Skip to content

Menyambut Hari Raya Iedul Fitri

September 5, 2010

بسم الله الر حمن الر حيم

Hadirin, Bapak-bapak, Ibu-ibu dan semua yang datang ke blog ini.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang apabila orang yang beriman melakukan amal soleh di bulan itu, maka Allah akan memberikan ganjarannya lebih besar dari pada biasanya. Itulah salah satu penyebab bulan ini adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh mereka yang beriman. Dan di bulan Ramadhan, kita seharusnya memohon Rahmat dan ampunan-Nya; dan berlindung kepada Allah dari azab neraka. Dan kita harus bersungguh-sungguh dalam menggunakan waktu di bulan Ramadhan ini sehingga kita akan kembali bersih saat berjumpa dengan hari raya Iedul fitri.

Hadirin, Bapak-bapak, Ibu-ibu dan semua yang hadir disini.

Manusia dalam menyambut hari raya Iedul fitri itu berbeda-beda. Ada yang sedih, kenapa sedih? Ada yang biasa-biasa, seperti orang gila atau seperti mereka yang belum baligh atau mereka yang masih balita. Dan ada pula yang menghadapinya dengan sangat senang.

Kenapa senang? Senang di antaranya karena dia bisa makan minum sepuasnya di siang hari. Malamnya tidak usah shalat Terawih (QiyamuRamadhan), dan bahkan bisa jadi ada diantara mereka, yang kembali melakukan perbuatan-perbuatan keji yang sangat dia sukai, yang tidak bisa dia melakukannya selama bulan Ramadhan. Akhirnya dia jadi jarang ke Masjid, malas beramal dan sebagainya. Seolah-olah dia tidak mendapatkan hasil apapun dari saumnya selama bulan Ramadhan kecuali lapar dan dahaga. Atau ada juga yang senang karena dia dapat duit banyak (THR maupun uang kasih sangang dari keluarga). Yang dengan uang tersebut dia bisa beramal soleh dan membangun kehidupannya agar menjadi lebih baik.

Dan selain itu ada juga orang yang menyambutnya dengan perasaan sedih. Mengapa sedih? Tidak punya baju baru misalnya; atau sedih karena dia berpisah dengan bulan Ramadhan yang sangat dia cintai. Dia merasa takut kalau ada diantara ibadah-ibadahnya yang tidak diterima di sisi Allah. Dia khawatir karena sebagai manusia dia tidak tahu, apakah dia akan bertemu dengan Ramadhan tahun depan atau dia mati sebelumnya.

Hadirin, Bapak-bapak, Ibu-ibu dan semua yang hadir disini termasuk anda.

Saya minta maaf jika saya lupa atau berbuat kesalahan. Jika ada diantara tulisan saya yang menurut anda salah, maka silahkan, jangan malu untuk menyampaikan kebenaran. Kita bisa mendiskusikannya.

Hadirin, sa kitu nu ka pihatur, salajengna, mangga bilih aya patarosan atanapi komentar.

Hadirin, itulah yang bisa saya sampaikan, selanjutnya, silahkan jika ada pertanyaan atau komentar.

16 Comments leave one →
  1. اسوب سوبرييادي permalink
    September 5, 2010 12:06 pm

    kitu pisan realitanya di nagari ieu, kuring sorangan kungsi ngarasakeun jadi anu gumbira sarta hanjelu di ahir ramadan…

    salamet poé raya
    :mrgreen:

    • September 6, 2010 6:13 am

      @kang Usup, sami. Kadang tiasa oge pas hari raya teh urang ngarasa sedih campur bungah.

  2. FOY Estes permalink
    September 6, 2010 6:53 am

    Dalam menyambutnya, ada yang senang ada yang biasa-biasa seperti orang gila atau belum baligh, dan ada yang sedih

    kira2 kalo orang yang baligh tapi tidak puasa seperti Maren bagaimana perasaannya ya?

    sebaiknya kita tanya Maren.
    Maren, bagaimana perasaanmu berpisah dengan bulan Ramadhan?

    Semoga dia tidak putus asa dari rahmat Tuhannya.

  3. September 6, 2010 12:35 pm

    ooooo pada ngomongi hari raya to .

    sangat dan sungguh hari yang Fitri membawa kesedihan dan kesenangan yang susah untuk di uraekan .

    sebagae pribadi saya ..merasa sedih mungkinkahkah tahun selanjutnya masih di berikan waktu untuk bertemu kepada bulan yang suci …mungkinkah tahun yang akan datang masih di beri kesempatan untuk bersipu kepada sang ibu .
    mungkinkah tahun yang akan datang masih di berikan kesempatan untuk saling berjabat tangan .

    merasa senang karena masih di pertemukan dengan hari yang Fitri .
    merasa senang kalau masih sanggup untuk membayar Zakat .
    merasa senang masih mampu untuk menyenangkan terhadap anak dan istri .

  4. September 6, 2010 4:41 pm

    Semoga nuansa ibadah ramadhan tetap ada meski idul fitri nanti telah tiba.

  5. September 6, 2010 5:17 pm

    @kang Doel Soehono, @kang M Mursyid, FOY @kang Usup, @kang Hanifa, Human, Adi Isa, Fitri dan semua teman-teman, selamat menyambut hari Raya Ied. Yang mudik hati-hati.
    Salam hangat.

    • اسوب سوبرييادي permalink
      September 7, 2010 5:20 am

      sama-sama,
      saya nggak mudik nih.:mrgreen:
      o ya, cerita tentang adik saya itu betulan, bukan rekayasa.😉

  6. FOY Estes permalink
    September 6, 2010 5:32 pm

    Selamat jalan bagi yang mudik. take care, bye
    selamat menyambut Iedul Fitri.

  7. September 6, 2010 6:01 pm

    Selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri,
    Tapi bila ucapan kafir tidak berlaku,
    Maka mohon maaf lahir dan batin.

    Salam Damai Sadayana!

    • FOY Estes permalink
      September 25, 2010 1:55 pm

      @Maren, Kamu bisa mencoba saum Ramadhan tahun depan jika umurmu masih ada.

      dan menurutku, kamu itu harus belajar dari sekarang.

      • September 25, 2010 4:05 pm

        Kalo hanya shaum tubuh mah cemen.
        Eh! Gimana tuh responmu pd Ea dan Ei!

        Salam!

      • FOY permalink
        September 26, 2010 11:58 am

        LOL said: Menurutku Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu. Dan apa yang kamu sembah selain Dia itu yang menjadi masalah. Karena kamu tidak dapat membuktikan dengan keterangan yang jelas, yang menjelaskan bahwa mereka adalah Tuhan.
        https://perhatikanlah.wordpress.com/forum-diskusi/#comment-323

        FOY mendukung LOL. Silahkan, tunjukan keterangan yang kamu miliki jika kamu benar. keterangan yang menunjukkan bahwa yang kamu sembah selain Ea adalah Tuhan.

      • September 28, 2010 9:15 am

        Di sini tempat menyambut Idulfitri FOY! Halaman “19” udah kembali ke artikelnya. Cobalah pendapatmu Ei dan Ea yg = LOL itu dituangkan. Bagusnya sih dituang di “Agama Para Utusan”, kali ya!

        Salam Damai!

      • September 28, 2010 1:01 pm

        @ FOY, terimakasih atas dukungannya. Saya tidak mengerti, katanya Maren ingin saya menepati janji untuk menjelaskan Ea, Et dan Ei. Tapi setelah saya ingin mulai membahas masalahnya dia tidak memperhatikannya. daya madih menunggu tanggapannya di sini:
        https://perhatikanlah.wordpress.com/forum-diskusi/#comment-323

  8. January 10, 2011 4:01 am

    cool

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: