    Mahamada (Muhamad??) dalam Bhavisya Purana adalah reinkarnasi Iblis Trupura Sura

    Inilah Purana Hindu yang meramalkan Muhammad…
    Bhavishya purana (futuristic mythology)(Circa 3000 B.C)
    from (http://www.indiadivine.org/hinduism/articles/188/1/Bhavishya-Purana-The-Prediction-of-Islam)
    Translation

    [From the third part of the Pratisarga Parva.]
    untuk lihat bahasa sangsekertanya lihat di Blog ini:
    http://bhavishyapuran.blogspot.com/2007/07/bhavishya-purana-prediction-of.html

    According to Bhavishya purana
    Mahamada (Incarnation of Tripurasura the demon) = Dharmadushika (Polluter of righteousness)
    Religion founded by Mahamada = Paisachyadharama (demoniac religion)
    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    Shri Suta Gosvami said: In the dynasty of king Shalivahana, there were ten kings who went to the heavenly planets after ruling for over 500 years. Then gradually the morality declined on the earth. At that time Bhojaraja was the tenth of the kings on the earth. When he saw that the moral law of conduct was declining he went to conquer all the directions of his country with ten-thousand soldiers commanded by Kalidasa. He crossed the river Sindhu and conquered over the gandharas, mlecchas, shakas, kasmiris, naravas and sathas. He punished them and collected a large ammount of wealth. Then the king went along with Mahamada (Muhammad), the preceptor of mleccha-dharma, and his followers to the great god, Lord Shiva, situated in the desert. He bathed Lord Shiva with Ganges water and worshipped him in his mind with pancagavya (milk, ghee, yoghurt, cow dung, and cow urine) and sandalwood paste, etc. After he offered some prayers and pleased him.

    Terjemahan:
    Shri Suta Gosvami berujar: Pada dinasti raja Shalivahana, terdapat 10 raja yang pergi ke surga setelah berkuasa lebih dari 500 tahun. Kemudian di bumi secara perlahan lahan terjadilah kemerosotan moral. Saat itu adalah masa pemerintahan raja Bhojaraja yang merupakan raja kesepuluh di bumi. Ketika ia melihat hukum moral dan tingkah laku merosot, Ia kemudian memerintahkan Kalidasa dengan membawa 10.000 tentara menaklukan seluruh penjuru negaranya. Ia menyeberang sungai Sindhu dan lebih menaklukkan gandharas, mlecchas, shakas, kasmiris, naravas dan sathas. Ia menghukum mereka dan mengumpulkan sejumlah besar kekayaan. Kemudian Raja bersama dengan Mahamada ( Mohammad ), seorang pemberi Ajarana mleccha-dharma dan para pengikut Raja pergi kepada Tuhan yang Maha Tinggi, Siwa, yang bertempat di Padang pasir. Setelah ia lakukan Puja dan menyenangkan Nya, kemudian Ia permandikan Dewa Siwa dengan air suci Ganga dan memujanya dalam pikiran dengan persembahan pancagavya (susu, ketimun, yoghurt, tahi hewan lembu, dan air kencing lembu) dan ramuan kayu cendana, dll .

    ***
    Suta Goswami said: After hearing the king’s prayers, Lord Shiva said: O king Bhojaraja, you should go to the place called Mahakakshvara, that land is called Vahika and now is being contaminated by the mlecchas. In that terrible country there no longer exists dharma. There was a mystic demon named Tripura(Tripurasura), whom I have already burnt to ashes, he has come again by the order of Bali. He has no origin but he achieved a benediction from me. His name is Mahamada(Muhammad) and his deeds are like that of a ghost. Therefore, O king, you should not go to this land of the evil ghost. By my mercy your intelligence will be purified. Hearing this the king came back to his country and Mahamada(Muhammad) came with them to the bank of the river Sindhu. He was expert in expanding illusion, so he said to the king very pleasingly: O great king, your god has become my servant. Just see, as he eats my remnants, so I will show you. The king became surprised when he saw this just before them. Then in anger Kalidasa rebuked Mahamada(Muhammad) “O rascal, you have created an illusion to bewilder the king, I will kill you, you are the lowest…”

    Terjemahan:
    Shri Suta Gosvami berujar: Setelah mendengar Doa dari Raja, Dewa Siwa bertkata: “O raja Bhojaraja, kamu harus pergi ke tempat yang dinamakan Mahakakshvara, Negeri itu dinamakan Vahika dan sekarang tercemar dengan mlecchas. Itu adalah negeri yang sangat rusak dimana tidak ada lagi Dharma. Dulu pernah ada Iblis yang bernama Tripura ( Tripurasura ), dimana Aku pernah memusnahknnya menjadi debu, namun ia kembali lagi atas perintah Bali. Ia tidak berasal dari manapun namun ia mendapatkan tidak origin tetapi dia memperoleh berkat dariKu. nama nya adalah Mahamada ( muhammad ) dan perbuatannya adalah serupa Iblis. Oleh karena itu “O raja, Kamu memang tidak seharusnya pergi ketempat dimana Iblis bersemayam. Dan dengan berkatKu maka Kecerdasanmu akan jernih kembali” Mendengar ini, maka raja kembali ke negeri nya dan Mahamada ( muhammad ) bersama mereka sampailah pada pinggiran sungai Sindhu. Ia(mahamada) adalah seorang ahli dalam mengembangkan Ilusi/khayalan, sehingga ia berkata pada raja dengan sangat senangnya: “O raja besar, tuhan mu telah menjadi pelayan saya. Lihat saja, setelah Ia makan remah2 ku, Saya akan tunjukan padamu. Sang raja menjadi terkejut ketika melihat ini dihadapan mereka. Kemudian dalam kemarahannya Kalisada menegur: “Hai bajingan, kamu telah ciptakan khayalan untuk membingungkan Raja. Saya akan membunuhmu, kamu adalah orang yang rendah”

    ***
    That city is known as their site of pilgrimage, a place which was Madina or free from intoxication. Having a form of a ghost (Bhuta), the expert illusionist Mahamada(Muhammad) appeared at night in front of king Bhojaraja and said: O king, your religion is of course known as the best religion among all. Still I am going to establish a terrible and demoniac religion by the order of the Lord . The symptoms of my followers will be that they first of all will cut their genitals, have no shikha, but having beard, be wicked, make noise loudly and eat everything. They should eat animals without performing any rituals. This is my opinion. They will perform purificatory act with the musala or a pestle as you purify your things with kusha. Therefore, they will be known as musalman, the corrupters of religion. Thus the demoniac religion will be founded by me. After having heard all this the king came back to his palace and that ghost(Muhammad) went back to his place.

    Terjemahan:
    Kota itu dikenal sebagai tempat mereka naik haji, sebuah tempat yang mana dahulunya Madiana atau bebas dari kemabukan. Pada suatu malam, Bentukan dari iblis, Sang Ahli Ilusidan sihir , Mahamada ( muhammad ) muncul di hadapan raja Bhojaraja dan berkata : “O raja , agamamu sudah tentu merupakan agama terbaik diantara yang ada. Namun tetapa Aku akan mendirikan suatu agama yang mengerikan dan berbau Iblis seperti yang dikatakan Tuhan. Nantinya, pengikutku mempunyai cirri-ciri yaitu pertama2 mereka disunat, tidak shikkha, namun berjenggot, keras/jahat, membuat kegaduhan dengan nyaringnya dan memakan segala. Mereka seharusnya makan binatang apapun tanpa melakukan persembahan. Ini adalah pendapatku. Mereka melakukan ritual penyucian dengan betuk seperti engkau menyucikan segala sesuatunya dengan kusha . karena itu, mereka akan dikenal sebagai kaum musalman kaum agaman corrupters. demikian agama dengan sentuhan Iblis itu diciptakan oleh ku. Setelah mendengar semua Sang raja kembali ke istana nya dan itu hantu ( muhammad ) itu kembali ketempatnya

    ***
    The intelligent king, Bhojaraj established the language of Sanskrit in three varnas – the brahmanas, kshatriyas and vaisyas – and for the shudras he established prakrita-bhasha, the ordinary language spoken by common men. After ruling his kingdom for 50 years, he went to the heavenly planet. The moral laws established by him were honored even by the demigods. The arya-varta, the pious land is situated between Vindhyacala and Himacala or the mountains known as Vindhya and Himalaya. The Aryans reside there, but varna-sankaras reside on the lower part of Vindhya. The musalman people were kept on the other side of the river Sindhu.
    On the island of Barbara, Tusha and many others also the followers of Isamsiha were also situated as they were managed by a king or demigods.

    Terjemahan:
    Raja cerdas, Bhojaraj mendirikan bahasa sansekerta tiga varnas – brahmanas, kshatriyas dan vaisyas – dan shudras dia mendirikan prakrita-bhasha, bahasa umum untuk pergaulan. Setelah Raja memerintah kerajaan nya selama 50 tahun, Ia pergi kesurga. hukum moral yang didirikan olehnya bahkan sangat diihormati bahkan oleh para mahluk setengah dewa. Arya-varta , tanah yang diberkati ini berada diantara Vindhyacala dan Himacala atau pegunungan yang dikenal sebagai Vindhya dan Himalaya. Kaum Aryan bertempat-tinggal disana, tetapi varna-sankaras bertempat-tinggal di bagian Vindhya yang lebih rendah. Kaum musalman tetap berada di sisi lain sungai Sindhu.

    di pulau babara , Tusha dan banyak lainnya juga merupakan pengikut Isamsiha dimana mereka di atur oleh seorang raja atau demigods.
    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    Note This
    Lord Shiva said: O king Bhojaraja, you should go to the place called Mahakakshvara, that land is called Vahika and now is being contaminated by the mlecchas. In that terrible country there no longer exists dharma. There was a mystic demon named Tripura(Tripurasur), whom I have already burnt to ashes, he has come again by the order of Bali. He has no origin but he achieved a benediction from me. His name is Mahamada(Muhammad) and his deeds are like that of a ghost.
    According to Bhavishya Purana Muhammad was the rebirth of Tripurasura the Demon.
    Tripurasura was killed by Shiva in his(Tripurasura’s) past life.

    Terjemahan:
    Lord Shiva berkata: O raja Bhoraja, engkau mesti pergi ke tempat yang bernama Mahakakshvara, tanah itu dinamakan Vahika dan sekarang sedang terkontaminasi oleh Mlecah (artinya: lihat di bawah). Di negara yang kacau balau itu dharma tidak ada lagi. Ada seorang Iblis bernama Tripura (tripurasur). Yang dulu pernah aku bakar menjadi debu. Ia datang kembali atas perintah bali. Ia tidak berasal namun menerima berkat dariku. namanya adalah Mahamada (Muhammad) dan Kelakuannya bagaikan bagaikan hantu

    Menurut Bhasviya purana maka Muhammad adalah reinkarnasi dari Setan Tripurasura
    Tripurasura perah di bunuh oleh Lord Shiva dikehidupan sebelumnya

    mleccha
    1 A barbarian,a non Aryan ( One not speaking the Sanskrit Language or not conform in to Hindu or Aryan institutions),a foreigner in general
    2 An Outcast, a very low man, Bodhayana thus defines the word:
    gomAmsakhAdako yastu viruddhaM bahubhAshhate | sarvAchAravihInashcha mlechchha ityabhidhiiyate |

    He who eats cow’s meat, and speaks a lot against shastras and he, who is also devoid of all forms of spiritual practice, is called a mlechha.

    3 A sinner, A wicked person, A savage or barbarian race

    Paisachya

    Demonical, Infernal

    Asura (meaning)
    (from Sanskrit dictionary)

  23. December 4, 2011 8:38 am

    to: mayang
    Muhammad Adalah Rasul yang diberitakan Dalam Kitab-kitab Terdahulu.

    mayang, membaca tulisan tersebut jika yang dimaksud benar maka anda harus yakin bahwa Muhammad itu memang diberitakan dalam kitab2 tersebut. adapun kisahnya dia adalah seorang Rasul yang diberi kitab yaitu al-Quran mengikuti milah Ibrahim.

    sekarang bandingkan dengan ajarannya
    dalam ajaran Tuhan tidak ada reinkarnasi karena setelah mati kita memang akan dihidupkan kembali tapi bukan ke bumi ini.
    coba baca tulisanmu: Mahamada (Muhamad??) dalam Bhavisya Purana adalah reinkarnasi Iblis Trupura Sura
    saya tidak tahu iblis trupura, yang saya tahu iblis makhluk yang akan datang kepada keturunan Nabi Adam dan umurnya di tangguhkan(dia masih hiduup). kesimpulannya mustahil iblis reinkarnasi.

  24. Anton permalink
    December 6, 2011 9:51 pm

    to F.O.Y
    sepertinya anda belum paham tentang reinkarnasi. coba cari dulu apa itu reinkarnasi dalam hindu. jangan belajar reinkarnasi dari literatur islam.

    Reinkarnasi dalam Veda

    Agama Hindu sudah jelas-jelas meyakini reinkarnasi, reinkarnasi adalah ajaran dasar pada kedua agama Timur ini. Di Hindu sendiri poin reinkarnasi masuk kedalam 5 dasar keyakinan mendasar. Ayat-ayat yang membenarkan reinkarnasi dalam Hindu antara lain adalah sebagai berikut:
    Dahulu kala Prajapati mencipta manusia bersama bhakti persembahannya dan berkata dengan ini engkau akan berkembangbiak dan biarlah dunia ini jadi sapi perahanmu.-[Bhagavad-Gita 3.10]
    Beberapa jiwa memasuki kandungan untuk ditubuhkan; yang lain memasuki obyek-obyek diam sesuai dengan perbuatan dan pikiran mereka.-[Katha Upanisad 2.2.7]
    Mahluk-mahluk di dunia yang terikat ini adalah bagian percikan yang kekal (Brahman) dari Ku, mereka berjuang keras melawan 6 indria termasuk pikiran.-[Bhagavad Gita 15.7]
    Setelah memakai badan ini dari masa kecil hingga muda dan tua, demikian jiwa berpindah ke badan lain, ia yang budiman tidak akan tergoyahkan-[Bhagawad Gita 2.13]
    Ibarat orang meninggalkan pakaian lama dan menggantinya dengan yang baru, demikian jiwa meninggalkan badan tua dan memasuki jasmani baru.-[Bhagawad Gita 2.22]
    Dan bagaimanapun keadaan mahluk-mahluk itu, apakah mereka itu selaras (sattvika), penuh nafsu (rajasa), ataupun malas (tamasa), ketahuilah bahwa semuanya itu berasal dari Aku. Aku tak ada di sana, tetapi mereka ada pada-Ku. Dikelabui oleh ketiga macam sifat alam (guna) ini, seluruh dunia tidak mengenal Aku, yang mengatasi mereka dan kekal abadi. Maya ilahi-Ku ini, yang mengandung ketiga sifat alam itu sulit untuk diatasi. Tetapi, mereka yang berlindung pada-Ku sajalah yang mampu untuk mengatasinya.-[Bhagavad Gita 7.12-14]
    Maya tanpa kecerdasan dan Material mempunyai sifat: kebaikan/selaras (satwam), nafsu/kekuatan (rajas) dan kebodohan/kelambaman (tamas)” -[Siwa Samhita 1.79]
    Mahluk hidup diikat oleh sifat-sifat tersebut dan sulit dikendalikan……-[Bhagavad Gita 14.5]
    Mahluk hidup pindah dari satu badan ke badan lainnya dengan membawa kesadaran masing-masing, seperti udara yang membawa jenis bau-bauan tertentu. Berdasarkan kesadaran demikian mahluk hidup meninggalkan badan dan menerima badan baru yang lain.-[Bhagavad Gita 15.8].
    Dan masih banyak ayat-ayat lain yang menyingung reinkarnasi dalam ajaran Veda.
    Dari uraian sebelumnya sudah terdapat bukti autentik mengenai kebenaran ajaran reinkarnasi.

  25. Anton permalink
    December 6, 2011 9:55 pm

    Reinkarnasi dalam Ajaran Kristen

    Firman mengenai konsep reinkarnasi tercantum jelas di Alkitab, seperti misalnya di Kejadian 6:3:
    Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”
    Kemudian di kitab Yehezkiel 37:1-14:
    ..Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. Lalu Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”
    Aku menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!”
    Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”
    Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku;
    dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.
    Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.”
    Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku.
    Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.
    Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel.
    Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
    Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.”
    Menurut sarjana Alkitab, Kitab Yehezkiel di tulis di sekitar tahun 500 tahun SM. Beberapa pendapat menyatakan bahwa kejadian di Yehezkiel tersebut diatas bukan merupakan kejadian nyata. Apabila pendapat ini diterima, maka implikasinya adalah:
    • Alkitab jelas bukan buku suci dan jelas juga bukan kitab sejarah yang dapat dipercaya akurasi kebenarannya.
    • Alkitab tidak ditulis oleh orang-orang yang diilhami roh kudus atau para penyeleksi kitab tidak terinspirasi dari roh kudus.
    • Berita keselamatan dan janji surga merupakan khayalan semata dari para pengarangnya.
    Lepas dari itu semua, kalimat pasal 37 di atas mengindikasikan pengarangnya dan/atau masyarakat Yahudi saat itu sangat mengenal konsep reinkarnasi dengan baik. Allah terlihat melakukan demonstrasi bagaimana reinkarnasi itu ada dan terjadi pada sekelompok orang.
    Berikutnya adalah di Kitab Maleakhi 4:5 yang dipercaya di tulis di tahun (430-420 SM)
    Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
    Kemudian di Injil Yohanes 1:6-21, terdapat percakapan berkenaan dengan ‘Elia akan datang’ yaitu ketika Yohanes pembaptis ditanya masyarakat mengenai siapa dirinya.
    Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes…Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: “Siapakah engkau?”.Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.” Lalu mereka bertanya kepadanya: “Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?”. Dan ia menjawab: “Bukan!”. “Engkaukah nabi yang akan datang?”. Dan ia menjawab: “Bukan!”
    Percakapan di atas, memberikan bukti bahwa kepercayaan reinkarnasi sudah melekat kuat dikalangan yahudi di tahun awal Masehi. Kemudian di Injil Matius 11:13-15, 17:18, Markus 9:13, Yesus sendiri memberikan konfirmasi bahwa Yohanes Pembaptis adalah reinkarnasi Elia!
    Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan–jika kamu mau menerimanya–ialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
    Di Injil Yohanes 9:1-3, tersurat jelas bahwa Yesus dan murid-muridnya mengenal baik konsep kelahiran kembali saat menyembuhkan orang Buta:
    Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
    Diagnosa yang dilakukan Yesus diatas apakah dapat dianggap bahwa Yesus menolak konsep Kelahiran kembali?
    Untuk dapat menjawab ini, kita kutip kitab keluaran 34:7,
    Aku tetap mengasihi beribu-ribu keturunan dan mengampuni kesalahan dan dosa; tetapi orang bersalah sekali-kali tidak Kubebaskan dari hukumannya, dan Kuhukum pula anak-anak dan cucu-cucu sampai keturunan yang ketiga dan keempat karena dosa orang tua mereka.
    Dengan memperhatikan ayat keluaran di atas, maka apakah ini dapat juga diartikan bahwa diagnosa yang dilakukan Yesus juga menyatakan bahwa Yesus menolak konsep Dosa Turunan?
    Tidak. Yesus mendiagnosa penyebab orang itu dilahirkan buta adalah karena ada pekerjaan Allah yang harus dinyatakan lewat dia. Ayat tersebut sekaligus memberikan konfirmasi bahwa sang pendiangnosa sangat paham konsep Reinkarnasi dan dosa turunan, sehingga dapat memberikan diagnosa yang tepat dan baik!
    Terdapat beberapa spekulasi yang beredar di kalangan masyarakat saat itu mengenai siapa Yesus/Isa sebelum dilahirkan yaitu di lukas 9:18-20,
    Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
    Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”
    Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.”
    Kalimat yang kurang lebih sama dinyatakan di Matius 16:13-16; Markus 8:27-29. Bayangkan Pengertian Masyarakat saat itu! Bahkan sekaligus memasukan Yohanes pembaptis yang baru saja meninggal sudah dianggap menitis kepada Yesus! Anda tidak akan heran apabila membaca kisah dibawah ini di II Raja-raja 2:9, 13-15.
    Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu…Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai..Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan… Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: “Di manakah TUHAN, Allah Elia?” Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa…Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: “Roh Elia telah hinggap pada Elisa.” Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah.
    Konfirmasi spekulasi masyarakat mengenai alternatif reinkarnasi yesus dari beberapa Nabi mendapatkan kepastian jawabnya di Matius 17:1-3; Markus 9:2-4; Lukas 9:28-36. Yesus bersama Petrus, Yohanes dan Yakubus naik ke atas gunung untuk berdoa
    Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia….Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri.
    Yesus dipastikan bukan reinkarnasi dari Musa atau Elia. Spekulasi masyarakat bahwa Ia reinkarnasi Alm Yohanes Pembaptis atau nabi lainnya tidak mendapat kepastian. Spekulasi Petrus bahwa Ia adalah Mesias dari Allah, juga tidak dapat dipastikan kebenarannya! karena ketika itu mereka semua berada dalam keadaan diselimuti awan dan tiba-tiba ada suara, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.” Pemilik suara tidak memperkenalkan dirinya siapa! suara itu bisa suara siapa saja, dapat saja itu memang suara Allah atau Roh Kudus, roh yang tidak Kudus, Iblis, Orang lain yang dipersiapkan di sekitar daerah itu atau bahkan suara itu adalah suara dari Yesus sendiri! Intinya, tidak ada bukti bahwa itu adalah suara Allah!
    Yesus juga menjadi saksi adanya konsep kelahiran kembali seperti yang tercantum di Yohanes 3:3-12
    Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
    Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
    Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
    Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”
    Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
    Kemudian di 1 Korintus 15:32, 35-44 pun menyatakan sebagai berikut:
    Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”
    Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?”
    Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
    Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri. Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan. Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi…
    Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah….
    Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi. Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
    Terdapat satu hal menarik yang sering dijadikan landasan menolak paham reinkarnasi yaitu Ibrani 9:27
    Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.
    Untuk kisah-kisah nyata reinkarnasi seperti sudah diulas sebelumnya, Kristen biasanya berpendapat diantara dua, yaitu itu adalah kuasa Tuhan atau itu adalah Kuasa Iblis/roh kegelapan untuk menipu!
    Nah, silahkan anda pilih pendapat mana yang anda hendak tawarkan sebagai solusinya:
    1. Kontradiktif terjadi dalam Alkitab perjanjian baru, sehingga satu diantara mereka tidak dipenuhi Roh Kudus malah Roh Iblis. Maka boleh diduga kitab Ibranilah yang keliru karena kitab Ibrani kelihatannya tidak mengerti maksud Yesus ketika berbicara hal-hal surgawi, atau
    2. Term kata ‘manusia’ adalah Roh dan Daging. Roh kekal selamanya dan Daging tidak. Di hari penghakiman yang dibutuhkan Roh bukan daging, sehingga daging yang tidak akan kembali sebagaimana tercantum dalam Mazmur 78:39, ”Ia ingat bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu, yang tidak akan kembali”. Roh kekal adanya dan dapat dilahirkan kembali dengan daging baru., atau
    3. Kristen ‘mau’ mengakui kebenaran konsep reinkarnasi ‘asal’ berada pada batas-batas: Roh hanya dapat menjadi :
    • Daging, contoh:Kejadian 6:3, Yehezkiel 37
    • Roh Allah bereinkarnasi menjadi Nabi, contoh: Yohanes reinkarnasi Elia. (Matius 11:13-15)
    • Manusia berubah menjadi Malaikat/roh di surga, contoh: Henokh dan Ellia yang diangkat.
    • Roh yang dapat hinggap ke dalam manusia: contoh elia ke elisa, roh kudus ke manusia, roh dari Tuhan ke manusia, setan ke dalam babi, setan ke dalam manusia.
    Informasi di Alkitab sangat jelas memberikan konfirmasi bahwa konsep reinkarnasi telah dikenal luas dan bermasyarakat di kalangan Yahudi dari sebelum hingga ketika Yesus ada.
    Kalangan Yahudi pun ternyata sudah berbicara mengenai adanya reinkarnasi dan tidak tanggung-tanggung, yang berbicara itu bukan yahudi kebanyakan ia adalah seorang rabbi!
    Rabbi Isaac Luria(1534-1572 yang juga dikenal sebagai ARI atau ARIZAL), dikenal luas sebagai Kabbalist dari jaman modern. Ia menuliskan reinkarnasi tokoh-tokoh terkemuka yang ada di Torah (Perjanjian lamanya Kristen).
    Untuk jaman sekarang ini, kaum Yahudi yang berbicara pun bukan yahudi kebanyakan! Ia adalah Rabbi Yonassan Gershom, Ia menuliskan dua buku mengenai kasus-kasus reinkarnasi dari Holocaust. Ia berbicara mengenai kisah-kisah autentik reinkarnasi dari Yahudi.
    Ia juga memberikan komentar pada kisah dari Jenny Cockell, yang selalui di hantui oleh mimpi seperti ingatan dari kehidupannya dulu sebagai wanita muda Irlandia yang bernama Mary Sutton, yang meninggal 2 dekade sebelum Jenny Cockell dilahirkan, meninggalkan 8 orang anak. Setelah mencari jejak berdasarkan dari petunjuk-petunjuk ingatannya, Jenny akhirnya berhasil melacak anak-anak Marry Sutton dan menulis buku mengenai pengalamannya, Across Time and Death: A Mother’s Search for Her Past Life Children.
    Komentar Rabbi Yonassan Gershom:
    “Ini adalah satu kasus yang paling menyakinkan dari kasus-kasus reinkarnasi yang saya dapatkan selama ini. Jenny Cockell tidak hanya mempunyai ingatan dari kehidupan lalunya, Ia bahkan menemukan anak-anaknya di kehidupan lalunya. Anak-anak di masa lalunya yang saat ini masih hidup adalah penganut Katolik Roma taat, yang tidak percaya adanya Reinkarnasi, namun dalam rekaman, mereka berkata bahwa entah bagaimana ibunya ‘berbicara melalui’ Jenny dan mereka telah memverifikasi beberapa detail dari ingatannya. Bertemu Jenny Cockell dalam satu konferensi di Oslo, Norwegia tahun 1994 dan melihat bahwa ia seorang yang sangat tulus dan kredibel. Saya sangat merekomendasikan buku ini!”
    Banyak Bapak-bapak gereja di jaman awal Kristen menerima ide reinkarnasi, Santo Jerome mengatakan bahwa Reinkarnasi diajarkan kepada para umat Kristen yang terpilih di jaman awal. Bapak Kristen yang sangat berpengaruh di jaman awal kristen, Origen, mengajarkan teori reinkarnasi. Dengan kepercayaan tinggi dari Santo Jerome dan Santo Gregory, Origen menerima filsafat reinkarnasi dalam ajarannya.
    Beberapa peneliti yakin bahwa mereka dapat mendeteksi ide reinkarnasi dari tulisan-tulisan Santo Agustine, Santo Gregory dan bahkan pada tulisan Santo Francis dari Assisi. Kepercayaan tersebut dilarang pada konsili umum (ecumencal) ke 5 di abad ke-6. Sejak itu, ke-Kristenan Eropa, yaitu: Perancis, Spanyol, Bulgaria dan di mana pun mengadakan proses penyidikan yang sangat biadab. Sekte-sekte yang percaya reinkarnasi seperti Cathar dan Bogomil, di abad pertengahan, mengalami penindasan keji dan biadab oleh gereja.

  26. Anton permalink
    December 6, 2011 10:02 pm

    to F.O.Y
    Sekedar untuk menambah wawasan

    Reinkarnasi menurut Ajaran Islam

    Berikut ini adalah pendapat mengenai Reinkarnasi (tanasukh Al-Arwah dan/atau Raj’ah) dari dua ahli ilmu agama Islam dari Sekolah Pasca sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta:
    Dr. Kautsar (Dosen Pasca Sarjana):
    Secara umum para pemikir Islam menolak paham reinkarnasi. Ibnu ‘Arabi yang dikenal liberal itu, dalam penelitian Kautsar, tidak punya pandangan semacam itu. Kautsar sendiri menilai pandangan tentang reinkarnasi itu rasional. Menurut Kautsar, bila ada orang yang dari lahir sudah menderita, maka itu bisa dijelaskan sebagai akibat perilakunya pada masa lalu. “Ini rasional sekali. Sehingga kita tidak selalu menjawab misteri keadilan Tuhan dengan kata-kata taqdir Tuhan,” katanya. Penganut reinkarnasi, menurut Kautsar, juga mengakui alam akhirat. “Jadi, pesan dasar paham reinkarnasi itu tak bertentangan dengan Islam,” paparnya. Misalnya, ia mengakui adanya hari akhirat. Bedanya, untuk menuju akhirat, bagi penganut reinkarnasi, jalannya berulang-ulang. Sedangkan bagi yang tidak percaya, jalannya linear. “Dr. Kautsar juga meyakini ada hukum sebab akibat, sehingga mendorong orang berbuat lebih baik.”.
    Dr. Nasaruddin Umar (Purek IV)
    Nasaruddin Umar menolak konsep reinkarnasi, bila yang dimaksud sama dalam pengertian agama Hindu. “Misalnya, manusia bisa berinkarnasi menjadi hewan atau tumbuhan. Atau jangan-jangan kita berasal dari ruh babi, atau kelak kita menjadi babi,” katanya. Bila itu diterima, menurut Nasaruddin, berarti buyar semua konsep Islam. “Tapi, kalau dalam pengertian proses, misalnya, manusia diciptakan dari bumi lalu kembali ke bumi, itu bisa,” paparnya.
    Pendapat pak Purek IV di atas kelihatannya merujuk pada hadis Muslim dibawah ini:
    Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada (kepercayaan) penularan tanpa kehendak Allah, tidak benar kematian karena cacing perut dan tidak benar reinkarnasi menjadi burung. Lalu seorang arab badui bertanya: Ya Rasulullah! Lalu bagaimana dengan unta yang berada di padang penggembalaan yang semula bagaikan kijang kemudian didatangi oleh unta berkudis dan setelah bergabung, maka semua unta menjadi ketularan berkudis? Rasulullah SAW. bersabda: Lalu yang manakah yang menularkan pertama kali(Hadis sahih Muslim 1281).
    Untuk itu mari saatnya kita tinjau Qur’an dan As-Sunnah. Allah dan Muhammad menyatakan bahwa Al Qur’an adalah sebagai penguji dan membenarkan kitab-kitab sebelumnya sebagaimana di sebutkan di Surat Al maidah yang diturunkan di sekitar haji Wada, 10 H [632 M], dekat dengan saat meninggalnya Nabi:
    [5:68] Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.” Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.
    [5:46] Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.
    [5:48] Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,
    Reinkarnasi (tanasukh Al-Arwah dan/atau Raj’ah) seperti maksud yang tercantum di Alkitab pada kitab Yehezkiel, ternyata di singgung pula di Alqur’an. Berikut ini beberapa ayat golongan surat Al Makkiya, yang turun sebelum Hijrah yang mengindikasikan adanya reinkarnasi:
    Surat Ibrahim 14:19-20, “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan sebenar-benarnya? Jika dia menghendaki, niscaya dia membinasakan kamu dan menggantikan kamu dengan makhluk yang baru. Dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah.”
    Surat An Nahl 16:70, Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
    Surat Al Israa’ 17:48-52, Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang-orang zalim itu berkata: “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.” Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar). Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?” Katakanlah: “Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah: “Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”, yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.
    Surat Thaahaa 20:128, “Maka apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, mereka berjalan pada bekas tempat tinggal umat dahulu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah sebagai tanda bagi orang-orang yang mempunyai akal.”
    Surat Al Mu’minun 23:82-89, Mereka berkata: “Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan ? Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini dahulu, ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!.” Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?”…Katakanlah:…. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?”
    Surat Al ‘Ankabuut 29:18-20, Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya. Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Katakanlah: Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu
    Surat Al Ruum 30:19,27 Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan. Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    Surat Al Mu’min 40:82, “Apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang dahulu sebelum mereka. Sesungguhnya orang-orang dahulu sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dengan bekas jejak mereka di muka bumi, namun apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.”
    Surat Qaaf 50:36, Allah menetapkan kehancuran umat dahulu dan terdahulu, walaupun telah memiliki tamadun yang sangat tinggi dan maju, lebih ramai dan lebih kuat: “Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka? Mereka lebih besar kekuatannya, maka mereka telah menjelajahi negeri-negeri. Adakah tempat lari?
    Yang menarik adalah ternyata Al qur’an juga menyatakan nubuatan bahwa akan ada yang dihidupkan kembali sebelum hari kiamat yaitu:
    Surat an-Naml 27:83, Allah SWT berfirman, “Dan dan pada hari itu kami bangkitkan dari tiap-tiap umat, segolongan orang yang mendustakan ayat Kami, lalu mereka di bentuk menjadi beberapa kelompok”.
    Dalam tradisi Islam disamping menguji kitab-kitab terdahulu, terdapat juga metoda ‘Nasikh Mansukh’ yang kurang lebih berarti ‘ayat yang menggantikan/menghapus ayat yang digantikan/dihapus’
    Al Baqarah 2:106, Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?
    An-Nahl 16:101, Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.
    Dari reaksi perkataan orang-orang itu jelas bahwa banyak yang berkeberatan atas keputusan Allah dan bisa juga di artikan bahwa mereka yang berkeberatan sudah menikmati beberapa keuntungan sebelumnya dan kemudian Allah mengubahnya! Allah menegaskan bahwa Ia lebih mengetahui apa yang diturunkannya
    Al Ra’d 13:39, Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul kitab (Lohmahfuz).
    Al-Israa’ 17:86, Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami.
    Setelah Hijrah ke Medinah, reinkarnasi yang disinggung di berbagai surat-surat golongan Al Makiyya bukannya di ‘Nasikh Mansukh’-kan malah dipertegas oleh surat Al Baqarah, yang turun belakangan yaitu pada 2 Hijriah. Surat itu menegaskan dan mengukuhkan keberadaan reinkarnasi:
    Surat Al Baqarah 2:28, Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
    Surat Al baqarah 2:56, Lalu kami bangkitkan kalian setelah matinya kalian, agar kalian berterimakasih”. [Ayat ini menceritakan tentang dibangkitkannya kembali sekelompok Bani Israil, yang meminta kepada nabi Musa untuk memperlihatkan Allah kepada Mereka. Dan kalimat terakhir Ayat ini menunjukkan dengan jelas bahwa mereka di bangkitkan di bumi ini. Karna di akherat, tidak ada lagi kesempatan bagi seseorang yang kufur untuk bersyukur.]
    Surat Al baqarah 2:73, Maka Kami berfirman; pukullah dia dengan sebagian itu! Demikianlah Allah menghidupkan orang mati. Dan Dia memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kamu, agar kamu mengerti”. Ayat ini menceritakan, tentang dihidupkannya kembali seorang dari Bani Israel, yang terbunuh oleh kerabatnya sendiri . Dan ia dihidupkan kembali, supaya memberikan kesaksian akan siapa yang telah membunuhnya .
    Surat Al baqarah 2:243, Tidaklah engkau perhatikan orang-orang yang keluar dari tempat tinggal mereka, dan mereka itu beribu-ribu jumlahnya, karena mereka takut mati. Lalu Allah berfirman kepada mereka; Matilah kalian! Kemudian Ia menghidupkan mereka kembali”. Ayat ini menceritakan, bahwa Allah swt telah menghidupkan kembali ribuan Bani Israel, yang keluar dari Mesir lantaran takut dari ancaman mati Firaun, setelah Allah mematikan mereka .
    Surat Al Baqarah, 258-260, Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.”Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu ?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
    Disamping ayat-ayat Al Qur’an di atas, beberapa Hadis dibawah ini juga mengisyaratkan adanya peristiwa reinkarnasi:
    Ketika Rasulallah SAW wafat, Umar bin Khatab, berkata “Demi Allah sungguh Rasulallah akan kembali” .
    Juga lihat kitab-kitab Aqidah Syiah Imamiah. Seperti; Aqaid al-Imamiah,Syekh Muzaffar, hal 109 / Aqidah No 32, juga Al-Ilahiyat milik Syekh Jakfar Subhani, jilid 4, hal 289 dll.
    Tarikh Thabari, jilid 2, hal 442. Sirah Ibnu Hisyam, jilid 4, hal 305.
    “Demi Tuhan yang jiwaku dalam genggaman-Nya, seandainya seseorang gugur di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi lalu gugur lagi, kemudian
    dihidupkan lagi lalu gugur lagi, niscaya ia tidak dapat masuk surga sebelum melunasi hutangnya.” (H.R. Nasai)
    “Orang yang berhutang itu dibelenggu dalam kuburnya, tiada yang dapat
    melepaskannya selain ia membayar hutangnya.” (H.R. Dailami)
    “Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak dapat ditutupi oleh
    salat, puasa, haji dan umrah. Yang dapat menutupinya hanyalah duka-cita(kesulitan) dalam hidup mencari rezeki.” (H.R. Ibnu Asakir)
    Semua ayat Qur’an yang dituliskan di atas adalah menurut Mushaf Usman (Qur’an yang kita kenal sekarang), entah berapa banyak lagi ayat yang berkenaan dengan reinkarnasi akan ada jika saja ayat-ayat Al qur’an tersebut tidak hilang/berkurang/terpotong/terkikis terlebih dahulu sebelum di Mushaf-kan. Ya! Ini bukan isapan jempol. Bukti terkikisnya Al Qur’an juga disebutkan misalnya Muhammad, sang Nabi-pun sebagai penerima wahyu dapat lupa dengan wahyu yang diturunkan padanya
    Al Baqarah 2:106 Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?
    Riwayatkan bahwa Nabi lupa ayat-ayat Quran dan Allah membuat Nabi lupa ayat-ayat yang diturunkanNya:
    ‘Nabi mendengar seseoarang mengucapkan/melantunkan Quran di mesjid dan berkata, “Semoga Allah melimpahkan rahmatNya padanya, karena dia telah mengingatkan saya ayat-ayat ini dan itu dalam suatu surat.” Diriwayatkan Aisha dan Hisham (hadisnya sama kecuali kata ‘ayat-ayat’ diganti dengan kata ‘yang saya lupa’ [Sahih Bukhari Volume 6 book 61 number 556, 557, 558, 562; Sahih muslim book 4, vol.1, no 1720,1721,1724,1726]
    Dinarasikan oleh Abdullah: Nabi berkata,”Mengapa seseorang dari orang-orang itu berkata, “Saya lupa ayat ini-dan-itu (dari Quran)” Dia, sebenarnya, dibuat (oleh Allah) untuk melupakannya.” [Sahih Bukhari Volume 6 Book 61 Number 559]
    Beberapa kumpulan pendapat dibawah ini sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa kalimat Allah telah mengalami hilang / berkurang / terpotong / terkikis bahkan sebelum di Mushafkan, misalnya:
    Anas b. Malik mengingat satu ayat yang turun saat beberapa muslim terbunuh dalam perang, tetapi kemudian hilang [Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 399, Tabari, Jami al Bayan, vol 2 p 479]
    Abdullah ibn Umar menyatakan banyak bagian qur’an yang telah hilang.[Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 81-82]
    dan beberapa pakar yang kemudian menyatakan bahwa banyak bagian qur’an telah hilang sebelum dikumpulkan.[Ibn Abi Dawud, Kitab al Masahif, p 23 (mengutip pendapat Ibn Shihab (al Zuhri); Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 5 p 179, mengutip Sufyan al Thawri; Ibn Qutaybah, Tawil, p 313; Ibn Lubb, Falh al bab, p 92]
    Atau ‘dinashkan’ untuk ‘kepentingan’ tertentu setelah meninggalnya Nabi yaitu berdasarkan tanggapan atas Mushaf usman baik itu berupa tidak diketemukan ayat-ayat yang mereka dengar langsung ataupun menjadi berbeda setelah di Mushaf Usman:
    Ubay b. Ka’b, sebagai contoh, menuliskan sura 98 (Al Bayyinah) berbeda dimana Ubay mengklaim versi dia adalah dia dengar langsung dari nabi SAW. Termasuk 2 sura yang tidak dimasukkan dalam mushaf Usman [Ahmad b. Hanbal, vol 5 p 132; Tirmidhi, Sunan, vol 5 p 370; Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 224; Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 83]
    Ubay juga berpendapat bahwa sura 33 (al-Ahzab) seharusnya lebih panjang, dimana yang dia yakin ingat adalah ayat-ayat rajam yang tidak tertulis dalam mushaf Usman. Aisha menyatakan bahwa saat Nabi Muhammad SAW masih hidup surat Al-Ahzab 3 kali lebih panjang dari yang ada di Mushaf Usman [Ahmad b. HAnbal, vol 5 p 132; Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405; Bayhaqi, al Sunan al Kubra, vol 8 p 211; Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 415; Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 82, vol 1 P.226; Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol 4 p 434]
    Kesaksian Hudhayfa b. al-Yaman yang menemukan sekitar 70 ayat tidak tercantum dalam mushaf Usman. Hudhayfa juga meyakini bahwa Sura 9 (al-Bara’a) dalam mushaf Usman hanyalah ¼ dari yang biasa dibacakan saat nabi SAW masih hidup.[Suyuti, al Durre Manthur, vol 5 p 180, mengutip dari Bukhari, Kitab at Tarikh; Al Hakim al Naysaburi, al Mustadrak, vol 2 p 331; Haytami, Majam al Zawaid, vol 7 p 28-29; Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 84]
    Bahwa Suras 15 (al-Hijr) and 24 (al-Nur) seharusnya lebih panjang dari yang tercantum dalam mushaf Usman. [Sulaym b. Qays al Hilali, Kitab Sulaymn b. Qays, p 108; Abu Mansur al Tabrisi, al Intijaj, vol 1 p 222, 286; Zarkashi, al Burhan fi ulum al Quran, vol 2 p 35]
    Abu Musa al-Ash’ari mengingat keberadaan 2 sura yang panjang dimana hanya satu ayat dari 2 sura itu yang dia masih ingat. Namun 2 sura itu tidak ada dalam mushaf Usman [Muslim, vol 2 p 726; Muhasibi, Fahm al Quran an wa manih , p 405; Abu Nuaym, Hilyat al Awliya, vol 1 p 257; Bayhaqi, Dalai, vol 7 p 156; Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol 3 p 83]
    Jadi, melihat kumpulan Ayat Al Makiyya dan Almadaniyya serta kumpulan hadis di atas, maka seharusnya tidak ada satu pun dasar dari para kaum munafikun baik itu kalangan Nasrani maupun kalangan Islam sendiri yang dapat bersikukuh menyangkal kebenaran ucapan Allah tentang adanya reinkarnasi apalagi dengan sangat durhakanya menyatakan bahwa tanasukh Al-Arwah dan/atau Raj’ah (Reinkarnasi) adalah Batil, berasal dari ajaran kafir dan bukan dari Allah! Seperti contoh hadis dan fatwa dibawah ini:
    Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, Al-Mubarokafuri Abul’ala w 1353H, 10 juz, Darul Kutub Ilmiyyah, Beirut, tt., juz 5, h 222: Ketahuilah, tanasukh/reinkarnasi adalah kembalinya roh-roh ke badan-badan di dunia ini tidak di akherat karena mereka mengingkari akherat, surga dan neraka, maka karena itu mereka kafir. Titik. Aku (Al-Mubarokafuri, penulis Tuhfatul Ahwadzi, Syarah Kitab Hadits Jami’ at-Tirmidzi) katakan atas batilnya tanasukh/reinkarnasi itu ada dalil-dali yang banyak lagi jelas di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
    (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan(AL-Mukmin 23:99-100).
    Lubang besar gugurnya aqidah menjadi terbuka lebar dengan melihat dua contoh diatas. Untuk itu, perhatikan kelanjutan ayatnya di AL-Mukmin 23:101-104:
    Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.
    Juga perhatikan lagi, kali ini lebih khusus lagi ayat-ayat sebelumnya dalam surat yang sama, yaitu AL-Mukmin 23:82-89. Sekarang silahkan anda pilih pendapat mana yang anda hendak tawarkan sebagai solusinya:
    1. Kontradiktif terjadi dalam satu surat, atau
    2. Qur’an menyatakan bahwa semua adalah atas kehendak Allah dan batas waktu terjadinya reinkarnasi hanya sampai kiamat tiba.
    Kemudian bagaimanakah menilai pendapat Dr. Nasaruddin Umar (Purek IV) yang menolak konsep reinkarnasi, bila yang dimaksud sama dalam pengertian agama Hindu. “Misalnya, manusia bisa berinkarnasi menjadi hewan atau tumbuhan. Atau jangan-jangan kita berasal dari ruh babi, atau kelak kita menjadi babi,” katanya. Bila itu diterima, menurut Nasaruddin, berarti buyar semua konsep Islam.
    Lihat sekali lagi AL-Mukmin 23:82-89. Anda akan lihat bahwa Allah telah mengatakan bahwa semuanya adalah karena kekuasaan Allah. Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?”
    Juga dalam surat Al Israa’ 17:48-52. yaitu Katakanlah: “Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin menurut pikiranmu.”
    Benarkah surat Al Israa tersebut? Tentu!
    Bukti kesinambungan tersebut ada di golongan surat Al Makiyya dan dikukuhkan keberadaannya di golongan surat Al Madaniyya yang menyatakan Allah mengubah kaum Yahudi yang membangkang hari Sabat dijadikan Babi dan Kera yaitu di Al Baqarah (2 H, 622M) dan di Al Maa’idah (10 H, 632M):
    Surat Al Maa’idah 5:60, Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?.” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
    Surat Al Baqarah 2:65, Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”. Yang merupakan penegasan dari surat Al A’raaf 7:166 yang merupakan surat golongan al makiyya:
    Surat Al A’Raaf 7:166, Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina”.
    Sekarang pun, anda sudah dapat menilai kekeliruan pembawa message itu sendiri sebagaimana dinyatakan di hadis muslim di atas, yaitu tidak benar dapat bereinkarnasi menjadi burung, karena Allah sudah menegaskan di Al Israa’ 17:48-53, yaitu “Jadilah..atau suatu mahluk dari mahluk yang tidak mungkin menurut pikiranmu”.
    Sampai dengan saat ini, tidak ada satupun keterangan dari tradisi Islam mengenai bagaimana detail proses reinkarnasi dapat berjalan kecuali atas kehendak Allah. Entah apa yang ada dalam pikiran Dr. Kautsar (Dosen Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah) sehingga yakin bahwa:
    … pandangan tentang reinkarnasi itu rasional. Menurut Kautsar, bila ada orang yang dari lahir sudah menderita, maka itu bisa dijelaskan sebagai akibat perilakunya pada masa lalu. “Ini rasional sekali. Sehingga kita tidak selalu menjawab misteri keadilan Tuhan dengan kata-kata taqdir Tuhan,”..
    Dr. kautsar tidaklah sendirian dan iapun bukan orang yang pertama kali yang mengatakan itu.
    Sejarahwan Inggris yang terkenal, DR. Arnold J. Toynbee mengatakan keyakinan tentang reinkarnasi dari agama Hindu dan Budha jauh lebih rasional dibandingkan dengan dogma kebangkitan tubuh dari agama rumpun Yahudi.
    David Quigley berkata, “Siapa saja yang masih tidak mengakui ini, pada kenyataannya, mereka terperangkap dalam ‘ajaran’ yang tidak irasional, dapat disamakan dengan kepercayaan para “sarjana” gereja di abad ke-16 yang tetap pada kepercayaannya bahwa bumi sebagai pusat sistem tata surya.”
    Professor Gustaf Stromberg, ahli astronomi Swedia, ahli fisika yang adalah kawan Einstein, juga menyebutkan paham kelahiran-kembali sebagai paham yang sangat memikat hati.
    Thomas Huxley, ilmuwan yang memperkenalkan Sains pada abad ke XIX ke sistim pendidikan di Inggris, yang pula adalah ilmuwan pertama yang mendukung teori Darwin, percaya bahwa kelahiran kembali adalah doktrin yang benar-benar dapat diterima. Dalam bukunya “Evolution and Ethics and other Essays”, dia menulis:
    “Pada doktrin kelahiran-kembali, baik yang berasal dari pandangan kaum Brahmin ataupun Buddhis, telah siap, semua sarana untuk menyusun pertahanan yang beralasan yang menghubungkan kosmos (alam-semesta) dengan manusia ….. Tapi paham yang adil ini belum lebih diterima dibanding yang lainnya; dan para pemikir yang sembrono secara tak berhati-hati menolaknya serta mencampakkannya sebagai sesuatu yang jelas tak masuk akal. Sama halnya dengan doktrin evolusi, doktrin kelahiran-kembali berakar pada dunia yang nyata; dan mampu mendapatkan dukungan-dukungan seperti argumentasi yang kuat dari persamaan yang dapat memenuhinya.” [The Soul and the Universe]
    Profesor Julian Huxley, ilmuwan terhormat dari Inggeris, bekas Direktur Jendral UNESCO, percaya bahwa paham kelahiran-kembali seirama dengan jalan pikiran ilmu pengetahuan.
    Tidak ada kekuatan yang dapat merintangi terlepasnya ‘roh kehidupan kekal’ makhluk pribadi, pada saat kematiannya, dengan berbagai cara; sama seperti pesan-pesan radio yang terlepas dari pesawat pemancar-radio dengan caranya sendiri pula. Tapi, hendaknya dicamkan bahwa pesan-pesan radio hanya akan berwujud kembali sebagai pesan setelah berkontak dengan struktur materi baru – yakni pesawat penerima-radio. Pada roh kita-keluar darinya. Kemudian ….. tak pernah dapat berpikir atau merasakan lagi, bila tidak kembali ‘berwujud’ dengan cara bagaimana pun. Kepribadian kita sangat didasari oleh jasmani kita, yang dengan sendirinya tidak mungkin hidup dalam makna sebenarnya. Tanpa adanya ‘semacam badan’ …. Saya dapat memikirkan sesuatu yang terlepas, yang sama keadaannya, pada lelaki dan wanita, seperti pesan-pesan radio pada pesawat pemancar; tapi dalam hal ‘kematian’ semestinya, seperti yang dapat dimaklumi oleh siapa saja, yang terjadi adalah gejolak dalam berbagai bentuk yang mengembara, sampai ….. mereka ……. datang kembali dalam wujud kesadaran yang aktual, setelah berkontak dengan sesuatu yang dapat bekerja sebagai ‘pesawat penerima untuk batin’.
    Henry Ford, industrialis Amerika, pula dapat menemukan nilai kebenaran dalam paham kelahiran-kembali. Ford tertarik pada masalah kelahiran-kembali, sebab tidak seperti paham agama lain, kelahiran kembali memberi kesempatan untuk mengembangkan diri sendiri:
    Saya menerima pandangan reinkarnasi sejak saya berumur 26 tahun …. Agama tidak menawarkan apapun dalam satu hal …. Bekerja juga tidak memberi kepuasan yang lengkap. Bekerja adalah hal yang sia-sia, bila kita tidak dapat menerapkan pengalaman yang kita kumpulkan pada satu kehidupan, pada kehidupan berikutnya. Sewaktu saya menemukan paham Reinkarnasi, rasanya seakan saya menemukan suatu rencana alam-semesta. Saya sadar bahwa selalu ada kesempatan untuk melaksanakan ide-ide saya. Waktu bukan lagi suatu yang terbatas. Saya bukan lagi budak dari jarum-jarum jam … Genius adalah suatu pengalaman. Ada pendapat yang menganggap, bahwa itu adalah karunia atau bakat, tapi sebenarnya itu adalah buah dari pengalaman-pengalaman yang panjang dalam beberapa kehidupan. Jiwa-jiwa ada yang lebih matang dari jiwa-jiwa yang lainnya … Dengan mengetahui adanya Reinkarnasi, membawa ketenangan batiniah bagi saya …. Apabila anda merekam percakapan ini, tulislah demikian, bahwa ini memberi ketenangan batiniah. Saya suka berkomunikasi dengan yang lainnya tentang ketenangan yang diberikan oleh pandangan tentang kehidupan yang panjang.[ San Francisco Examiner, 26 Aug 1928]
    Jadi, reikarnasi bukanlah dongeng belaka, tetapi suatu hal yang ilmiah. Dan pada dasarnya bukan saja melekat di dalam ajaran Hindu, Budha dan beberapa agama timur lainnya, tapi juga terdapat pada ajaran agama-agama abrahamik. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwasanya banyak ayat-ayat mengenai reinkarnasi dikaburkan, kenapa? Mungkinkah untuk mengejar pengikut? Bukankah dengan mengatakan kehidupan di dunia ini singkat sekali dan setiap orang harus bertobat dengan masuk dan menyerahkan diri ke salah satu ajaran agama Abrahamik agar bisa mencapai kebahagiaan kekal di sorga atau jika tidak akan ditempatkan selamanya di nereka merupakan politik jitu untuk merekrut pengikut?

    • December 9, 2011 10:25 am

      untuk teman sebumi,kita hanya seorang manusia biasa yg haus akan kebenaran dan ini semua kembali ke IMAN kita,apakah kita sudah mengerti apa itu IMAN,munkin seluruh manusia di muka bumi ini hanya 75 persen yg mengerti IMAN sesungguh nya,yg menyelamat kan kita nanti nya hanya IMAN kita,tetapi apa IMAN yg sesungguh nya itu.semuanya kembali ke AKAL kita sebagai manusia bukan akal binatang

      • February 16, 2012 8:43 am

        apa itu iman yang sebenarnya? kamu akan tahu jawabannya kalo membaca al-Quran.
        ciri2nya ada.

      • February 19, 2012 2:01 pm

        Hai LOL!
        Dah lama tak jumpa.
        Semoga kita terus bertambah baik.

        Iman yg betumbuh
        Mendatangkan perubahan
        Pemahaman, perkataan, perbuatan..

        Salam Damai LOL!

    • February 14, 2012 7:04 am

      anton, sedikit mudah2an bermanfaat

      Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu di kembalikan? (QS. 2:28)
      jelas ‘reinkarnasi” itu tidak ada dalam ajaran islam. reinkarnasi dalam arti seseorang mati kemudian hidup kembali ke bumi, kecuali atas izin Allah seperti orang yang dihidupkan kembali oleh nabi Isa dan nabi Musa. itu adalah mukjizat Ilahi dan orang yang dihidupkan Nabi Isa dan Musa mereka tidak hidup kembali dengan cara dilahirkan kembali oleh seorang wanita, kembali menjadi bayi dengan nama dan wajah yang berbeda. akan tetapi bangkit langsung dari kubur Allah lebih tahu, mungkinkah seperti dalam film; mayat hidup lagi?.

      lebih jelasnya yang saya maksud adalah tidak mungkin seseorang mati kemudian beberapa tahun kemudian dia dilahirkan kembali. apakah ada orang yang mati kemudian diberi kesempatan kedua? jika dikehidupan pertama calon neraka dikehidupan kedua calon surga, diakhirat nanti dia masuk surga atau neraka?.

      tapi saya beriman bahwa manusia akan dibangkitkan lagi dalam bentuk yang tidak dia ketahui; kapan? nanti kita semua akan mengalaminya di akhirat.

      perhatikan, saya jelaskan ayat berikut dan ayat2 yang serupa dengannya: Surat Al A’Raaf 7:166, Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina”.

      menjadi kera menurutku maksudnya adalah orang tersebut berubah menjadi kera, bukan mati kemudian lahir kembali dari se-ekor kera.

    • May 4, 2012 6:08 am

      maren, menurutmu kelinci itu hewan apaan?
      http://meninggalkan.wordpress.com/2009/12/26/kelinci-ialah-jenis-binatang/

  27. January 5, 2012 7:10 am

    Free medical insurance Toplist Beauties
    vyan

  28. Mr.Nunusaku permalink
    June 27, 2012 12:49 pm

    Dalam kitab wahyu Muhammad adalah nabi palsu (666) yang telah mati diracuni di Khaybar,
    dalam kesakitan Muhammad berkata pada Aisha; Oh Aisha aku merasa tulang nadihku terputus-putus akibat kaki domba yang yang kumakan di Khaybar…..dalam kesakitan
    Malaikat Jibriel berdoa kepada Allah SWT, ternyata doa Jibriel tersangkut di Batu Hitam Aswad Hajar disudut Mekkah……dan datang malaikat maut mencabut nyawa nabi palsu Muhammad…dan tertanamlah Muhammad dalam siksaan kuburan.

    Oleh sebab itu setiap muslim melakukan doa syahlawat salam untuk nabi palsu Muhammad….? tetapi kenyataan Muhammad jasad telah dimakan cacing tanah Medinah.
    Kok nabi yang muliah tempat dikuburan….?kasihan Allah SWT tinggalkan Muhammad..?

    Nabi yang sangat Muliah katanya muslim, tetapi sayang kemuliaan Muhammad terkunci
    dalam siksaan kuburan….?mengapa gak kesurga…..?apa dosa Muhammad sampai pintu surga tertutup baginya….? baca hadis Anas bin Malik apa kata dia ?

  29. Anton permalink
    August 4, 2012 1:55 pm

    Your comment is awaiting moderation ? ????????????????????????????????????????????????????????????????????

  30. July 13, 2013 10:21 am

    At this moment I am going away to do my breakfast, when having my breakfast coming over
    again to read more news.

  31. August 1, 2013 9:13 pm

    Fine way of describing, and nice post to get
    data on the topic of my presentation topic, which i
    am going to convey in academy.

  32. August 8, 2013 8:29 am

    Hello, all is going perfectly here and ofcourse every one is sharing data, that’s genuinely good, keep up writing.

  33. Hikmat permalink
    June 19, 2016 7:46 am

    Tidak bèrmaksud menista , mempermalukan ataupun merendahkan siapapun , tetapi se-mata2 mengingatkan pada semua generasi muda saudara2 sebangsa setanah air Indonesia , supaya segera bangkit dan menyadari , bahwa sudah sekian lama tertipu serta terjerat oleh suatu ideologi yg dibungkus dengan agama yg ciptakan oleh muhammad dan kroninya yg diberi nama islam . Oleh muhammad dan kroninya dewa Aulloh ini diangkat dan dijadikan tuhan dan ditambahkan gelar swt yg artinya = subhanallahu wata’ala = maha suci dia dan maha tinggi . Tapi gelar ini seharusnya tidak layak diberikan kepada pribadi dewa berhala bernama Aulloh ini… tujuannya spy dewa Aulloh ini diakui sebagai tuhan dan diri muhammad diakui sebagai nabi . . Disinilah letak salah satu penyesatannya . Sejak manusia pertama Adam sampai semua nabi2 yang keluar dari bani Israel , tidak ada satupun nabi2 yang mengajarkan menyembah ilah yang bernama Aulloh .. *** Adam , Nuh , Abraham ,Ishak, Yakub , Musa ,dan semua nabi2 Israel TIDAK SATUPUN MENYEMBAH kepada dewa berhala yg bernama Aulloh yg diberi gelar ” swt ” oleh muhammad dan kroninya . ■ TUHAN yg SEJATI yg disembah dan dilayani oleh Musa , adalah Yahweh namanya .. sebutanNya Yahweh Elohim .. YAHWEH ELOHIM TIDAK SAMA , serta TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan Aulloh swt ..!! Dengan liciknya dan dengan berbagai cara serta tipu muslihat muhammad dan kroninya ( ULAMA-ULAMA PEMBOHONG ) ” menekankan dan memberitakan ” pengajaran kepada semua orang yg bisa dipengaruhi bahwa ilah / tuhan yg disembah nabi2 Israel adalah Aulloh swt.. Tentu saja bani Israel sejak dahulu sampai hari ini tidak mau mengakui Aulloh itu adalah TUHAN dan muhammad adalah nabi . Bani Israel tahu persis siapa TUHAN yang SEJATI , Dan bani Israel TAHU PERSIS siapa Pribadi TUHAN yang melindungi , mengawal , memelihara bangsa ini selama 40 tahun dalam perjalanan keluar dari tanah perbudakkan di Mesir , serta menolong dgn kuasa mujizat yg membelah lautan ketika bani Israel dikejar tentara Firaun.. Karena penolakkan inilah muhammad dan kroninya ( orang2 Arab-islam ) mengajarkan kebencian serta sangat membenci bangsa Yahudi / Israel sampai hari ini .. Inilah kebenarannya bahwa TUHAN semesta alam ” SEJATI ” yg disembah Adam , Nuh , Abraham ,Ishak , Yakub dan para nabi2 Israel namaNya adalah YAHWEH , sebutanNya YAHWEH Elohim . Sedangkan Aulloh swt adalah tuhan palsu yang sejatinya adalah dewa berhala sesembahan bangsa arab sejak muhammad belum lahir dibumi ini .. Hal inilah yg penulis ingin sampaikan supaya segenap bangsaku Indonesia segera terbuka wawasannya untuk menyelidiki kebenarannya yaitu ” pribadi siapakah Allah / Aulloh swt ini ? Periksalah hal ini melalui penelusuran di Sejarah peradaban bangsa arab kuno .. Hal ini sangat penting karena ini menyangkut ” dunia kekalan ” yaitu nasib roh kita setelah ajal menjemput .Berhak masuk Kerajaan Sorga atau terbuang di neraka kekal selamanya . Jangan sampai kita berdoa , menyembah , dan berbakti kepada TUHAN yang salah , TUHAN yang palsu , TUHAN yang tidak ada kuasa mujizatnya , Tuhan yang manis kalimat2 bicaranya tapi ternyata hanya penipu yang ulung .. Renungkanlah dan selidikilah dan ujilah dengan hati yang tulus .. Jangan lagi percaya kpd ulama2 pembohong dengan dongengan mereka , dengan kata2 dan kalimat2 yg manis .. JANGAN LAGI PERCAYA kalau ada kata2 , dakwah2 yg mengatakan nabi2 Israel Adam , Nuh, Musa , Abraham , Ishak , Yakub , menyembah dan bertuhankan Allah/Aulloh swt , -> ini BOHONG , MENIPU DAN TIDAK BENAR …!!

    • Logika permalink
      June 19, 2016 6:50 pm

      To Hikmat.
      Dari panjangnya koment anda itu menandakan bahwa anda menginginkan orang lain percaya dengan yang anda ceritakan.. Dan sekaligus juga menandakan anda BODOH..
      Baca lagi sejarahnya,, dari Kitab manapun,, baluti dengan logika dan bukan dengan keEgoisan serta keBodohan anda..
      Anda sendiri pasti sadar betapa bodohnya anda hanya mengcopy paste itu cerita,, dan tanpa anda sadari orang2 pintar mentertawakan keBODOHAN anda..
      Pertanyaan untuk anda bila anda keberatan di panggil Si BODOH..

      1. Siapa yang sering Yesus sebut Tuhan?
      2. Tahukah arti Definisi,, Arti,, Maksud? (Bapak, Ayah, Papa, Abi, Father, Abah entah apa itu dari Negara atau kaum lainnya)
      3. Di Ayat mana Yesus mengatakan, Beribadahlah pada hari minggu di Gereja2?
      4. Di Ayat manakah Yesus mengatakan bahwa dia adalah Tuhan? (Tuhan bisa melakukan apapun yang dia mau,, dan Tuhan adalah Esa).
      5. Percayakah anda bahwa Tuhan mau MATI demi menyelamatkan manusia? (Terlalu rancu untuk di jelaskan bila Tuhan mengorbankan dirinya untuk manusia kemudian hidup lagi).
      6. Jelaskan secara Logika tentang Trinitas / Tritunggal?

      Ilmu anda cetek,, pemahaman anda dangkal,, otak anda bodoh,, IQ anda jongkok terus..
      Ngelawan? Silahkan di jawab dulu berdasarkan Fakta dan Logika..

  34. October 12, 2016 5:46 am

    siapa nabi yg seperti musa?
    http://yesustuhan.wordpress.com/tag/musa

Trackbacks

  1. SEENTHING™
  2. 15 Cara Optimasi Blog Agar Tampil Lebih Cepat | Gamers Community
  3. Marion Cotillard Berani Tampil Tanpa Make-Up | Alde Blog
  4. Jika kamu mencintai Allah, ikutilah Nabi Muhammad, niscaya Allah menyukaimu dan mengampuni dosa-dosamu! « The People's Religion
  5. Ririn Dwi Ariyanti Terkesan Dengan ‘EAT PRAY LOVE’ | Alde Blog
  6. Cut Tari – Luna Maya Akan Menjadi Saksi | Alde Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: