Skip to content

Agama Para Utusan

August 30, 2010

بسم الله الر حمن الر حيم

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab 189 kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. 3:19)

فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ ۗ وَقُل لِّلَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْأُمِّيِّينَ أَأَسْلَمْتُمْ ۚ فَإِنْ أَسْلَمُوا فَقَدِ اهْتَدَوا ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Kemudian jika mereka mendebat kamu, maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang ummi 190: “Apakah kamu (mau) masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. 3:20)

Islam adalah agama yang di sampaikan oleh para Rasul termasuk Rasul yang terakhir yaitu Nabi Muhammad. Karena itu barang siapa yang beriman maka hendaklah dia berserah diri, tuduk patuh dalam menjalankan ajaran Islam ini.

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

QS. Ali Imran (3) : 83

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

Katakanlah:” Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami bagi-Nya ialah muslimun (orang-orang yang menyerahkan diri). “

QS. Ali Imran (3) : 84

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

QS. Ali Imran (3) : 85

وَلَقَدْ وَصَّلْنَا لَهُمُ الْقَوْلَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ مِن قَبْلِهِ هُم بِهِ يُؤْمِنُونَ

وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ

أُولَـٰئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ

  • Dan sesungguhnya telah kami turunkan berturut-turut perkataan ini kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. (QS. 28:51)
  • Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al-Kitab sebelum Al-Qur’an, mereka beriman (pula) dengan Al-Qur’an itu. (QS. 28:52)
  • Dan apabila dibacakan (Al-Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al-Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Rabb kami, sesungguhnya kami sebelumnya adalah muslimuun (orang-orang yang berserah diri). (QS. 28:53)
  • Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kabaikan, dan sebagian dari apa yang kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. (QS. 28:54)
  • Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfa’at, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil”. (QS. 28:55)

    Perhatikanlah ayat-ayat berikut:

    Ibrahim dan keluarganya

    وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُ ۚ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

    Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya 90 di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang yang saleh. (QS. 2:130)

    إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

    Ketika Rabb-nya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “ Aku tunduk patuh kepada Rabb semesta alam”. (QS. 2:131)

    وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

    Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (QS. 2:132)

    أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَـٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

    Adakah kamu hadir ketika Ya’kub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Ilah-mu dan Ilah nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il, dan Ishaq, (yaitu) ilah Yang Maha Esa dan kami bagi-Nya adalah Muslimuun (orang-orang yang berserah diri)”. (QS. 2:133)

    Kisah Nabi Isa dan para pengikutnya

    Isa adalah seorang Rasul yang diutus bagi Bani Israil; yang mengabarkan kepada mereka, tentang akan datangnya seorang Rasul sepeninggalannya yaitu Nabi Muhammad.

    فَلَمَّا أَحَسَّ عِيسَىٰ مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ أَنصَارِي إِلَى اللَّهِ ۖ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ نَحْنُ أَنصَارُ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

    Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah Muslimuun (orang-orang yang berserah diri). (QS. 3:52)

    Demikianlah, Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah?

    92 Comments leave one →
    1. FOY permalink
      August 30, 2010 2:46 pm

      Baiklah, mulai sekarang berhentilah memanggil dia Tuhan Yesus, karena dia itu bukan Tuhan. kita panggil dia: Nabi Yesus.

      • August 30, 2010 2:58 pm

        @Mas Foy
        Nabi Ibrahim a.s tidak mati walaupun dibakar hidup-hidup…. Nabi Yesus mati ditiang salib … Wahhh bijimana tuhhh, aneh dung kalau Allah membiyarken utusannya teraniyaya … 😀

        • FOY permalink
          August 30, 2010 3:04 pm

          Begini, Tuhan Yesus itu katanya mati untuk bangkit kembali setelah 3 hari 3malam. berbeda dengan Nabi Yesus.

        • August 30, 2010 4:53 pm

          😀
          Ohh.. yah sayah baru ingat, namanya Nabi Usus…😆

    2. FOY permalink
      August 30, 2010 3:09 pm

      Tuhan Yesus itu wajahnya diserupakan dengan Nabi Yesus.
      mereka adalah dua orang yang berbeda.
      tadinya mereka ingin menangkap Nabi Yesus tapi Nabi Yesus diselamatkan Allah. dan ada seseorang yang wajahnya diserupakan dengannya lalu disalib; orang itulah yang sekarang mereka sebut Tuhan Yesus.

      • August 30, 2010 4:53 pm

        😀
        Memangnyah nabi Usus… sejarahnya bijimanah ?!:mrgreen:

        • August 31, 2010 10:10 am

          Widih!
          Usus deui!

          Salam Damai!

        • August 31, 2010 11:28 am

          @Oom Maren
          Didalam liturgi Islam, tidak ada nabi Yesus !!!
          Dan yang disalib itu bukan seorang Nabi, tetapi manusia biasa yang diserupakan dengan Nabi Isa Al masih …
          **** Paham sampean ****

        • August 31, 2010 1:15 pm

          Memangnya nabi Usus ada?
          Apa itu salah nanya, Kang.
          Kepleset atau engmosi?

          Jika yg disalib bukan Jesus,
          Maka Nasrani takkan ada.
          Jika Nasrani takkan ada,
          Maka ayat Quran pd oot.

          Gitu pahamnya, Cing!

          Salam Damai!

        • August 31, 2010 2:36 pm

          😀 hua.ha.ha…
          Emang Kristen itu Oon suroon,… coba sampean tanya ke Yerusalem,… ada nggak yang namanya YESUS… hehehe…

          Makanya Al Bible itu sama dengan buku dungen Naruto…😆

        • August 31, 2010 2:57 pm

          Aku senyum aja Kang! Ehm!

          Salam Damai!

        • August 31, 2010 3:10 pm

          Kalau Yahudi mereka diberi kitab Zabur dan Tauret sayangnya mereka menganggap Uzair itu putra Allah
          Nashrani mereka diberi kita Injil, namun sayangnyah mereka menganggap Isa Al Masih itu putra Allah

          Sayah nggak tahu kalau Kristen, bijimanah ?😀

        • August 31, 2010 3:24 pm

          Kenapa sayang, Kang! Tugasmu hanya mengingatkan. Kau tak bisa memaksa dan kau sudah tidak bersalah lagi di situ. Sama spt Muhammad, kau hanya mengingatkan, bukan utk diteladani. Puluhan Nabi telah mengingatkan dan mengingatkan lagi dan lagi. Keteladanan hidup hanya ada pd Jesus. Tak usah kau sebut dia Tuhan. Perhatikan hanya pekerjaannya saja jika kau mengakui kesucian hidupNya. Jika tidak, itu lain soal.

          Salam Damai!

        • August 31, 2010 3:27 pm

          Makanya sayah sayangkan, karena manusia itu takdirnya masuk syurga… tapi yang menuhankan manusia dan yang menyatakan bahwa Allah itu punya anak pasti masuk neraka…

          Duh…sayang sekali…😦

        • August 31, 2010 3:45 pm

          Apa boleh buat Kang!
          Kemungkinan besar Tuhan kita beda. Dgn demikian surga kita pun beda juga. Di surgamu ada makan-makan dan minum-minum dan sedap-sedapan. Bila benar maka tentu perlu toilet, cangkir dan dipan. Toilet itu mutlak keknya, jika tidak, ya mededak lah.

          Salam Super!

        • August 31, 2010 6:20 pm

          Tuhan pencipta langit dan bumi hanya satu yaitu hanya Allah.

          Wassalam, Haniifa.

        • August 31, 2010 9:31 pm

          Ehm!
          Kita emang hrs terus berubah. Berubah kearah yg lebih baik lagi dan lagi. Dan memang itulah gunanya Agama. Di sini kita sepakat, hanya Tuhan Yang Maha Esa pencipta langit dan bumi dan segala isinya.

          Kurasa kita perlu pindah duduk ke depan, kereta ini sudah terlalu panjang dan juga agar tamu lain bisa nimbrung diskusi, ridak monopoli.

          Wasalam!

    3. August 31, 2010 5:40 pm

      wah, satu lagi nih saya menemukan blog yang berbasis agama, semoga bisa menambah pengetahuan da wacana bagi saya. Terima kasih n salam kenal dari Pekalongan.

      • اسوب سوبرييادي permalink
        September 3, 2010 6:47 am

        sama-sama pak teguh:mrgreen:

    4. August 31, 2010 9:35 pm

      @Kang Hanif

      Hanya ada satu Allah kita sepakat.
      Tapi ada dua nada Allah dan Alloh,
      Apakah ke dua nada itu YHWH?
      Pls!

      %Mas Teguh
      Mari nimbrung!
      Kita semua awam dgn jalan pikiran Tuhan

      Salam Damai!

      • August 31, 2010 9:50 pm

        😀
        Kalau mau satu Nada, silahken sampean baca sendiri… اللَّهِ

      • September 1, 2010 6:14 am

        @Prof Hanifa

        Hanif, August 31, 2010 9:50 pm
        Kalau mau satu Nada, silahken sampean baca sendiri sendiri… اللَّهِ

        Aku maunya satu Nada, Kang Prof. Dari dulu kubaca nama-Nya YHWH, sekarang koq menjadi sulit dan ribet aku membaca apa yg kau sodorkan itu. Apa aku hrs kursus dulu gitu?

        Kalau yg kau sodorkan itu bukan YHWH, apa mungkin Dia ganti KTP? Ah, yg beneraja, kecuali ada pemaksan-pemaksaan kehendak manusia yg kebutuhannya hanya suka-suka.

        Jadi, dari kepolosanmu itu,
        Sementara ini menurutku,
        Tuhan kita beda, surge pun!

        Pls pencerahannya, Prof!
        Kebisaanmu bisalah.
        Ancer-ancer pun, ok deh!

        Salm Damai!

      • September 1, 2010 11:10 am

        <strongHanifa, September 1, 2010 10:14 am
        YHWH biyar satu nada maka kita baca; Ya Hantu Wah Huntu

        Dgn kata lain kau hanya bersedia bertuhankan YHWH utk kita bersama-sama asal nadanya bernuansa “Hantu”, gituh?

        Ah! Jadikanlah itu “Hantu”-mu itu Tuhanmu, karna Tuhanku telah ada sebelum jadi. Berarti, Tuhan kita beda banget, surga kita pun gituloh maksudku, kawan.

        Betul betul betul?

        Wasalam!

        • September 1, 2010 12:54 pm

          Bukan bijituh…
          Tuhan sampean adalah hanTu yang disalib… :mgreen:
          Makanya beda.

          Ps:
          Sampean meributken cara pembacaan Allah atau Alloh ?!
          Anak teka juga tahu kalau “gOing tO” …. vokal “O” dibaca “o” pada kata “going” sedangkan pada kata “to” dibaca “u”.
          Jadi yang lebih idiot itu adalah kita Al BIBLE versi Inggris… hehehe…

        • FOY permalink
          September 1, 2010 2:45 pm

          Allah dalam bahasa inggris dan bahasa Indonesia/Alloh dalam bahasa Sunda sama-sama dibaca=Allohu(O-nya dibaca panjang 2harkat).

          Maren kamu bingung? yang membingungkan itu Jesus, karena Jesus kalo di Indonesia namanya Yesus.

        • Budi Muhammad Natsir permalink*
          September 1, 2010 3:10 pm

          Maren, apa maksudmu:
          “Tuhanku bukan hanya menjelaskan, tapi juga meragakan tanda-tanda-Nya,
          Bukan hanya kpd mereka yg yakin, tapi justru kpd mereka yg tak yakin.”

          Maren, itu adalah pendapatmu di blog Adi Isa. Maren, saya tidak yakin kalo Yesus adalah Tuhan. Kalo benar, kenapa Yesus tidak menjelaskan tanda-tanda kekuasaannya padaku? Bahkan kamu sendiri termasuk Parhobas, tidak bisa menemukan tanda-tanda kekuasaannya yang menunjukan kalo Yesus adalah Tuhan.

          coba tunjukan satu tanda kekuasaan yang menunjukan kalo dia adalah Tuhan, jika kamu benar

      • September 1, 2010 6:47 pm

        @Hanifa
        Sing penting poinya, bawha Tuhan kita beda.
        Mari kita perbesar beda itu di dalam damai.
        Ok?

        @FOY
        Thank you!

        @Budi
        Yesus datang karna mencintai dunia ini,
        Bukan datang karena membencinya

        Yesus dating dominan meragakan cinta.
        Bukan dominan meragakan kuasa.

        Yesus datang utk mati, bangkit, naik kesurga.
        Bukan utk disulap-selip mati-matian kayak gitu

        Jadi,
        Yesusku bukan yesusmu.
        Isaku bukan “isamu”
        Tuhan kita beda.

        Salam Damai Sadayana!

        • September 1, 2010 6:54 pm

          Untuk sulap-selip mencat mobil,
          Dempul merek “Isamu” paling tokcer.
          Itu kebetulan loh; Bukan kebenaran.

          Salam Damai!

        • September 2, 2010 3:18 am

          @Oom Maren
          Jelas sangat beda dunk…
          Kalau Tuhan Yesus pastinya tidak bisa menciptaken langit dan bumi,… apalagi menciptaken surga dan Neraka… hehehe

          Kalau Allah (baca: Alloh) pencipta seluruh jagad raya.

          Damai salam:mrgreen:

        • September 2, 2010 6:38 am

          @Kang Hanif, leres pisan.
          @Maren kita tahu, walau pun menurutmu
          Yesusku bukan yesusmu.
          Isaku bukan “isamu”
          Tapi Isaku dan Isamu itu sama-sama tidak bisa mengabulkan permintaan, jika kita meminta padanya.

    5. September 2, 2010 9:53 am

      Assalam mualaikum, Fren!

      @Hanifa yg damai euy!

      Hanifa, September 2, 2010 3:18 am
      @Oom Maren
      Jelas sangat beda dunk…Kalau Tuhan Yesus pastinya tidak bisa menciptaken langit dan bumi,…

      Yes! Kau leres, Gan! Jesus jadi dungu bila Dia ciptakan lagi apa yg sudah diciptakan. Ibarat matabak yg tercipta kemarin diciptakan lagi biar anget; Aah, rasanya kayak sandal jepit loh … hh (nggak bunyi kok).

      apalagi menciptaken surga dan Neraka… hehehe

      Ehm!
      Jesus sedang menciptakan dan menyiapkan kaplingan buat kita saat ini (sok tau) keknya. Tidak seperti surgamu yg udah redi sejak dulu-dulu kala. Toilet, jamban, cangkir, dipan ada. Kau tinggal colok, lok: “plak en pley”-gadu-bang-pak–jinemmm hh (tetep nggak bunyi).

      Kalau Allah (baca: Alloh) pencipta seluruh jagad raya.
      Damai salam

      Loh, YHWH yg kemaren nggak jadi:

      Maren Kitatau, September 1, 2010 11:10 am
      Hanifa, September 1, 2010 10:14 am
      YHWH biyar satu nada maka kita baca; Ya Hantu Wah Huntu

      Dgn kata lain kau hanya bersedia bertuhankan YHWH utk kita bersama-sama asal nadanya bernuansa “Hantu”, gituh?
      Ah! Jadikanlah itu “Hantu”-mu itu Tuhanmu, karna Tuhanku telah ada sebelum jadi. Berarti, Tuhan kita beda banget, surga kita pun gituloh maksudku, kawan.
      Betul betul betul?
      Wasalam!

      @Budi

      Budi Muhammad, September 2, 2010 6:38 am
      @Kang Hanif, leres pisan.

      Naon na nu leres pisan, Kang Bud!

      @Maren kita tahu, walau pun menurutmu
      Yesusku bukan yesusmu.
      Isaku bukan “isamu”
      Tapi Isaku dan Isamu itu sama-sama tidak bisa mengabulkan permintaan, jika kita meminta padanya.

      Emang, Jesusku pelit.
      Kita selalu disuruh berusaha.
      Katanya kita telah diberi kuasa.
      Gunakanlah kuasa itu.

      Ada doa permintaan yg kek gini nih:
      Maren Kitatau says: 09 August 2010 at 21:10
      Satu lagi gua kutip doa syukur:
      sikapsamin says: 09 November 2009 at 07:20
      Jika Tuhan tidak menjawab Doa anda,
      Dia tahu bahwa anda tidak sedang berdoa
      Hehe!
      Tapi sedang…NDLEMING/NGLINDUR…
      Heheheah, nglindur komit-kumat?
      Mungkin sama dgn doa replek ya,
      Doa monoton hafalan lima waktu tanpa pikir tanpa rasa.

      Menurutku, banyak permintaan kita yg rasa-rasanya belum dikabulkan Tuhan, apalagi permintaan itu hanya lama tercetus di dalam hati saja atau minta bangsa ini segera “take off” segala. Atau permohonan itu tak pernah diucapkan secara tegas dan sungguh-sungguh ditransmit kepada-Nya.

      Tapi, secara tak sadar, banyak juga hal-hal yg tidak kita minta justru bagai sekonyong-konyong ada tanpa praduga. Keberadaan kita dan properti kita kini kebanyakan diluar perhitungan akal rasio kita semula. Ada yang telah merasa memperoleh lebih dari yang diharapkan semula, ada yg telah merasa cukup dan ada juga yg masih merasa kurang dari yg selayaknya hrs dia peroleh jika dibandingkan dgn amal-soleh perbuatannya. Bila aku telah merasa cukup dari apa yg aku butuhkan kini dan bersyukur kepadaNya, maka aku hrs percaya bahwa keberadaanku kelak pun akan di-cukupkan-Nya juga. Pengharapanku itu pun pasti akan jauh dari pengharapanku saat ini tentu, karena Dia tau kebutuhanku yang sebenar-benarnya.

      Mengapa Tuhan tidak serta merta mengabulkan apa yg kita minta? Apakah doa-doa permohonan kita itu tertuju pada Tuhan yg salah sehingga yg kita terima selalu yg lucu-lucu? Atau, apakah hal ini karena doa-doa kita itu belum pernah ngecun kepadaNya, walau rasa-rasanya komponen kita sudah bersih tata cara pun tokcer? Atau apakah permintaan kita itu belum pantas kita miliki karena ada banyak prasyarat utk merealisasikan permintaan yg seperti itu, “take off” misalnya. Dgn kata lain, apakah permintaan kita itu terlalu muluk-muluk atau aneh-aneh sehingga selalu dicuekin? Atau apakah permintaan kita itu tidak kita mengerti sepenuhnya apa dan hanya meminta begitu saja ikut-ikutan komat-kamit hingga permintaan itu latah saja. Atau kita tidak merasa bertanggungjawab atas permintaan yg seperti itu? Atau apakah kita tidak tau apa yg kita minta, sehingga kita pun tidak tau juga apakah kita pernah menerimanya? Atau dll, hh!
      Berikut adalah imajinku ttg permintaan-permintaan kepada Tuhan,
      yang percis sama dengan sumber dari suatu mailist.
      Beg ini:

      Aku meminta kepada Tuhan utk menyingkirkan kesedihanku,

      Tuhan menjawab, Tidak!
      Itu bukan untuk disingkirkan,
      Tapi agar engkau mengalahkannya.

      Aku meminta kepada Tuhan utk menyempurnakan tubuh-cacatku,

      Tuhan menjawab, Tidak!
      Jiwa adalah kesempurnaan,
      Tubuh hanyalah sementara.

      Aku meminta kepada Tuhan utk menghadiahkanku kesabaran,

      Tuhan menjawab, Tidak!
      Kesabaran itu adalah hasil dari kesulitan;
      Itu tidak dihadiahkan;
      Itu harus dipelajari.

      Aku meminta kepada Tuhan utk memberiku kebahagiaan,

      Tuhan menjawab, Tidak!
      Aku memberimu berkat,
      Kebahagiaan tergantung pd mu.

      Aku meminta kepada Tuhan utk menjauhkan penderitaan,

      Tuhan menjawab, Tidak!
      Penderitaan menjauhkanmu dari dunia,
      Dan mendekatkanmu kepada-Ku.

      Aku meminta kepada Tuhan utk menumbuhkan rohku,

      Tuhan menjawab, Tidak!
      Engkau harus menumbuhkan roh-mu sendiri,
      Tetapi Aku akan memangkasnya
      Untuk membuatmu berubah.

      Aku meminta kpd Tuhan segala hal agar aku dpt menikmati hidup,

      Tuhan menjawab, Tidak!
      Aku akan memberimu hidup,
      Sehingga engkau dpt menikmati segala hal.

      Aku meminta kpd Tuhan utk membantuku mengasihi orang lain,
      Seperti Dia mengasihi aku,

      Tuhan menjawab, Ahhh …!
      Akhirnya engkau tau!
      Hari ini adalah milikmu!
      Jangan engkau sia-siakan!
      Bagi dunia, engkau mungkin hanyalah seseorang!
      Tetapi bagi seseorang, engkau bisa jadi dunianya!
      Jadilah rahmat bagi dunia; Aku memberkatimu!

      Jadi mungkin:
      Bila kita nggak pernah ngecun dgn Tuhan,
      Periksalah keinginan-keinginan tubuh kita,
      Periksa juga keinginan-keinginan roh kita,
      Lalu jiwa menimbang-nimbang nyimpulkan,
      Baru berdoa dgn gambar yg jelas dan pas …
      Bukan doa bergambar “take off”.

      Salam Damai Sejahtera!

      • Budi Muhammad Natsir permalink*
        September 2, 2010 10:17 am

        Maren
        kamu meminta kepada Tuhan utk menyingkirkan kesedihanmu, Yesus menjawab: “Tidak”

        kamu meminta kepada Tuhan utk menyempurnakan tubuh-cacatmu, Yesus menjawab: “Tidak”

        kamu meminta kepada Tuhan utk menghadiahkanmu kesabaran, Yesus menjawab: “Tidak”

        kamu meminta kepada Tuhan utk memberimu kebahagiaan, Yesus menjawab: “Tidak”

        kamu meminta kepada Tuhan utk menjauhkan penderitaan, Yesus menjawab: “Tidak”

        kamu meminta kepada Tuhan utk menumbuhkan rohmu, Yesus menjawab: “Tidak”

        Kamu meminta kpd Tuhan segala hal agar aku dpt menikmati hidup, Yesus menjawab: “Tidak”

        kamu meminta kpd Tuhan utk membantuku mengasihi orang lain,
        Seperti Dia mengasihi aku, Yesus menjawab: “Ahhh…!!!”

        Maren, kenapa kamu menyembah Yesus yang tidak bisa mengabulkan permintaanmu?

        Maren,
        “Tuhan menjawab, Ahhh …!
        Akhirnya engkau tau!
        Hari ini adalah milikmu!
        Jangan engkau sia-siakan!
        Bagi dunia, engkau mungkin hanyalah seseorang!
        Tetapi bagi seseorang, engkau bisa jadi dunianya!
        Jadilah rahmat bagi dunia; Aku memberkatimu!”

        perkataan siapa itu?

        • September 2, 2010 10:39 am

          Emang salah, ya!

          Dlm ilustrasi “Akhirnya ..”
          Engkau adalah kita,
          Aku adalah Dia!

          Salam Damai!

      • September 2, 2010 12:54 pm

        Yess… se 7, bahwa YESUS sangat dungu tidak bisa menciptakan apa-apa…:mrgreen:

        • September 2, 2010 12:56 pm

          YHWH biyar satu nada maka kita baca; Ya Hantu Wah Huntu

          YEsss.. sampean sejutu TUhan YESUS sudah jadi hanTU yang disalib..😀😆

    6. September 2, 2010 2:15 pm

      Yess… se 7, bahwa YESUS sangat dungu
      tidak bisa menciptakan apa-apa…
      Yahudi juga omung gitu, Gan!
      Ada kesamaan kliatannya hh.

      YEsss.. sampean sejutu TUhan YESUS sudah jadi hanTU yang disalib..
      Ah, jangan khawatir, Gan!
      Murinya pun nyangka begitu (Mat 14.26)
      Jangan jangan Agan ini … anu!

      YHWH biyar satu nada maka kita baca; Ya Hantu Wah Huntu
      Kupikir YHWH bukan Alloh,
      Atau apakah aku yg salah pikir?
      Pls!
      YEsss.. sampean sejutu TUhan YESUS sudah jadi hanTU yang disalib..
      Salam Damai!
      Tak perlu persetujuan ku utk Dia sudah menjadi!
      Jadikanlah dirumu entah jadi aapa kek, pasti bisa.
      Hamba Alloh kek, anak Allah kek, atau uh serem-serem!

      Kau pasti bisa, Gan!

      Salam Damai!

    7. September 2, 2010 3:49 pm

      Gorila itu Kakek Yesus yang bernama Eli…
      Makanye Tuhan Yesus, memanggil beliau ketika disalib

      Eli, Engkong, lama sabathani…😀😆

      • September 2, 2010 5:06 pm

        Kau dendam kali ama Yesusku,
        Ada apa Kang? Maksudku aya naon?
        Kletannya mmm … ah nggak dah!

        Salam Damai!

        • September 2, 2010 7:40 pm

          😀 hehehe….
          Ngapain dendam sama Yesus, dia udah di salib dan mati konyol dengan cara bejituh…

        • September 3, 2010 6:02 pm

          hehehe….
          Ngapain dendam sama Yesus,
          dia udah di salib dan
          mati konyol dengan cara bejituh…

          Kau benar, Gan!
          Bahwa Yesus telah mati disalib,
          Hanya mengonyolkanNya itu loh yg masih anu.

          Keknya kau jadi lebih konyol dari Yahudi.
          Yahudi mengonyolin-Nya ketika Dia di dunia.
          Nah kau,
          Mengkonyolkannya setelah Dia di Surga.
          Ahh!
          Pantesan Gorila itu ngesemrs kita.
          Cing!
          Jangan-jangan aku salah pikir.
          Apa ada arti lain dari “konyol”-mu itu?

          Salam Damai!

        • September 3, 2010 8:01 pm

          Iyaaa.. yah kasian Yesus mati di Salip setelah di Sulap sama Yahudi:mrgreen:

        • September 4, 2010 8:36 am

          Yesusku bener disalib! Lalu ceritanya penyaliban itu disalip sama Isamu yg konon disulap oleh yhwh-mu biar masuk zona aman. Tul tak tuh ta ieuh, Kang?

          Salam Damai!

    8. September 3, 2010 11:58 am

      Ada apa sih?🙄🙄🙄

      • September 3, 2010 6:07 pm

        Mba Fit!
        Di di sini ada tawa yg tak boleh keras-keras panjang.
        Mendelik-delik kayak gitu lebih bagus, “seyum dgn mata”

        Salam Damai!

    9. September 4, 2010 6:10 am

      Jalma-jalma anu nyembah Yesus, maranehna teh aya dina karagu-raguan. Diantarana sabab lamun maranehna menta, pamentana teh teu bisa dikabulkeun. Pan Yesus mah lain Allah.

      artinya:
      Orang-orang yang menyembah Yesus, mereka itu berada dalam keragu-raguan. Diantaranya karena apabila mereka meminta, permintaannya itu tidak bisa dikabulkan. Kan Yesus itu bukan Allah

    10. September 4, 2010 1:22 pm

      @Oom Maren
      Yesusku bener disalib!
      😀 hua.ha.ha…
      Ada nggak orang yang bernama Yesus di Yerusalem…. ?!
      Kalau ada coba buktikan sejarahnya.

      • September 4, 2010 2:52 pm

        Wah!
        Kupikir kau rada ngerti,
        Atau pernah denger,
        Maka kau nulis:

        Haniff, September 2, 2010 7:40 pm
        hehehe….
        Ngapain dendam sama Yesus, dia udah di salib dan mati konyol dengan cara bejituh…

        Salam Damai!

        • September 4, 2010 3:00 pm

          Justru sayah kebingungan lho,…
          Soalnya tidak ada Nabi Yesus, atau Tuhan Yesus di Yerusalem… kalau membaca Bibel versi Yahudi😀

        • September 5, 2010 7:06 am

          Bingung itu masalah waktu saja, Kang.
          Sing penting dah ada ttk pandangmu fokus.
          Nggak usah repot mencari, Dia akan datang lagi.

          Salam Mutakhir!

        • FOY Estes permalink
          September 5, 2010 9:09 am

          Hanif, kalo begituh, Yesus yang disembah Maren itu orang mana ya?

          kita tanya saja Maren. Mungkin dia bisa menjelaskan tentang apa dan siapa Yesus.

          Maren saya mau tanya, apa sebenarnya yng kamu sembah?

        • September 5, 2010 11:53 am

          @Kang Foy Estes
          Bwetulll, hanya beliau yang tahu siapa yang disembah atas nama Yesus itu … hehehe…

          @Kang Maren
          Nggak usah repot mencari, Dia akan datang lagi

          Jika dia (Yesus) datang, apakah pernah ada satu orang kristen didatangi dia ?!😀😆

        • September 6, 2010 11:01 am

          @FOY

          Aku menyembah Allah YME, Coy.
          Bila benar Allah kita itu beda-beda,
          Maka kira-kira gini ecek-eceknya:

          Ei ≠ Ea ≠ Et

          Ei = Allah Yg Maha Esa-tok Israel
          Ea = Allah Yg Maha Esa-tok Arab
          Et = Allah Yg Maha Esa-trinitas

          Nah,
          Karena aku “tertiga”,
          Aku pilih Allah YME-Et

          Karna Hanif orangnya suka-suka,
          Tentu milih yg lebih muda, Ea,
          Allah YME-tok Arab, kan?

          Kurasa-rasa bener Ea tak sama dgn Ei.
          Walau Allah-nya sama-sama Esa-tok,
          Walau bencinya sama-sama kpd Jesus,
          Arab-Israel selalu cekcok.

          Sementara itu Ei mungkin sama dgn Et,
          Sampelnya Jerman-Israel yg cepat ngepren,
          Walau ada pembantaian Yahudi di Jerman,
          Walau Israel adalah Revenge Specialist.
          Hubungan mereka Mirakel ku tengok.

          Demikian FOY!

          Salam Damai!

        • September 6, 2010 11:08 am

          @Kang Foy Estes
          Bwetulll, hanya beliau yang tahu siapa yang disembah atas nama Yesus itu … hehehe…

          Widih, tau juga Kang Hanif “atas nama”, ya.
          Berarti tau dong “Doa Bapa kami”, Mat.6:7-13.

          @Kang Maren
          Nggak usah repot mencari, Dia akan datang lagi

          Jika dia (Yesus) datang, apakah pernah ada satu orang kristen didatangi dia ?!

          Dia pernah datang menunjukkan kemuliaannya.
          Dia akan datang lagi menunjukkan kuasanya.
          Tolong bedakan antara pernah dgn akan, Kang!

          Cek kalimat terakhir “Doa Bapa kami”
          Yang pernah adalah kemuliaanNya
          Yang akan adlah kuasaNya.
          Pas keknya.

          Salam Damai!

        • September 6, 2010 1:20 pm

          @Oom Maren
          Widih, tau juga Kang Hanif “atas nama”, ya.
          Berarti tau dong “Doa Bapa kami”,

          Wahh… mohon maaf @Om, sayah punya Bapak Kandung sendiri,… apa sampean Bapakenya lebih dari satu yach ?! ..hehehe….😆

        • September 6, 2010 5:22 pm

          Wahh… mohon maaf @Om, sayah punya Bapak Kandung sendiri,…

          Bapak kandung?
          Apa buktinya dia itu Bapak kandungmu. Apa cukup percaya aja dgp catatan Walikota?Atau Agan sudah melengkapi data tes DNA? Apa agan main percaya begitu saja semuanya?

          Cing,
          Apa dasarmu menyatakan dia Bapak kandungmu,
          Dan perempuan yang itu Ibu kandung mu?

          Salam Damai!

        • September 6, 2010 7:00 pm

          😀 hehehe….
          Bukti beliau adalah Bapak dan Ibu Kadung,… yang jelas beliau memeliharaku dari kecil hingga dewasa dan tak pernah mengeluh sedikitpun berapapun rizki yang diberikan oleh Allah.

          Apakah “Bapak” sampean suka… ngasih air teteknya ?!
          Paling-paling ngasih “Doa Bapa Kami” , itupun hasil oret-oretan orang lain.. hehehe…😀

    11. FOY Estes permalink
      September 6, 2010 5:29 pm

      Maren kita tahu, Allah itu adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Yang jadi bingung Hanif adalah: “Justru sayah kebingungan lho,…
      Soalnya tidak ada Nabi Yesus, atau Tuhan Yesus di Yerusalem… kalau membaca Bibel versi Yahudi😀 “

      • September 6, 2010 5:56 pm

        Yea!
        Begitulah Hanif, yg haus akan bukti-bukti, seolah Tuhan hrs tunduk pd matematika dunia, Tampaknya dia hanya butuh apa yg ada di atas kertas. Ya, kita lihat aja bagai mana dia membuktikan Bapak dan Ibu kandungnya. Mungkin dia lebih percaya kepada akte lahirnya dari pada kepada cinta berlebih yg telah dia terima dari orang tuanya.

        Pls komenin ttg tiga Allah YME di atas!
        Apa benar Ea itu lebih muda dan galak?
        Heheh!

        Salam Damai!

        • September 6, 2010 7:03 pm

          @Oom Maren😀 hehehe
          Sayah katanyah waktu orok kalau haus minum ASI ibu Kandung,… nggak pakai akte-aktean atau rumus matematika.
          Kalau sampean haus rupanya cukup baca “Doa Bapak Kami”…. Wusss… abrakadabara…😆

        • September 7, 2010 5:42 am

          @Hanif Hehehe!

          Setuju aku dgn jawabmu, Kang, “Sayah katanyah … “.

          Tentu yg mengatakaannya itu adalah orang-orang yg mencintaimu. Semua org yg mencintaimu adalah bukti terkuat utk bukti hubunganmu itu dari pada semua bukti-bukti duniawiah yg di ada atas kertas. Bukti-bukti di atas kertas mudah itu dimanipulasi. Itu adalah tuntutan dunia, karna dunia tak mengenal cinta.

          Cinta adalah bukti bergerak, bukti dinamis hubunganmu itu. Yg di atas kertas adalah bukti diam, yg bisa saja menguatkan. Jawabmu dgn jawabanku adalah sama.

          Wasalam!

        • September 7, 2010 1:10 pm

          😀
          Tapi sayah Bapaknya anak-anak kandung sayah, dan Ibunya (istri sayah) yang menetekin anak-anak sayah… dan anak-anak sayah diproduksinya barengan beliau.
          “Jadi bukan katanyah”… hehehe….

        • September 7, 2010 1:39 pm

          Itu artinya dinamis, atuh Akang!
          Cinta itulah yg mengikat kalian semua.
          Bukan bukti-bukti yg lainnya, paham?

          Wasalam!

        • September 7, 2010 7:27 pm

          Kalimat Syahadat yang disaksikan oleh Walimahlah dalam perkawinan yang mengikat sayah dengan istri sayah… sehingga resmi dah syah memproduksi anak… hehehe…

          *** PAHAM SAMPEAN ***

        • September 8, 2010 9:08 am

          Tanpa cinta nggak ada “Kalimat Syahadat yang disaksikan oleh Walimahlah”, paham?

          Salam Damai!

        • September 8, 2010 12:31 pm

          Sayah sangat menyangi dan mengasihi wanita yang sayah nikahi…. jadi lebih dari sekedar cinta dunk, apakah yang cinta monyet boleh nikah gitu ?! :D… hehehe

    12. September 9, 2010 5:40 am

      @Kang Hanif Sayang!

      حَنِيفًا permalink
      September 8, 2010 12:31 pm

      Sayah sangat menyangi dan mengasihi wanita yang sayah nikahi…. jadi lebih dari sekedar cinta dunk, apakah yang cinta monyet boleh nikah gitu ?! … hehehe

      Hehehe!
      Kang Hnif punya kasih yg lebih dari cinta, gud!
      Cinta monyet mungkin hanya mula-mulanya,
      Cinta trial and error yg sering dijatuh-jatuhin abg.

      Menurutku, cinta itu ada tiga:
      Mulanya hanya suka, itulah cinta-karena, yaitu cinta yg natural.
      Kemudiannya sayang, itulah cinta-jikalau, yaitu cinta emosional.
      Akhirnya haruslah kasih, yaitu cinta-walaupun, inilah yg spiritual.

      Kurasa itu guna rumah tangga,
      Mengadon cinta menjadi kasih,
      Antara cinta suami-istri-anak-dst.

      Salam Cinta!

      • September 9, 2010 7:02 am

        😀 hua.ha.ha…..
        Tanpa cinta nggak ada “Kalimat Syahadat yang disaksikan oleh Walimahlah”, paham?😛
        Berarti sampean OMDO dung,… 😀😆

    13. September 24, 2010 7:57 pm

      @LOL

      Mana janjimu?
      Nih kubawa mari dari adi isa:
      http://feriadiisander.wordpress.com/2010/07/19/the-gospel-of-barnabas/#comment-2002

      Dari esensinya itu Ea tidak menciptakan apa-apa ya,
      Selain Perjanjian Lapuk di-Arab-kan agar apik. Ehm!
      Mengapa Ea mengharuskan Bah Arab?
      Karna supaya manusia berpikir katanya. Wah!

      Pd jaman menara Babel bahasa manusia adalah satu.
      Di jaman itu manusia hanya muter disitu-situ saja kerjanya.
      Manusia tak mau memenuhi bumi dan menaklukan segala isinya.
      Lalu bahasa itu dikacaukan-Nya seperti yang tertulis di Kej 11.7

      Setelah bahasa dikacaukan baru manusia mencar, mengisi pelosok bumi, berdikari, berpikir bersama-Nya, menaklukkan segala isi bumi sesuai FirmanNya. Sejak itu berkembanglah berjuta-juta bahasa dan tak ada manusia yg bisa menguasai seluruh bahasa bumi ini. Justru maraknya bahasa inilah yg membuat kita berpikir. Ada bahasa tubuh, ada bahasa jiwa, ada bahasa roh. Ada bahasa tumbuhan ada bahasa binatang, ada bahasa manusia. Jadi, bukan membahasa-Arab-kan yg membuat kita berpikir, malah keharus-arab-an itu yg membuat pikiran tekor.

      Jadi,
      Kalau Ea menyatukan bahasa lagi menjadi Arab saja,
      Maka kita kembali lagi muter-muter 360 spt di Babel,
      Nggak mau menaklukan dasar lautan atau angkasa luar,
      Tak berani menjinakkan landak durian atau binatang liar.

      Kembali ke diskusi kita semula,
      Bahwa Allah kita itu kurasa hrs beda,

      Ei ≠ Ea ≠ Et

      Ei = Allah Yg Maha Esa-tok Israel
      Ea = Allah Yg Maha Esa-tok Arab
      Et = Allah Yg Maha Esa-trinitas

      Kurasa-rasa Ea tak sama dgn Ei.
      Walau Allah-nya sama-sama Esa-tok,
      Walau bencinya sama-sama kpd Yesus,
      Nyatanya Arab-Israel selalu cekcok.

      Kurasa-pun Ea tak sama dgn Ei.
      Karna Ea menciptakan bumi-langit lagi.
      Karna Ea menciptakan manusia lagi lagi.

      Pls! LOL!
      Ei dan Ea aja dulu!
      Nanti-nanti Et lagi.

      Salam Damai!

    14. September 28, 2010 3:13 pm

      @LOL

      Akhirnya kau jawab juga.
      Menjawab punya FOY tapi.

      LOL
      September 28, 2010 1:12 pm
      Begini, Tuhannya Nabi Musa adalah Tuhannya nabi Muhammad yaitu Allah.
      Bagaimana mungkin Tuhan kami itu beda.

      Kurasa pun begitu LOL, walau ada ayat di atas yg begini bunyinya,
      Katakanlah:” Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami bagi-Nya ialah muslimun (orang-orang yang menyerahkan diri). “

      Ada mereka ada kami
      Ada Allah ada Tuhan

      Yg artinya:
      Kita hrs beriman kpd Allah
      Dan kpd semua yg diturunkan-Nya,
      Dan kpd yg diberikan dari Tuhan mereka.

      Artinya lagi di situ:
      Ada Allah kami yg menurunkan; Katakanlah Ea tadi.
      Dan ada Tuhan mereka yg memberikan; Katakanlah Ei.
      Ea hrs sama dgn Ei, kalau tidak maka Ea lebih muda nanti, hh.

      Sebenarnya udah banyak pertanyaanku pd mu, LOL
      Spt pertanyaan yg kubawa dari blog adi isa utk mu di atas.
      Jika ayat di atas hrs dibaca bagai Allah yg mengucapkannya,
      Maka kalimat “Kami beriman kepada Allah, maksudnya Muhammad dan Jibril lah kan?
      “Kami” bukan diartikan malaikat sendiri, atau Muhammad sendiri, entah lah!

      Dan apa yang kamu sembah selain Dia itu yang menjadi masalah.

      Itu bukan masalahmu.
      Tenang aja LOL, Allah itu Esa koq.
      Iblis pun tau itu, tapi mereka gemetar mendengarnya.

      Karena kamu tidak dapat membuktikan dengan keterangan yang jelas,
      yang menjelaskan bahwa mereka adalah Tuhan.

      Kalau Tuhan telah bisa dibuktikan,
      Maka habislah, Tuhan bukan Tuhan lagi,
      Itu udah sama dgn barang ilmiah lainnya.

      Salam Damai!

      • September 29, 2010 12:01 pm

        Maren, itu karena kamu tidak menguasai artinya. Dan ternyata Kamu tidak mengerti bahasa arab.

        قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنزِلَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَالنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

        Rabb dalam kalimat مِن رَّبِّهِمْ (min Rabbi him) yang artinya dari Tuhan mereka, bentuknya itu mufrad. artinya satu Tuhan(one God). Jadi Tuhan/Ilahnya Ibrahim Ismail, Musa Isa, dan Tuhan kita semua adalah Tuhan yang satu.

        Tidaklah sama artinya, antara “Tuhan mereka” dengan “Tuhan-Tuhan mereka”
        Rabb/Tuhan dalam bentuk jamak yaitu Arbaabun yang artinya Tuhan-Tuhan.

        Dengan kata lain, Tuhanmu, Tuhan ku, Tuhan semua orang, artinya adalah Tuhan kita itu satu.

        untuk menjelaskannya maka cukuplah kamu membaca ayat berikut yang artinya:
        Adakah kamu hadir ketika Ya’kub kedatangan maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Ilah-mu dan Ilah nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il, dan Ishaq, إِلَـٰهًا وَاحِدًا (Ilah Yang Esa) dan kami bagi-Nya adalah Muslimuun (orang-orang yang berserah diri)”. (QS. 2:133)

        • September 30, 2010 12:33 pm

          Tanks, Bud!
          Aku terlalu universal membaacanya,
          Ternyata kudu membacanya cara Arab.
          Ada mereka ada kami, ada Allah ada Tuhan

          Kami dan mereka tidak beda.
          Allah dan Tuhan pun tak beda.

          Tidak ada Tuhan selain Allah
          Tidak ada Allah selain Tuhan
          Sama saja lah

          Ei = Ea,
          YHWH = Allah SWT.
          Kita tidak usah heran.

          Yg aku heran,
          Knapa persahabatan Arab – Israel
          Bagai gijibrig Kambing kesiram aer,
          Sementara persahabatan Jerman-Israel
          Bagai Pinang ditumbuk halus, gituloh!

          Salam damai!

    15. September 28, 2010 3:34 pm

      Soal ini:
      Maren kitatau, saya setuju dengan Pemilik blog ini, khusus untuk membahas Tuhanmu dalam konsep trinitas itu sebaiknya anda pergi ke https://perhatikanlah.wordpress.com/2010/09/25/tentang-yesus-yang-tidak-bisa-memberikan-manfaat-dan-madharat-bagi-para-penyembahnya/
      dan jawab pertanyaan sodara Budi M yang ditujukan padamu disana.

      Kujawab di sini aja ya LOL, Bud!
      Mudah-mudahan dah ngerti “tertiga”,
      Minimal dah bisa bedain roh dan jiwa.

      Soal keesaan Tuhan kau jangan ragu pd ku.
      Kau tau aku adalah tertiga, bukan tiga, LOL.
      Aku nanti roh, aku dulu daging, kini aku jiwa, hh.

      Dari situ tertigaku segambar dgn TrinitasNya, kek gini:
      Bapa adalah Allah yg akan kukenal oleh rohku,
      Dia adalah Allah masa depan yg memikat.

      Yesus adalah Allah yg telah kukenal oleh jiwaku,
      Dia adalah Allah masa lalu yg melekat.

      Roh Kudus adalah Allah yg sedang menemani diriku
      Mengenali segala sesuatu, Dia lah Allah masa kini yg mengikat.

      Maklumlah kau, LOL!
      Tertiga itu adalah satu orang.
      Trinitas itu ya satu Allah YME.

      Baru segitu bisaku,
      Menjelaskannya pd mu.
      Preksa tertiga mu, kali beda.

      Salam Damai!

      • August 25, 2015 1:35 am

        Penjelasan lain:

        Preksa aja ciri-ciri org kesurupan,
        Preksa juga ciri-ciri orang gila.
        Preksa bedanya, simpulkan.

        Salam Damai!
        .

    16. hans permalink
      April 12, 2014 5:38 pm

      kalau berdebat ngga dilandasi dengan iman, hanya dengan emosi apalgi tanpa dilandasi dgn dalil ayat kitab suci, ya begini jadinya. dua2nya akan mempertahankan pendiriannya masing2. tanpa sadar telah menghina seorang nabi Isa yang mana didalam Alquran hal ini tidak diajarkan. coba buka wawasan sedikit, berbicaralah dgn dalil Alquran, Injil serta Taurat . semua telah jelas disebutkan bahwaNabi Isa adalah rasul(nabi) utusan Allah Matius, 4:10 à
      Matius, 23:8 à
      Yohanes, 17:3 à
      Markus, 12:32 à
      Lukas, 10:21 à
      Yohanes, 5:44 à
      Markus, 12:29 à
      Yohanes, 12:49 à “Bapa/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
      • Matius, 15:24-26 à “Aku diutus hanya kepada … umat Israel .” = Rasul Allah.
      • Yohanes, 17:3 à “Yesus yang telah Engkau (Allah) utus.” = Rasul Allah.
      • Matius, 10:40 à “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.
      • Matius, 23:10 à “Hanya satu pemimpinmu yaitu Mesias.” = hanya Pemimpin umat.
      • Markus, 6:4-6a à “Yesus berkata bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.
      • Lukas, 4:18 à “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.
      • Lukas, 4:24 à “Yesus berkata bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.
      • Lukas, 4:43 à “Untuk itulah aku diutus.” = Rasul Allah.

      • June 14, 2014 6:24 am

        Yes! Hans!
        Keknya masih ada yg ragu, bw Yesus itu manusia?
        Sia-sia kita mendebat, bw Yesus itu bukan manusia.
        Dan, debat itu pekerjaan kusir, maka ada debat kusir.

        Lebih baik diskusikanlah:
        Bahwa Dia terkemuka di dunia dan pun di akhirat.
        Bahwa Dia akan datang utk menghakimi manusia.
        Bahwa Dia bukan “hanyalah” tapi terkemuka.

        Kedatangannya yg pertama ialah sbg Pelayan.
        Kedatangannya yg ke dua ialah sbg Majikan.
        Tak usah heran, bahwa kuasa ada pd-Nya.

        Teladanilah, ikuti kerja-Nya.
        Dai suci, pd-nya tak ada dusta pun dosa.
        Padanya ada kerajaan, kuasa dan kemuliaan.

        Preksa saja:
        Dia patuh pd Hukum Alam walau Dia bisa menentangnya.
        Dia patuh pd Hukum Dunia walau Dia bisa menentangnya.
        Dia sungguh taat % kpd Hukum Taurat walau Dia manusia.

        Salam Damai!

    17. June 19, 2014 2:22 pm

      maren, menyembah yesus berarti menyembah matahari. tonton videonya di blog putramaryam. masalah trinitas, menurutku itu adalah ucapan kalian dengan mulut kalian.

      • July 12, 2014 6:27 am

        Hai Bud!
        Jangan mau percaya sama barang tontonan, Bro!
        Percayalah pd pekerjaan-perkerjaan-Nya saja,
        Itu sudah lumayan utk pijakan!

        Salam Damai!

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: