Skip to content

Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hati orang-orang Kafir

September 8, 2010

بسم الله الر حمن الر حيم

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

  • Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6)
  • Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. 2:7)
  • .

    Hadirin,

    bagaimana mungkin kita bisa mendengarkan suatu nasehat/petunjuk, atau bagaimana kita bisa melihat ayat-ayat/tanda-tanda kekuasaan Allah, dan bagai mana kita bisa memahaminya, jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hati kita.

    قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنْ إِلَـٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُم بِهِ ۗ انظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

    Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah ilah selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga). (QS. 6:46)

    وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَـٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَـٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

    Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)

    Hadirin;

    Allah telah menganugerahkan bagi kita penglihatan, pendengaran dan hati, dan semua itu akan diminta pertanggunganjawabnya. Karena itu kita harus dapat mempergunakannya dan menjaganya dengan baik.

    19 Comments leave one →
    1. September 8, 2010 8:17 pm

      Assalamu ‘alaikum, @Kang Budiman Muhamad Natsir

      Selamat menyongsong hari raya ‘idul Fitri 1431 H.
      Taqobbalallohu minna wa minkkum,
      Taqobbal yaa kariim,
      Minal aidin wal faidzin.

      Salam hangat selalu, Haniifa.

      • Pantun3 permalink
        April 29, 2015 8:34 am

        1) Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6)

        Jwb:
        Memang benar, para kafir selalu mengandalkan RASIONALITAS/AKAL SEHAT/KECERDASAN. Mrk tak akan mudah beriman jika tidak masuk akal/tak logis, meskipun anda memperingatinya.

        Sebaliknya kaum beriman mengandalkan FANATISME (membela AGM mati2an) dan DELUSIONAL (Sudah tahu itu salah/keliru/TAK LOGIS, tapi tetap dipercayai sbg yg benar).

        2) Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. 2:7)

        Jwb: Memang benar. para kafir selalu mengunci hati, pendengaran, penglihatan mrk dari FANATISME dan DELUSIONAL yg membodohkan.

        ****************************

        Banyak org yg TAK SADAR dng perbedaan antara RASIONALITAS dan FANATISME+DELUSIONAL.

        RASIONALITAS/AKAL SEHAT/KECERDASAN itu bertentangan dng FANATISME (membela AGM mati2an) dan DELUSIONAL (Sudah tahu itu salah/keliru/TAK LOGIS, tapi tetap dipercayai sbg yg benar).

        Jk seorg guru mengajarkan muridnya unt tdk merokok, tp dia sendiri merokok, apk itu BENAR dan BAIK? RASIONALITAS menjwb: TIDAK.

        Apk itu KEMUNAFIKAN dan INKONSISTENSI? YA.
        Apk guru tsb layak disebut SUCI? TIDAK, krn kemunafikannya.
        Apk guru tsb sebuah TELADAN YG BAIK yg perlu dicontoh? TIDAK.

        Kl guru tsb BERDALIH KONYOL/BERALIBI bhw dia telah terima ‘HAK ISTIMEWA dr All4H’ unt merokok, apk bs diterima? TDK, krn itu akan menunjukkan KETIDAK-KONSISTENSIAN dan KETIDAKADILAN dr hukum All4h. Krn dalam mengajarkan KEBAIKAN, Allah selalu KONSISTEN, dan tak pernah membuat PENGECUALIAN.

        Itulah namanya RASIONALITAS/KECERDASAN/AKAL SEHAT.

        Nah skrg contoh SEBALIKNYA, Jk seorg guru mengajarkan unt ‘boleh menikah dng MAXIMUM 4 istri’, tp dia sendiri ‘menikah dng LEBIH DARI 4 istri’, apk itu BENAR dan BAIK?

        FANATISME dan DELUSIONAL menjwb: YA.
        Apk itu KEMUNAFIKAN dan INKONSISTENSI? Tidak.

        Apk guru tsb layak disebut SUCI?YA.
        Apk guru tsb sebuah TELADAN YG BAIK yg perlu dicontoh? Ya.

        Kl guru tsb BERDALIH KONYOL/BERALIBI bhw dia telah terima ‘HAK ISTIMEWA dr All4H’ unt beristri lebih dr 4, apk bs diterima? Ya.

        Itulah namanya FANATISME dan DELUSIONAL, yg bertentangan dng RASIONALITAS.

        Jadi dari contoh diatas, jelas2 nabi Muhammad TERBUKTI scr RASIONALITAS = TELADAN YG TAK BAIK/MUNAFIK, krn perkataan dan perbuatannya berbeda 180 derajat. dia sendiri ‘menikah dng LEBIH DARI 4 istri’

        Apakah Nabi Muhammad tidak sesat dan tidak keliru?
        Jwb: apakah KEMUNAFIKAN itu tidak sesat dan tidak keliru? Jelas2 sesat dan keliru!!!

        Dalam Quran, jelas2 ditegaskan bhw para munafikun (yg perbuatannya tidak sinkron dng perkataannya) dan pengikut2nya PASTI masuk NERAKA. Apakah anda mau ikut2an masuk neraka?

        Jadi kalau para munafikun itu sendiri (Muhammad) sudah ditakdirkan masuk neraka, berarti dosa beliau tak bisa diampuni.

        Jika dosa sendiri saja tak bisa diampuni, bagaimana dia mampu memberi syafaat unt mengampuni dosa2 kalian? Berpikirlah secara jernih…

        Masih mau mengikuti TELADAN YG TAK BAIK?
        Masih mau mengikuti ajaran yg TAK RASIONAL?
        Masih mau mengikuti ajaran yg TERCEMAR (oleh KEMUNAFIKAN)?
        Masih mau mengikuti agama yg TAK SEMPURNA (krn tercemar oleh KEMUNAFIKAN)?
        Masih mau mengikuti jalan/petunjuk yg MENYESATKAN?
        Masih mau hati, pendengaran, dan penglihatan anda dibutakan oleh FANATISME dan DELUSI?
        Mau pilih mana: RASIONALITAS atau FANATISME+DELUSI?

        Sodara-sodara, jika anda mencintai Allah, ikutilah Allah itu sendiri SAJA, bukan nabi yg TERCEMAR OLEH KEMUNAFIKAN, niscaya Allah menyukaimu dan mengampuni dosa-dosamu!

        Wallahu ‘alam bisshowab

        • November 30, 2015 11:17 am

          kebencian yang sudah mengakar sampai ke hati. kasian sekali hidup dengan kebencian sedalam itu. jadi ingat saya dulu, bebal, ga mau mendengarkan, otak penuh teori, asumsi, dan kebencian. hahahaha kalau Allah menyentuhkan hidayah ke hati anda, pasti langsung tersungkur dan menangis.

        • December 3, 2015 3:20 am

          Yes!
          Membenci itu merusak diri.
          Yg dibenci bisa tidur pulas.
          Yg membenci tak bisa puas.

          Salam Damai!

        • October 26, 2016 1:48 am

          Maaf, jadi maksud anda Nabi dan Rasul itu Penuh Kemunafikan? Jika begitu apa iya Allah memilih Orang Munafik untuk menjadi penyampai perintah dan laranganNya?
          Apa iya Allah bisa salah?
          Menurut saya, cinta kepada Allah itu bukan masalah menjadi Rasional,Fanasti apalagi sampai Delusi, Mencintai Allah itu “TAAT”🙂🙂

        • Rachmat Alfia permalink
          November 8, 2016 10:05 am

          +pantun3. argumen yg tidak pas Untuk itu perlu dijelaskan kepada siapapun, bahwa kedudukan orang nabi di tengah umatnya tidak sama. Kedudukannya jauh lebih tinggi, bahkan dari derajat para malaikat sekalipun. Bukankah sampai pada titik tertentu dari langit yang tujuh itu, malaikat Jibril pun harus berhenti dan tidak bisa meneruskan perjalanan mi’raj? Sementara nabi Muhammad SAW sendiri saja yang boleh meneruskan perjalanan. Ini menunjukkan bahwa derakat beliau SAW lebih tinggi dari malaikat Jibril `alaihissalam.

          Demikian juga dengan masalah dosa. Kalau manusia umumnya bisa berdosa dan mendapat pahala, para nabi justru sudah dijamin suci dari semua dosa . Artinya, seandainya mau, para nabi itu mengerjakan hal-hal yang diharamkan, sudah pastiAllah tidak akan menjatuhkan vonis dosa kepada mereka. Sebab tugas mereka hanya menyampaikan syariah saja, baik dengan lisan maupun dengan peragaan. Namun karena para nabi itu dijadikan qudwah hidup, maka mereka pun beriltizam pada syariat yang mereka sampaikan.

          Pengecualian Syariat Buat Pribadi Rasulullah SAW

          Dalam implementasinya, memang secara jujur harus diakui adanya sedikit detail syariah yang berbeda antara Rasulullah SAW dengan umatnya. Namun pengecualian ini sama sekali tidak merusak misi utamanya sebagai pembawa risalah dan juga qudwah. Sebab di balik hal itu, pasti ada hikmah ilahiyah yang tersembunyi.

          Misalnya, bila umat Islam tidak diwajibkan melakukan shalat malam, maka Rasulllah SAW justru diwajibkan untuk melakukannya.

          إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَى وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَاقْرَؤُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

          Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur’an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

          Bila umat Islam diharamkan berpuasa dengan cara wishal , maka Rasulullah SAW justru diperbolehkan bahkan diperintahkan.

          عن ابن عمر – رضي الله تعالى عنهما – قال: { واصل رسول الله صلى الله عليه وسلم في رمضان, فواصل الناس.. فنهاهم, قيل له: إنك تواصل, قال: إني لست مثلكم, إني أطعم وأسقى

          Dari Ibnu Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa wishal di bulan Ramadhan. Lalu orang-orang ikut melakukannya. Namun beliau SAW melarangnya. Orang-orang bertanya, Mengapa Anda melakukannya? Beliau menjawab, aku tidak seperti kalian. Sebab aku diberi makan dan diberi minum.

          Bila isteri-isteri umat Islam tidak diwajibkan bertabir dengan laki-laki ajnabi, khusus buat para isteri Rasulllah SAW telah ditetapkan kewajiban bertabir. Sehingga wajah mereka tidak boleh dilihat oleh laki-laki, sebagaimana mereka pun tidak boleh melihat wajah laki-laki lain. Hal itu berlaku buat para isteri nabi SAW. Kejadian itu bisa kita lihat tatkala Abdullah bin Ummi Maktuh yang buta masuk ke rumah nabi SAW, sedang saat itu beliau sedang bersama dua isterinya. Rasulullah SAW lalu memerintahkan mereka berhijab , meski Abdullah bin Ummi Maktum orang yang buta matanya. Namun Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kedua isterinya bukan orang yang buta.

          Karena itulah Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran:

          وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاء حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَن تَنكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِن بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمًا

          Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka , maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti Rasulullah dan tidak mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar di sisi Allah.

          Bila wanita yang telah ditinggal mati oleh suaminya selesai dari ‘iddah mereka boleh dinikahi oleh orang lain, maka para janda Rasulullah SAW justru haram dinikahi selamanya oleh siapapun. Bahkan kepada mereka disandangkan gelar ummahatul mukminin yang artinya adalah ibu orang-orang mukmin. Haramnya menikahi janda Rasulullah SAW sama dengan haramnya menikahi ibu sendiri.

          Dan masih ada beberapa lagi kekhususan Rasulullah SAW. Salah satunya adalah kebolehan beliau untuk tidak menceraikan isteri yang jumlahnya sudah lebih dari 4 orang. Sedangkan umat Islam lainnya, disuruh untuk menceraikan isteri bila melebihi 4 orang.

          Sebagaimana kita ketahui di masa lalu dan bukan hanya terjadi pada bangsa Arab saja, para laki-laki memiliki banyak isteri, hingga ada yang mencapai ratusan orang. Barangkali hal itu terasa aneh untuk masa sekarang. Tapi percayalah bahwa gaya hidup manusia di masa lalu memang demikian. Dan bukan hanya tradisi bangsa Arab saja, melainkan semua bangsa. Sejarah Eropa, Cina, India, Afrika, Arab dan nyaris semuanya, memang terbiasa memiliki isteri banyak hingga puluhan. Bahkan para raja di Jawa pun punya belasan selir.

          Lalu datanglah syariat Islam yang dengan bijaksana memberikan batasan hingga maksimal 4 orang saja. Kalau terlanjur sudah punya isteri lebih dari empat, harus diceraikan suka atau tidak suka. Kalau kita melihat dari sudut pandang para isteri, justru kita seharusnya merasa kasihan, karena harus diceraikan.

          Karena itulah khusus bagi Rasulullah SAW, Allah SWT tidak memerintahkannya untuk menceraikan para isterinya. Tidak ada pembatasan maksimal hanya 4 orang saja. Justru pengecualian itu merupakan bentuk kasih sayang Nabi SAW kepada mereka.

    2. اسوب سوبرييادي permalink
      September 9, 2010 10:10 am

      belum lama terasa
      untaian-untaian dari batok kepala ini
      tertulis dibelantara dunia maya, melalui sarana yang bernama, blog
      tak butuh waktu lama, ‘tuk memikat para penikmat
      bahagianya hati ini, tiada terkira…
      .
      .
      aku pun sama
      kususuri untaian dari blogmu, sahabat!
      banyak terasa, hikmah yang dapat kupetik
      jika pun tiada, kadang tawa menjadi kesan atas untaian-untaianmu
      .
      .
      tak akan pernah ada kata sesal yang akan terucap
      aku senang sekali berjumpa dengamu…meski hanya, lewat kata-kata….
      tak pernah cukup keberanian untuk berkata jujur siapa aku sebenarnya…
      cukuplah kau tahu….
      bahwa dibalik pemegang de Go Blog
      ada seseorang yang memujamu…
      .
      tentunya, karena
      I am only a human

      Pasti pernah menorehkan komentar yang tiada berkenan,
      maka, dengan momentum menjelang hari raya iedul  fitri 1431 H kali ini
      aku haturkan permohonan maaf,
      sudikiranya dirimu mengulurkan maaf lahir dan batin😀

      _______________________________________
      semoga kita tidak berbalik kebelakang (murtad) Amin

    3. September 17, 2010 12:46 am

      @Bpk Hanifa
      waalaikumsalam. Amin
      salam selalu.

      @ dan teman baru saya Kang Usup
      Amin, semoga kita tidak berbalik kebelakang

      Masya Allah saya suka dengan cara anda dalam menjelaskan.

      salam selalu.

      senang bisa bertemu dengan kalian.

      • Usup Supriyadi permalink
        September 17, 2010 9:11 am

        Ameen
        Sama-sama Kang Budi

    4. FOY Estes permalink
      September 17, 2010 12:58 am

      Usup,
      Amin, semoga kita tidak berbalik kebelakang.

      • Usup Supriyadi permalink
        September 17, 2010 9:11 am

        Amin
        Thank’s FOY Estes

    5. Usup Supriyadi permalink
      September 17, 2010 9:10 am

      Orang-orang yang sudah meninggal tidak bisa mendengar apa-apa. Allah Ta’ala berfirman:
      وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ
      “Dan kamu tidaklah mampu membuat orang di dalam kubur mendengar.”
      Dan Allah berfirman:
      إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى
      “Sesungguhnya engkau tidak bisa memperdengarkan orang yang mati.”

      Dikecualikan darinya tiga keadaan, dimana nash menunjukkan mereka bisa mendengar:
      1. Korban perang badar (dari kaum musyrikin), mereka mendengar seruan Nabi -alaihishshalatu wassalam- sementara mereka sudah tertimbun dalam lubang. Beliau berkata kepada para sahabatnya:
      مَا أَنْتُمْ بِأَسْمَعَ لِمَا أَقُوْلُ مِنْهُمْ، إِلاَّ أَنَّهُمْ لاَ يَسْتَطِيْعُوْنَ الْجَوَابَ
      “Kalian tidaklah lebih mendengar ucapanku dibandingkan mereka, hanya saja mereka tidak mampu untuk menjawabnya.”
      2. Mayit mendengar suara langkah sandal para pengantarnya (ke kuburan), sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Sesungguhnya dia (mayit) betul-betul mendengar suara sandal-sandal mereka.”
      3. Mayit mendengar pertanyaan dari kedua malaikat, karena rohnya dikembalikan kepadanya lalu mereka (kedua malaikat) bertanya: Siapa Rabbmu? Siapa nabimu? Apa agamamu?

      Ada beberapa keadaan lain yang diperselisihkan, yaitu: Apakah mayit bisa mendengar ucapan salam seorang muslim (yang masih hidup)? Yang lebih tepat adalah mereka bisa mendengar. Ada hadits beberapa hadits yang menerangkan bahwa roh mayit akan dikembalikan kepadanya lalu dia menjawab salamnya seorang muslim. Di antaranya adalah sabda Nabi -alaihishshalatu wassalam-:
      مَا مِنْ أَحَدٍ يُسَلِّمُ عَلَيَّ إِلاَّ رَدَّ اللهُ عَلَيَّ رُوْحِيْ حَتَّى أَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ
      “Tidak ada seorangpun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah mengembalikan rohku agar saya bisa menjawab salamnya.”
      Dan kedua ayat di atas bisa dijawab dengan jawaban yang lain, yaitu bahwa makna ayatnya adalah: Engkau tidak bisa memperdengarkan sesuatu yang bisa memberikan manfaat kepada mereka yang telah meninggal. Dan kemampuan mereka mendengar pada ketiga keadaan di atas tidaklah memberikan manfaat apa-apa kepada mereka.

      • September 19, 2010 2:41 pm

        Ya, menurutku juga demikian. mereka tidak bisa mengambil manfaat dari ucapan tersebut.

        seperti orang yang tidak bisa mendengarkan bacaan al-Qur’an; seolah-olah ada sumbatan di telinganya. Allah telah meletakkan tutupan di atas hati mereka sehingga mereka tidak memahaminya.

    6. January 8, 2011 12:20 pm

      cool

    7. August 23, 2011 5:45 am

      asstagfirullah haladjim…
      jangan sampai kita terkena musibah itu..

      mudah”an kita semua di tuntun olehnya
      untuk menuju jalan-NYA..:)

    8. July 30, 2016 4:06 am

      Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6)

      Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS. 2:7)
      ~~~~~~~~~~~~~~~

      Kalau demikian yang diperbuat dan dimau oleh alloh-swt, maka SEHARUSNYA dan SEMESTINYA :
      TIDAK AKAN ADA KAFIR YANG MAU MASUK islam ,MENJADI MUALLAF 😀

      • October 9, 2016 2:29 pm

        Namun anehnya, islam bikin MUALLAF CENTER segala? dan muslim dengan bangganya bikin porpaganda betapa banyak kafir yang masuk islam menjadi muallaf?

        Sementara QS 2:6-7 alloh-swt MELARANG ORANG KAFIR MASUK ISLAM dengan cara : Mengunci mati hati dan pendengaran dan menutup penglihatan orang kafir.

        • Hare permalink
          October 11, 2016 2:52 am

          Bukan dia menghalang sha sha…bila kafir dengan hati busuk dan niat xbaik. maka kebaikkan dalam al quran xakan sampai padanya dan di kunci hatinya. ia adalah pilihan si kafir untuk tidak menerimanya.kena bersihkan hati dulu untuk memahami al quran.

        • October 11, 2016 2:21 pm

          @ muslim “hare”

          Sha-Sha menulis:
          Namun anehnya, islam bikin MUALLAF CENTER segala? dan muslim dengan bangganya bikin porpaganda betapa banyak kafir yang masuk islam menjadi muallaf? Sementara QS 2:6-7 alloh-swt MELARANG ORANG KAFIR MASUK ISLAM dengan cara : Mengunci mati hati dan pendengaran dan menutup penglihatan orang kafir.

          muslim “hare” menyahut:
          Bukan dia menghalang sha sha…bila kafir dengan hati busuk dan niat xbaik. maka kebaikkan dalam al quran xakan sampai padanya dan di kunci hatinya. ia adalah pilihan si kafir untuk tidak menerimanya.kena bersihkan hati dulu untuk memahami al quran.

          **** TANGGAPAN Sha-Sha ****
          Sementara Sha-Sha bertafsir seturut dengan apa yang tertulis pada ayat alquran, ente malah bertafsir tidak sesuai dengan ayat alquran, terkesan ente itu mengarang dan mengada-ada.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: