Skip to content

Allah menyukai orang-orang yang taubat dan mensucikan diri

September 28, 2010

بسم الله الر حمن الر حيم

Segala puji bagi Allah, sesungguhnya kita akan kembali kepada-Nya.  Dan saya amat menginginkan bahwa Allah akan mengampuni kesalahan saya. Dialah Tuhanku Kepada-Nya saya bertaubat dan kepada-Nya saya bertawakal.

Allah berfirman:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

  • Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. 2:222)
  • Sodara-sodara;

    Sebagai manusia kita suka lupa atau salah. Namun ingatlah, manusia yang baik itu bukan yang tidak pernah melakukan kesalahan, tapi orang yang baik itu mereka yang segera sadar, memohon ampun kepada Allah atas kesalahannya seraya tidak mengulanginya. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

    Perhatikanlah:

    وَكَم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا فَجَاءَهَا بَأْسُنَا بَيَاتًا أَوْ هُمْ قَائِلُونَ

  • Dan betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari. (QS. 7:4)
  • فَمَا كَانَ دَعْوَاهُمْ إِذْ جَاءَهُم بَأْسُنَا إِلَّا أَن قَالُوا إِنَّا كُنَّا ظَالِمِينَ

  • Maka tidak ada keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan: “Sesungguhya kami adalah orang-orang yang zalim“. (QS. 7:5)
  • فَلَنَسْأَلَنَّ الَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْأَلَنَّ الْمُرْسَلِينَ

  • Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami), (QS. 7:6)
  • فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِم بِعِلْمٍ ۖ وَمَا كُنَّا غَائِبِينَ

  • Maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka dengan pengetahuan, dan Kami sekali-kali tidak sembunyi (dari mereka). (QS. 7:7)
  • وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

  • Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 7:8)
  • وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَـٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنفُسَهُم بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ

  • Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (QS. 7:9)
  • وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

  • Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (QS. 7:10)
  • وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ

  • Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu, lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (QS. 7:11)
  • قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

  • Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud di waktu Aku menyuruhmu?”. Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. 7:12)
  • قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ

  • Allah berfirman: “keluarlah kamu dari tempat itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. (QS. 7:13)
  • قَالَ أَنظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

  • Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. (QS. 7:14)
  • قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ

  • Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”. (QS. 7:15)
  • قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

  • Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menduduki (menghalangi-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, (QS. 7:16)
  • ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

  • kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (QS. 7:17)
  • قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورًا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ

  • Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semua”. (QS. 7:18)
  • وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَـٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

  • Dan hai Adam, bertempat tinggallah kamu dan istrimu di taman serta makanlah olehmu berdua dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”. (QS. 7:19)
  • فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

  • Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal”. (QS. 7:20)
  • وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ

  • Dan dia bersumpah kepada keduanya: “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, (QS. 7:21)
  • فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

  • Maka syaitan membujuk keduanya dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah baginya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun surga. Kemudian Rabb mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua” (QS. 7:22)
  • قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

  • Keduanya berkata: “Ya Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. 7:23)
  • قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

  • Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”. (QS. 7:24)
  • قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

  • Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (QS. 7:25)
  • Allah tidak ridha dengan hamba-Nya yang kufur. Dan jika Allah tidak ridha kepada kita, maka hidup kita tidak aman. Percuma saja kita punya harta dan pengetahuan jika harta dan ilmu yang Allah berikan kepada kita tidak memberikan manfaat kepada kita kecuali kerugian.

    Maka kita harus bertaubat kepada-Nya dan membersihkan diri kita. Karena Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Jika Allah menyukai kita maka kita akan mendapatkan ketenangan dalam hidup ini, karena bagi Allah-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi.

    6 Comments leave one →
    1. September 29, 2010 10:19 am

      Terima kasih atas pencerahannya,….salam sejahtera selalu dari Pekalongan

    2. August 23, 2011 5:30 am

      thank’s
      untuk pencerahan nya pak..:)

    3. Ellysia.rahmah permalink
      November 9, 2014 12:26 pm

      thank’s atas informasinya

    4. October 12, 2016 5:48 am

      orang yg bertobat akan menjadi pengikut Isa — satu-satunya yang suci dan jalan yang lurus — dan yang pasti akan ditinggikan pada hari penghakiman

      http://surgabenar.blogspot.co.id/search/label/alquran

      • Syaf permalink
        December 3, 2016 9:39 am

        Markus 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

        Markus 14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”

        Di sebelah kanan adalah Yesus
        Di sebelah kiri adalah Allah
        Di sebelah … adalah Roh Kudus

        Bagaimana dengan konsep Trinitas?

        Supaya Trinitas bisa dipahami seharusnya cerita itu berbunyi sebagai berikut:

        Markus 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu dia menjadi Allah.
        Markus 14:62 Jawab Yesus: “Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia menjadi Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit.”

        Perhatiakan Yohanes 4:43-44
        (43) Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, (44) sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.

        Benarkan, bahwa Yesus bukan Tuhan, tetapi seorang Nabi?

        Catatan:

        Orang yang akan masuk surga adalah orang yang mengikuti ajaran para nabi,mulai nabi Adam, Idris, Nuh,..,,Isa, dan Muhammad. Semua harus bertobat dan kembali kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang disampaikan Allah melalui para nabiinya. Dan semua kita harus membersihkan diri dari segala dosanya dengan segenap jiwanya.
        Allah mencintai orang-orang yang bertaubat, dan mencintai orang-orang yang selalu membersihkan diri (jasmani dan rohani.

        Ajaran semua nabi adalah: sembahlah Allah satu-satunya dan tidak menduakannya.
        Syariat para nabi berbeda sesuai zamannya.

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: